Meringankan Beban Derita Pasien

Jurnalis : Mettasari (He Qi Utara) , Fotografer : Mettasari, Stephen Sanjaya ( He Qi Utara)
 
 

fotoRelawan Tzu Chi tengah menghibur pasien Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-77 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Menyayangi diri sendiri berarti membalas budi orang, bersumbangsih adalah perwujudan dari rasa berterima kasih.” (Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Pada tanggal 26 Juni 2011 dilaksanakan Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-77 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baksos kesehatan ini adalah hari kedua karena sudah berjalan sejak tanggal 25 Juni 2011. Dalam baksos kesehatan ini dilakukan pengobatan gratis kepada para pasien katarak, hernia, bibir sumbing dan juga pemeriksaan gigi. Namun pada tanggal 26 Juni, hanya ada beberapa pasien baksos yang masih berjalan, seperti bakos untuk pasien katarak , gigi, dan pengobatan umum.

Sekitar pukul 11.00 WIB di ruang kesehatan baksos katarak terlihat ramainya antrian. Dari data yang di dapat, terdapat 106 pasien yang akan melakukan operasi katarak siang itu. Seperti biasa pasien katarak umumnya akan disterilisasi, mulai dari mata sampai ke bagian kaki. Relawan Tzu Chi menyiapkan tempat cuci kaki bagi para pasien. Kebersihan sangatlah diperhatikan oleh relawan Tzu Chi, terlihat dari pasien yang tidak diizinkan masuk ke ruangan khusus memakai alas kaki dari luar. Hal ini menandakan kepedulian relawan Tzu Chi terhadap kesehatan para pasien.

foto  foto

Keterangan :

  • Dalam baksos kesehatan ini dilakukan pengobatan gratis kepada para pasien katarak, hernia, bibir sumbing, dan juga pemeriksaan gigi. (kiri)
  • Sebelum dilakukan operasi pada pasien katarak, relawan meneteskan obat mata ke pasien dan juga membersihkan bulu mata mereka. (kanan)

Kebahagiaan Sukijan
Sukijan, pasien katarak yang tinggal di Jalan Budi mulia, Pademangan Barat ini dalam keseharianya berkerja sebagai petugas kebersian di Ancol. Ia sudah mengalami katarak kurang lebih 1 tahun, namun belum memiliki biaya untuk melakukan operasi dikarenakan kekurangan biaya. “Saya tidak bisa operasi, mana ada uang untuk operasi mata, penghasilan saya sehari saja cuma 35.000 rupiah,” ceritanya saat ditemui di ruang tunggu operasi. Sukijan sangat bersyukur akhirnya dapat menjalankan operasi. Ia juga merasa baksos kesehatan yang di adakan oleh Yayasan Budha Tzu Chi ini berbeda, “Relawan di sini baik, semuanya benar-benar melayani  dengan sungguh-sungguh, biasanya di tempat lain tidak seperti ini,” lanjutnya sambil mengancungkan jempol.

Ada sepasang kakak beradik yang ditemui pada saat makan siang. Relawan Tzu Chi bukan hanya mengadakan baksos kesehatan saja, namun relawan Tzu Chi juga memerhatikan jam makan siang pasien. Bukan hanya pasien saja yang mendapatkan makan siang, namun kerabat pasien yang ikut mengantar pun mendapatkan makan siang. Saril dan Uhar mereka berdua mengalami katarak, namun katarak Uhar sudah menjalar di kedua matanya dan ia sudah tidak dapat berkerja. Untuk kebutuhan sehari-hari keluarga ini hanya tergantung oleh penghasilan istrinya yang berkerja sebagai buruh cuci.

foto  foto

Keterangan :

  • Dari data yang didapat, ada 106 pasien yang akan melakukan operasi katarak pada tanggal 26 Juni 2011. (kiri)
  • Semua relawan berharap baksos kesehatan ini dapat membantu meringankan beban para pasien.(kanan)

Saril dan Uhar, keduanya menerima bantuan oparasi katarak. Mereka berdua tinggal di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.  Mereka berdua pun berbagi cerita tentang perasaan mereka mengenai baksos yang berjalan hari ini. “Sebelumnya saya bekerja sebagai tukang las. Setelah saya merasa rabun pada kedua mata ini, saya sudah tidak bekerja lagi. Sekarang saya sudah selesai menjalakan operasi, sudah agak lebih baik,” cerita Uhar. Lain hal dengan Saril yang berkomentar tentang relawan Tzu Chi, “Relawan di sini bagus-bagus, sebelum dioperasi kaki kita dicuci terlebih dahulu, hal ini jarang sekali terlihat, apalagi mencuci kaki orang tua. Mereka baik-baik semua dan murah senyum, mereka memberi salam sampai menundukkan badan,“ ceritanya sambil ikut menunduk dan memperagakan salam khas Tzu Chi.

Semua relawan berharap dengan adanya baksos kesehatan ini dapat membantu meringankan beban mereka yang kesusahan dan berharap mereka dapat menjaga  tubuh mereka yang sudah diobati. Seperti yang dikatakan dalam Kata Perenungan Master Cheng Yen bahwa dengan kita menyayangi diri sendiri berarti membalas budi orang, bersumbangsih adalah perwujudan dari rasa berterima kasih.

  
 

Artikel Terkait

Gathering Mahasiswa Karir Tzu Chi : Menuai Wawasan Baru

Gathering Mahasiswa Karir Tzu Chi : Menuai Wawasan Baru

08 Desember 2014 Gathering program mahasiswa karir Tzu Chi yang ketiga diadakan di Galeri DAAI, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pada Minggu (7/12). Lebih dari 100 mahasiswa/i karir hadir dalam acara ini. Mereka berasal dari berbagai jurusan tahun pertama dan kedua. Turut hadir 30-an relawan pendamping.
Banjir Sumatera: Alat Berat Tzu Chi Buka Akses Aceh Tamiang

Banjir Sumatera: Alat Berat Tzu Chi Buka Akses Aceh Tamiang

10 Februari 2026

RelawanTzu Chi Medan terus bergerak membantu pemulihan dengan mengoperasikan alat berat dan dump truck untuk membuka akses serta menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di wilayah Kampung Kesehatan, Aceh Tamiang.

Bakti Sosial dan Bantuan Beras untuk Warga Kampung Warung Loa

Bakti Sosial dan Bantuan Beras untuk Warga Kampung Warung Loa

10 September 2024

Relawan Tzu Chi dari Bank Sinarmas menggelar bakti sosial kesehatan umum dan bantuan beras 5 kg bagi warga Kampung Warung Loa, Desa Sukaluyu, di Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor, Minggu (25/8/24).

Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -