Menyusuri Aliran Sungai Musi, Menghadirkan Harapan bagi Warga Desa Upang Jaya
Jurnalis : Megawati (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Megawati, Albert Indra Gunawan, Sutiyono (Tzu Chi Palembang)
Relawan Tzu Chi Palembang mendampingi salah satu warga Desa Upang Jaya dengan penuh ketulusan untuk menuju ruang pemeriksaan kesehatan.
Perjalanan menuju Desa Upang Jaya bukanlah perjalanan yang mudah. Relawan Tzu Chi Palembang beserta Tim Medis memulai perjalanan dari Pelabuhan Palembang menggunakan Jetfoil Express Bahari, menyusuri aliran Sungai Musi kemudian melanjutkan perjalanan dengan jukung, perahu tradisional bermotor yang menjadi sarana transportasi masyarakat setempat hingga tiba di Desa Upang Jaya.
Jarak yang jauh dan akses yang terbatas menjadi gambaran nyata kehidupan masyarakat Desa Upang Jaya. Bagi sebagian besar warga, memperoleh pelayanan kesehatan bukanlah perkara sederhana. Untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, mereka harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan speedboat menuju Palembang, sementara fasilitas kesehatan yang tersedia di desa hanya sebuah Puskesmas yang berjarak sekitar 20 kilometer dan harus ditempuh menggunakan kendaraan roda dua.
Melihat kondisi tersebut, Tzu Chi Palembang bersama TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Desa Upang Jaya menggelar bakti sosial kesehatan pada Minggu, 28 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Palembang.

Meski harus menempuh akses yang tidak mudah dengan menggunakan jukung, para relawan tampak semangat menyusuri sungai menuju Desa Upang Jaya.
Sebanyak 134 tenaga kesehatan yang terdiri dari 56 dokter umum dan dokter spesialis, 14 dokter gigi, 17 tenaga vokasi farmasi, 15 apoteker, 3 analis kesehatan, 13 perawat, 4 perawat mata, 1 perawat gigi, 7 bidan, 1 tenaga gizi, 1 tenaga kesehatan lingkungan, dan 2 tenaga kesehatan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Bakti sosial kesehatan ini berhasil menangani 392 pasien. Selain pemeriksaan dan pengobatan, bakti sosial kali ini juga memberikan kacamata baca gratis kepada masyarakat yang membutuhkan setelah menjalani pemeriksaan mata. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyuluhan kesehatan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kesuksesan kegiatan ini juga didukung oleh 140 relawan Tzu Chi Palembang. Bersama para tenaga kesehatan, mereka membantu proses registrasi, pendampingan pasien, pengaturan alur pelayanan, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Warga Desa Upang Jaya tampak antusias melakukan antrian registrasi pemeriksaan kesehatan pagi hari, yang langsung didampingi oleh relawan Tzu Chi.
Harapan di Tengah Keterbatasan
Warga Desa Upang Jaya banyak yang merasakan manfaat kegiatan baksos kesehatan ini, seperti yang dirasakan Mustofa (63). Baginya, kegiatan ini menjadi harapan yang telah lama dinantikan. Saat diperiksa tim medis, Mustofa mengalami gangguan saraf pada tangan yang menyebabkan otot mengecil hingga tidak lagi dapat digerakkan.
Meski telah disarankan menjalani fisioterapi dua kali seminggu, keterbatasan biaya dan jauhnya akses menuju rumah sakit di Palembang membuat pengobatan Mustofa sulit dilakukan. "Selama ini saya merasa kebingungan mau berobat ke mana. Saya sangat berterima kasih atas kegiatan ini," kata Mustofa.

Mustofa, salah satu warga yang menerima manfaat layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan baksos ini.
Menurutnya, warga Desa Upang Jaya harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan speedboat menuju Kota Palembang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Karena itu, kehadiran para dokter dan relawan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. "Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, jangan hanya kali ini saja," ujarnya Mustofa dengan penuh harapan.
Kepala Desa Upang Jaya, Melizah Alwi, S.Pd., mengatakan bahwa keterbatasan akses membuat masyarakat kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang kurang mampu. Kehadiran ratusan dokter dan relawan dalam kegiatan baksos kesehatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pengobatan. "Yang membuat saya terharu adalah desa yang begitu jauh ini didatangi para relawan Tzu Chi dan dokter sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Melizah Alwi, S.Pd.
Ketua Cabang 5 Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Febby Arry Hendrawan menjelaskan bahwa TNI Angkatan Laut turut mendukung kelancaran kegiatan melalui pengamanan, pengaturan ketertiban, serta tim kesehatan. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kolaborasi ini benar-benar memberikan manfaat. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Upang Jaya. Antusiasme warga sangat tinggi dan manfaatnya benar-benar dirasakan," ungkap Febby Arry Hendrawan.

Para tim medis juga mendapatkan pengalaman baru karena bisa mengikuti kegiatan baksos kesehatan di Desa Upang Jaya. Bagi dr. Erwin Azmar, Sp.PD, KKV, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang ikut dalam kegiatan ini mengemukakan bahwa bakti sosial bukan sekadar memberikan pengobatan, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. Melalui pemeriksaan awal, pasien dapat segera diketahui apakah cukup ditangani di lokasi atau perlu dirujuk ke rumah sakit.
"Dengan kegiatan ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak awal sehingga pelayanan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ungkap dr. Erwin Azmar, Sp.PD, KKV, FINASIM.
Sementara itu, dr. Damai Trilisnawati, Sp.DVE, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang berpraktik di wilayah Sungai Lilin, merasa kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata pengabdian seorang dokter. Selama pelayanan, ia menemukan banyak kasus penyakit kulit yang sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi dan akses kesehatan yang lebih baik. "Bagi saya, pengabdian adalah ketika kita datang langsung kepada masyarakat yang memang sulit memperoleh pelayanan kesehatan," jelas dr. Damai Trilisnawati, Sp.DVE.
Bakti Sosial Kesehatan di Desa Upang Jaya bukan sekadar menghadirkan layanan medis selama satu hari. Perjalanan panjang menembus sungai menjadi simbol bahwa kepedulian tidak mengenal batas jarak. Melalui semangat cinta kasih dan kolaborasi antara Tzu Chi Palembang, TNI Angkatan Laut, Pemerintah Desa Upang Jaya, tenaga kesehatan, dan para relawan, ratusan warga bukan hanya bisa memperoleh pelayanan kesehatan, tetapi juga harapan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi keterbatasan akses kesehatan.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari
Artikel Terkait
Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Cinta Kasih Mengalirkan Kebahagiaan
31 Maret 2016Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-111 di RSUD Cianjur yang diadakan pada 18-20 Maret 2016 telah berlangsung dengan lancar. Hal ini tak terlepas dari sumbangsih ratusan relawan Tzu Chi baik dari Jakarta, Cianjur, maupun Bandung hingga berhasil mengobati 337 pasien.
Menebar Cinta Kasih Melalui Baksos Degeneratif di Tanjung Gundap
28 Oktober 2025Di tengah keterbatasan warga pinggiran Kota Batam dalam mengakses layanan kesehatan, relawan Tzu Chi Batam dan TIMA hadir mengadakan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif di Tanjung Gundap.
Perhatian Bagi Warga Tanjung Pasir Lewat Baksos Kesehatan
06 Maret 2024Tzu Chi Indonesia bersama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari dan instansi lainnya mengadakan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan di Desa Tanjung Pasir pada Selasa, 5 Maret 2024.







Sitemap