Merawat Kesehatan dan Menjalin Kedekatan Dengan Warga Cikarang

Jurnalis : Marlina (He Qi Cikarang) , Fotografer : Candy, Peddy, Marlina (Tzu Chi Cikarang)

Relawan Tzu Chi Cikarang mendampingi salah satu warga yang akan memeriksakan kondisi kesehatannya dalam kegiatan baksos kesehatan umum yang diadakan di Kantor Tzu Chi Cikarang.

Pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026 di bawah cerahnya langit pagi, warga mulai mengalir memasuki halaman Kantor Tzu Chi Cikarang untuk mengikuti kegiatan bakti sosial kesehatan umum. Kedatangan mereka pun disambut dengan ramah oleh para relawan yang telah berdiri rapi di pintu masuk.

Satu per satu warga yang datang juga menyerahkan kupon pelayanan kesehatan yang telah dibagikan tiga hari sebelumnya. Sebagai gantinya, mereka menerima nomor antrean yang dikenakan di dada sesuai urutan kedatangan. Tidak membutuhkan waktu lama, deretan kursi hijau yang telah disiapkan relawan di depan gedung pun terisi penuh. Antusiasme warga membuat para relawan harus bergerak lebih cekatan menyediakan kursi tambahan hingga hingga ke sisi gedung.

Kegiatan baksos kesehatan umum ini pun dibuka oleh suara apt. Syaofiyana, Koordinator Baksos Kesehatan Umum dari Tim Medis TIMA Indonesia melalui pengeras suara, yang perlahan meredam riuh percakapan warga. Perhatian mereka pun tertuju ke bagian depan untuk mengikuti rangkaian pembukaan dan penjelasan mengenai alur pelayanan kesehatan.

Ketua Tzu Chi Cikarang, Veriyanto The tak lupa juga memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada warga. Ia juga menyampaikan harapannya agar keberadaan Kantor Tzu Chi Cikarang dapat membawa lebih banyak manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Kegiatan baksos kesehatan umum ini juga turut dihadiri oleh Lurah Karangbaru dan perwakilan Korem 051/Wijayakarta.

Warga Cikarang dan sekitaranya dengan penuh antusias melakukan pendaftaran untuk mendapatkan konsultasi kesehatan dan pengobatan gratis.

Sambil menunggu antrean layanan kesehatan, para warga mendengarkan penjelasan dari relawan Tzu Chi Cikarang, Rubbyanto mengenai latar belakang Tzu Chi beserta visi misinya.

Proses pelayanan dimulai dari meja pendaftaran. Para relawan mendata nama, usia, dan keluhan kesehatan setiap warga. Setelah itu, warga menjalani penimbangan berat badan dan pemeriksaan tekanan darah sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Sambil menunggu giliran bertemu dengan dokter, warga juga memperoleh informasi singkat mengenai Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta visi dan misi kemanusiaan yang dijalankannya. Kesempatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa Tzu Chi tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga mengajak setiap orang menumbuhkan kepedulian dan cinta kasih kepada sesama.

Secara bergiliran, warga kemudian diarahkan menuju lantai tiga gedung. Di sana, sebanyak 15 dokter telah bersiap memberikan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing, sebagian warga juga menjalani pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Setelah pemeriksaan, dokter memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien serta resep obat yang diperlukan.

Para relawan mendampingi warga di setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan awal, antrean dokter, hingga pengambilan obat. Banyaknya warga yang hadir membuat setiap bagian harus saling berkoordinasi dengan baik. Meskipun demikian, para relawan tetap berusaha melayani dengan tertib, ramah, dan penuh perhatian.

Tim Medis TIMA Indonesia memberikan konsultasi dan saran kesehatan kepada anggota TNI serta para warga Cikarang Kota dan Desa Karangbaru.

Di antara ratusan warga yang hadir, terdapat Aci, seorang warga berusia 70 tahun. Ia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya sekaligus kembali merasakan perhatian dari para relawan Tzu Chi. “Ngedenger sih, itu yang di Sariputra,” ujar Aci tanpa ragu ketika ditanya apakah dirinya telah mengenal Tzu Chi sebelumnya.

