Merayakan Waisak di Panti Jompo Sinar Kasih Abadi

Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)
Relawan Tzu Chi dari Medan, Tebing Tinggi dan Kisaran menggelar  Waisak di Panti Jompo Sinar Kasih Abadi.  

Suasana di Panti Jompo Sinar Kasih Abadi, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, 22 Mei 2016 berbeda dari biasanya. Sebanyak 13 opa dan oma yang menghuni panti dengan khidmat mengikuti prosesi pemandian Rupang Buddha. Ya, tahun ini relawan Tzu Chi Medan dan Tebing Tinggi serta relawan dari Kota Kisaran menyelenggarakan perayaan Waisak di panti yang berada di Jl.  Marah Rusli d/h Pasar lama Gang Tebu, Kisaran.

Jarak yang jauh tak menghalangi langkah relawan Tebing Tinggi dan Medan untuk menggemakan Waisak di kota Kisaran. Kota Kisaran berjarak 79 km dari Tebing Tinggi dan  180 km dari kota Medan. Untuk memeriahkan Waisak, para relawan juga mengundang warga sekitar panti untuk bergabung. Sambutan warga sangat hangat, di mana sebanyak 91 warga ikut dalam acara Waisak.

Para penghuni panti mengikuti prosesi prosesi pemandian Rupang Buddha.

Maryam Peh yang setia mengurus dan memperhatikan kebutuhan para Opa Oma di panti jompo Sinar Kasir Abadi mengaku sangat terharu melihat rona bahagia dari wajah penghuni panti. Para oma dan opa seperti mempunyai keluarga baru. 

"Saya sangat berterima kepada relawan Yayasan Buddha Tzu Chi karena dengan diadakannya Waisak di sini maka Oma Opa mempunyai kesempatan untuk Yi Fo (Pemandian Rupang Buddha). Dengan keterbatasan mereka tidak mungkin mengikuti perayaan Waisak di tempat lain,” ujar Maryam Peh. 

Para penghuni Panti Jompo Sinar Kasih Abadi khusuk menyimak kata sambutan dari koordinator acara, Wardi pada perayaan Waisak di panti mereka.

Salah seorang relawan Tzu Chi Kota Kisaran, Ardi Chandra merasa senang akhirnya perayaan Waisak dapat digelar di kota sendiri. Pasalnya meski TZU Chi Kota Kisaran telah menginjak usia 3 tahun dan sudah beranggotakan 30 orang relawan, perayaan Waisak biasanya digelar di Tebing Tinggi.

"Sungguh terharu merasakan perayaan Waisak di kota sendiri kota Kisaran, semoga tahun depan kita bisa mengajak lebih banyak lagi masyarakat Kisaran untuk bersama-sama merayakan Waisak sehingga lebih banyak masyarakat yang ikut dalam barisan Bodhisatva dunia" ujar Ardi Chandra usai prosesi Rupang Buddha. 

Koordinator acara, Wardi berharap pada tahun-tahun mendatang, Tzu Chi di Kisaran bisa berkembang dan melakukan sumbangsih yang lebih besar untuk masyarakat. Selain itu setelah Waisak ini, noda batin masyarakat dapat tersucikan. "Dengan Waisak, kita membersihkan noda batin sendiri supaya hati kita tersucikan sehingga masyarakat damai sejahtera dan dunia terbebas dari bencana,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Menghadirkan Kebahagiaan Bagi Opa-Oma di Panti Jompo Khusnul Khotimah Pekanbaru

Menghadirkan Kebahagiaan Bagi Opa-Oma di Panti Jompo Khusnul Khotimah Pekanbaru

30 Desember 2024
Relawan Tzu Chi Pekanbaru berbagi kebahagiaan dengan Opa dan Oma penghuni Panti Jompo Khusnul Khotimah. Memberi perhatian dan hiburan, menumbuhkan empati antar generasi.
Empati Berlabuh di Hati, Kebajikan Menyertai

Empati Berlabuh di Hati, Kebajikan Menyertai

01 April 2015 Tangis oma Wiwik meledak keras ketika Ridwan, salah seorang relawan Tzu Chi mencium tangan oma Tanti yang duduk di depan oma Wiwik. Tangis itu adalah tangis nelangsa karena oma Wiwik  teringat pada keluarga yang hampir tidak pernah mengunjunginya di Panti Jompo tempat dia dirawat. Air mata Oma Wiwik pelahan surut, ketika sentuhan lembut merangkul pundaknya, menghibur dan membisikkan kata penuh kasih.
Kebersamaan Dalam Menyambut Natal di Panti Sahabat Baru

Kebersamaan Dalam Menyambut Natal di Panti Sahabat Baru

24 Desember 2015

Para opa dan oma yang tinggal di panti ini umumnya dalam keadaan sakit dan jauh dari keluarga. Sehingga kehadiran 28 orang relawan Tzu Chi di tempat itu tentunya sangat menyenangkan dan menghibur mereka.

Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -