Relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Forestry Regional Sumatra Selatan dari PT Sebangun Bumi Andalas menggelatr bakti sosial kesehatan umum di Desa Simpang Tiga Sakti, Kec. Tulung Selapan, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
“Satu orang satu kebajikan, walau berupa sumbangsih sekecil apa pun, akan membuat kondisi hati setiap orang terasa sejuk bagai disirami oleh embun pagi”. (Kata Perenungan Master Cheng Yen)
Akses fasilitas kesehatan yang masih terbatas menggerakkan komunitas relawan Forestry Regional Sumatra Selatan dari PT Sebangun Bumi Andalas menggelar bakti sosial kesehatan umum di Desa Simpang Tiga Sakti, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Sabtu (13/6/2026).
Desa Simpang Tiga Sakti berada di pesisir Sungai Lebong Hitam, sebuah wilayah yang memerlukan perjalanan panjang untuk dicapai. Perjalanan relawan dimulai dari Pelabuhan Bekang, Palembang, dengan menempuh perjalanan menggunakan speedboat selama 2 jam menuju Baung. Setibanya di sana, relawan beristirahat dan menginap semalam sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Pukul 05.30 WIB, perjalanan darat selama dua jam membawa relawan menuju Distrik Lebong Hitam. Dari titik ini, perjalanan dilanjutkan dengan speedboat kecil berkapasitas enam orang yang menyusuri aliran sungai selama 30 menit hingga akhirnya tiba di Desa Simpang Tiga Sakti.
Perjalanan menuju Desa Simpang Tiga yang berada di pesisir Sungai Lebong Hitam memerlukan waktu yang panjang dan menggunakan speadboat.
Dokter Yanto Kurniawan (baris kedua sebelah kiri) bersama tim medis TIMA dalam perjalanan menuju Desa Simpang Tiga Sakti.
“Kami memilih tempat ini karena memang area ini termasuk salah satu desa terbesar yang masuk wilayah operasional perusahaan. Lalu area ini sangat jauh dijangkau oleh tim kesehatan dan kami lihat juga dari areanya, dari lokasi desanya, sangat minim fasilitas kesehatan. Sehingga kami pilihlah Desa Simpang Tiga Sakti sebagai salah satu lokasi bakti sosial kita,” terang Hendri Panjaitan, perwakilan komunitas relawan Regional Sumatra Selatan.
Herry Kepala Desa Simpang Tiga Sakti bersyukur dan berterima kasih warga desanya mendapatkan layanan kesehatan gratis yang dilakukan relawan. “Kegiatan ini sangat membantu warga kami. Apalagi sudah ada penjelasan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, mereka didata, diperiksa penyakitnya, nanti apabila ada penyakit seperti katarak itu, bisa ditindaklanjuti sampai operasi katarak. Itu sangat membantu warga, Pak. Saya selaku Kepala Desa Simpang Tiga Sakti mengucapkan terima kasih, program sosial ini sangat membantu warga,” tutur Herry seusai meninjau kegiatan bakti sosial.
Relawan turut menuntun seorang warga menuju ruang pemeriksaan dokter.
Bakti sosial kesehatan ini disambut antusias warga Desa Simpang Tiga Sakti, salah satunya Ainun. Ia mengeluhkan radang pada matanya juga nyeri pinggang dan gatal-gatal. “Ya senang sekali ada periksa kesehatan gratis ini, ada bantuan dari desa. Terima kasih desa kami didatangi dokter dari Jakarta. Alhamdulillah bisa berobat di sini,” ucapnya tak lama setelah mengambil obat yang diresepkan dokter.
Heri dan Popi juga bersyukur dapat memeriksakan kesehatannya ke dokter. Heri datang dengan keluhan sakit pada lambungnya. “Terima kasih atas bantuan bapak-bapak semuanya. Tadi sudah diperiksa dokter dan dikasih obat,” kata Heri. Sementara Popi datang dengan keluhan sakit maag. “Terima kasih banyak sudah memberi pengobatan gratis di sini, sudah berusaha berkunjung ke desa kami di Simpang Tiga Sakti ini. Pokoknya kami banyak-banyak terima kasih lah,” ucap Popi.
Ainun, Heri, dan Popi menjadi bagian dari 262 orang pasien yang berhasil dilayani dalam bakti sosial kesehatan kali ini.
Herry, Kepala Desa Simpang Tiga Sakti (bertopi) melihat langsung proses bakti sosial yang digelar relawan.
Selain tenaga medis dari PT OKI Pulp and Paper, kader Posyandu dan PKK Desa Simpang Tiga Sakti, bakti sosial ini juga didukung tenaga medis yang tergabung dalam TIMA Indonesia. Bisa memberikan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi para tenaga medis ini. Salah satunya yang disampaikan dr. Yanto Kurniawan. Dokter yang sehari-hari berpraktik di salah satu klinik di Tangerang ini sudah beberapa kali mengikuti bakti sosial yang dilakukan relawan Tzu Chi Sinar Mas.
“Perjalanannya seru dan menantang ya, menurut saya kita baksos sebaiknya di tempat-tempat terpencil seperti ini karena orang yang sakit itu benar-benar membutuhkan, jadi kita datang di saat yang tepat. Menurut saya baksos seperti daerah terpencil masuk pedalaman ini lebih mengena karena jangkauan Puskesmas jauh apalagi ke rumah sakit. Dan saya merasa bahagia karena merasa diri kita berguna untuk orang lain,” terang dr. Yanto Kurniawan.
Di tepian Sungai Lebong Hitam, relawan dan warga dipertemukan oleh cinta kasih yang tulus. Kehangatan yang terjalin dalam bakti sosial ini menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan penuh berkah bagi semua.
Editor: Metta Wulandari