Meringankan Derita Korban Kebakaran
Jurnalis : William (Tzu Chi Perwakilan Batam), Fotografer : Supardi, William (Tzu Chi Perwakilan Batam)|
|
| ||
| Kehadiran bencana mengingatkan pada kita untuk senantiasa bersyukur, karena segala kondisi selalu berubah. Seperti kebakaran yang terjadi di Batam, rumah warga setempat dilahap habis oleh si jago merah. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka kehilangan harta dan tempat tinggal. Kebakaran kali ini terjadi di dua lokasi, yakni Baloi Kebun dan Kampung Tua Telaga Punggur. Kedua kebakaran ini berturut-turut terjadi pada Minggu (14/7) dan Senin (15/7). Belum diketahui dengan pasti apa penyebab kebakaran, diduga api berawal dari konsleting listrik. Dalam musibah kali ini, tidak ada korban jiwa, tetapi korban materi yang diakibatkan berupa sekitar dua puluhan rumah habis terbakar dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal mereka.
Keterangan :
Bantuan dari Tzu Chi
Keterangan :
Koordinator bantuan musibah kali ini, Toni Djono Shixiong mengatakan tujuan dari bantuan kali ini adalah meringankan beban para korban. "Pada saat kita survei lokasi kita dikasih tahu para korban mereka mengusulkan alat-alat tulis untuk anak sekolah, susu untuk anak-anak, pakaian soal sebentar lagi mereka mau lebaran dan santunan," tambahnya. Musibah kebakaran kali ini merupakan sebuah ujian yang berat untuk para korban. Kerugian mereka dalam musibah kali ini adalah harta dan tempat tinggal. Meskipun demikian, yang bisa kita syukuri adalah tidak ada korban jiwa yang terjadi pada musibah kali ini. Semoga dengan bantuan cinta kasih dari insan Tzu Chi, mereka bisa bangkit kembali dari kesedihan serta semakin teguh menghadapi setiap masalah dalam kehidupan sehari-hari. | |||
Artikel Terkait
Berbagi Kesehatan untuk Generasi Masa Depan
31 Mei 2012 26 mei 2012 lalu. Para relawan yang tergabung di He Qi Selatan, tengah besibuk ria mengadakan baksos umum bagi para murid SD Dinamika, Bantargebang, Bekasi. SD yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang ini, terlihat biasa saja, tidak ada kesan kumuh dari tempat ini.
Pintu Gerbang Penggalangan Bodhisatwa
24 Desember 2012 Waktu berlalu dengan sangat cepat. Seiring berlalunya waktu satu hari, usia kehidupan kita juga berkurang satu hari. Setiap hari kita harus mengingatkan diri sendiri dengan perkataan ini. Setiap berlalunya satu hari, kita harus berpikir jika waktu telah berlalu satu hari lagi dan usia kita juga berkurang satu hari.










Sitemap