Aci mengaku beberapa kali menerima paket cinta kasih dari Tzu Chi yang disalurkan melalui Sekolah Sariputra. Sebelum Kantor Tzu Chi Cikarang berdiri, sekolah tersebut menjadi salah satu tempat para relawan melakukan kegiatan sosial dan menjalin kedekatan dengan masyarakat sekitar.

Kini, dengan hadirnya kantor baru, jalinan kasih yang sebelumnya telah tumbuh dapat dilanjutkan melalui pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Bagi Aci dan warga lainnya, kegiatan hari itu bukan hanya kesempatan untuk memeriksakan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dengan orang-orang yang hadir untuk mendengarkan dan memberikan perhatian.

Semangat pelayanan juga dirasakan oleh apt. Aam Komalasari, S.Si., M.Si., perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Apoteker yang berdomisili tidak jauh dari Kantor Tzu Chi Cikarang ini baru pertama kali mengikuti kegiatan Tzu Chi. “Lumayan excited, karena pasiennya banyak ya”, ucap Aam sambil tertawa. “Yang pasti banyak manfaatnya bu, buat masyarakat Kabupaten Bekasi bisa terlayani terkait dengan kesehatannya, membantu dinas kesehatan dalam pelayanan kesehatan disekitar wilayah Cikarang Utara, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, masyarat bisa terbantu,” tambahnya.

Relawan Tzu Chi tidak hanya sekedar bersumbangsih dari segi waktu dan tenaga tetapi ikut memberikan perhatian kepada warga-warga yang datang untuk berobat.

Sebanyak 519 warga, mulai dari balita hingga Lansia menerima pelayanan kesehatan pada hari itu. Jumlah tersebut melampaui target pasien yang telah diperkirakan sebelumnya. “Saya sangat bahagia melihat antusiasme warga yang datang berobat karena jumlahnya melebihi target pasien baksos,” ujar apt. Syaofiyana.

Kegiatan yang semula diperkirakan selesai pada tengah hari ternyata baru berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu pelayanan menjadi lebih panjang karena tingginya jumlah warga yang hadir. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para dokter, tenaga kesehatan, dan relawan untuk terus mendampingi warga hingga seluruh rangkaian pelayanan selesai.

Bakti sosial kesehatan umum ini menjadi salah satu langkah awal dalam mendekatkan pelayanan dan memperkenalkan Kantor Tzu Chi Cikarang kepada masyarakat sekitar. Gedung yang baru berdiri itu tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan berkegiatan bagi para relawan, tetapi juga menjadi rumah cinta kasih sekaligus tempat kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131: Cinta Kasih yang Terus Bergulir dan Berkesinambungan

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131: Cinta Kasih yang Terus Bergulir dan Berkesinambungan

29 Juni 2022
Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Polda Sulawesi Tengah menghadirkan layanan pengobatan katarak, pterygium, dan hernia dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-131 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24-25 Juni 2022 di RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah ini diikuti 157 pasien.
Tzu Chi Adakan Baksos Pengobatan Kembali di Pesantren Nurul Iman Parung, Bogor

Tzu Chi Adakan Baksos Pengobatan Kembali di Pesantren Nurul Iman Parung, Bogor

30 Mei 2023
Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Tangerang bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia kembali mengadakan Bakti Sosial pengobatan Umum di Pesantren Nurul Iman.
Rayakan Ulang Tahun IDI, Tzu Chi Biak dan IDI Gelar Baksos Kesehatan

Rayakan Ulang Tahun IDI, Tzu Chi Biak dan IDI Gelar Baksos Kesehatan

24 November 2025

Menyambut hari ulang tahun IDI yang ke-75, IDI Biak dan Supiori, bersama Tzu Chi Biak, serta didukung oleh Pemda Biak Numfor, mengadakan baksos kesehatan umum di Desa Sepse, Distrik Biak timur Biak, Papua.

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -