Metamorfosis Seekor Kupu-Kupu: Pendidikan Keteguhan dan Pantang Menyerah

Jurnalis : Rosy Velly Salim, Grace (He Qi Pusat), Fotografer : Rosy Velly Salim, Deddy (He Qi Pusat)

Keiyoshi Sidharta Wijaya, sangat antusias mengikuti kelas budi pekerti yang diadakan relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat.

Kelas bimbingan budi pekerti diadakan setiap minggu kedua setiap bulan di Tzu Chi Center, Gedung Gan En, PIK, Jakarta Utara. Kali ini, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat mengadakan bimbingan budi pekerti yang diikuti oleh tujuh murid kelas Qing Zi (pendidikan budi pekerti) besar, tiga murid kelas Qing Zi kecil, serta delapan murid kelas Tzu Shao. Murid-murid kelas Qing Zi mengikuti pelajaran dengan didampingi orang tua masing-masing. Sebanyak 60 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat, turut memberikan dukungan dan sumbangsih mereka untuk kelas budi pekerti ini pada Minggu, 11 Januari 2026.

Kelas dimulai pukul 08.30, diawali dengan penghormatan kepada Master Cheng Yen, dilanjutkan dengan silent sitting dan pembacaan ikrar. Sebanyak sembilan orang tua murid bersama-sama mengikuti latihan sebagai persiapan untuk kamp. Materi yang disampaikan dalam bentuk kisah inspiratif berjudul “Metamorfosis Seekor Kupu-Kupu”. Tema pelajaran pada hari itu adalah keteguhan dan pantang menyerah, dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami maknanya dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki semangat untuk mewujudkan harapan-harapannya.

Suasana pada saat kelas budi pekerti Tzu Chi dimulai. Para peserta didik sangat antusias mencatat setiap materi yang disampaikan.

Setelah mengikuti kelas budi pekerti Tzu Chi, Keiyoshi Sidharta Wijaya berniat untuk kedepannya ia akan lebih tekun lagi dan percaya diri.

Kichiko Adrich Yap (11), salah satu peserta didik kelas budi pekerti, merasa mendapat banyak Pelajaran dari kelas yang diikutinya. “Pelajaran yang saya dapatkan hari ini adalah bahwa hidup tidak selalu mudah, jadi kita harus pantang menyerah. Misalnya saat ujian, jika ada soal yang sulit, jangan langsung menyerah agar tidak mendapatkan nilai buruk. Jika tidak bisa mengerjakan, kerjakan dulu soal yang bisa dikerjakan” ucap Kichiko Adrich Yap.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Keiyoshi Sidharta Wijaya (14), setelah mengikuti kelas budi pekerti Tzu Chi, untuk kedepannya ia akan lebih tekun lagi dan percaya diri. “Saya mendapatkan pelajaran untuk menjadi lebih tekun dan percaya diri, saya senang karena gurunya baik. Materi tentang jejak digital sangat berkesan, walaupun riwayat sudah dihapus, jejaknya tetap ada. Karena itu kita harus bijak menggunakan media sosial, sebab sedikit saja bisa merusak masa depan. Pelajaran hari ini seru dan tidak membosankan, serta mengajarkan saya untuk menjadi lebih percaya diri dan bijak. “ungkap Keiyoshi Sidharta Wijaya.

Kichiko Adrich Yapsalah, salah satu peserta didik kelas budi pekerti, merasa mendapat banyak pelajaran dari kelas yang diikutinya seperti rasa pantang menyerah.

Selain materi tentang keteguhan dan pantang menyerah, kelas ini juga menghadirkan sebuah permainan untuk para peserta didik. Mereka tampak antusias mengikuti permainan yang dipandu para Gege dan Jiejie. Permainan yang dimainkan peserta didik berjudul Rintangan Berani, berupa estafet memasukkan gelang dengan variasi ukuran kecil, sedang, dan besar, serta setiap anak harus berjinjit saat menghampiri teman estafetnya.

Tujuan permainan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan luar biasa yang patut disyukuri. Potensi yang dimiliki seringkali terabaikan karena kebiasaan mengeluh dan kurangnya usaha. Pesan yang ditekankan untuk peserta didik adalah, selama ada usaha segala sesuatu mungkin dicapai. Peserta didik juga mendapatkan kutipan perenungan Master Cheng Yen: “Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.”

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Menanamkan Karakter Positif

Menanamkan Karakter Positif

14 Februari 2019

Tepatnya pada 10 Februari 2019, kelas perdana bimbingan budi pekerti He Qi Pusat diadakan di Kantor ITC Mangga Dua Lantai 6. Sebanyak 53 orang anak murid bersama orang tua wali dengan sukacita mengikuti bersama sesi pengenalan berupa sharing, permainan, dan keterampilan tangan.

Menanamkan Budi Pekerti Sejak Dini

Menanamkan Budi Pekerti Sejak Dini

28 November 2018

Menyadari pentingnya penerapan budi pekerti, para orang tua mengikutsertakan anak-anak mereka di Kelas Kata Perenungan Master Cheng Yen atau biasa disebut Kelas Budi Pekerti. Di kelas ini anak-anak mendapatkan bimbingan dari para guru untuk bersikap humanis dan melaksanakan budi pekerti yang baik.


Belajar dari Semangat Albert

Belajar dari Semangat Albert

04 November 2016 Divonis dengan talasemia tidak membuat Albert, seorang anak yang tengah beranjak remaja itu menjadi putus asa. Ia malah mencoba menjadi seseorang yang penuh semangat untuk menguatkan orang-orang di sekelilingnya.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -