Mewariskan Cinta Kasih dan Hati

Jurnalis : Nuraina (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)

foto
Tanggal 2 Maret 2014, relawan Tzu Chi memberikan pengajaran membuat prakarya dengan bahan dari barang daur ulang di Sekolah Dharma Bakti, Medan.

Hari itu tanggal 2 Maret 2014,  sebanyak 3 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi beserta 2 orang guru dari sekolah Home Schooling Kak Seto : Miss Eva dan Miss Ruli, bersama- sama menuju Sekolah Dharma Bakti, Lubuk Pakam. Walaupun sepanjang perjalanan ditemani kabut asap akibat kebakaran hutan di Pekan Baru dan sekitarnya, namun tidak menghentikan langkah para relawan menuju ke sekolah Dharma Bakti, jalan Bidan Desa Bakaran Batu, kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. 

Sekolah Home Schooling Kak Seto merupakan sekolah yang dirintis salah seorang relawan Tzu Chi yaitu Elisabeth Lily atau yang akrab disapa Lily. Lily juga ikut membantu pengajaran kerajinan tangan di sekolah Dharma Bakti karena Kerajinan tangan dan Peragaan isyarat tangan (shou yu) sudah masuk dalam program ekstra kurikulum sekolah Dharma Bakti.

Sekolah Dharma Bakti adalah sekolah yang mendapat bantuan dalam penambahan  ruangan belajar (ruang kelas) dari yayasan Buddha Tzu Chi tahun 2012. Sejak itulah sekolah ini sering mengikuti kegiatan - kegiatan Tzu Chi, seperti Waisak, bulan tujuh penuh berkah dan pemberkatan akhir tahun. Beberapa guru dari sekolah Dharma Bakti juga sudah ikut dalam barisan relawan Tzu Chi. Kini di Kota Lubuk Pakam, sudah terbentuk sebuah xie li baru.

Sebelumnya ada beberapa relawan biru putih yang mengikuti kegiatan Tzu Chi harus menempuh perjalanan jauh ke kota Medan. Sekarang mereka sudah bisa menangani survei kasus sendiri dan tidak lama lagi di Lubuk Pakam juga sudah ada Depo pelestarian lingkungan. Saat ini depo pelestarian lingkungannya masih dalam tahap pembangunan.

Menyayangi dan Melindungi Benda di Sekitar Kita
Di sekolah ini setiap hari Sabtu ada pelajaran ekstrakurikulum, antara lain: sepakbola (futsal), bulutangkis, taekwondo, musik, sains club, Inggris club, mandarin club ditambah dengan isyarat tangan dan kerajinan tangan dari Tzu Chi.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan mengajarkan kepada anak-anak jika barang-barang yang tidak berguna juga bisa dimanfaatkan kembali. Salah satunya dengan membuat prakarya (kiri).
  • Para murid dengan gembira menunjukkan hasil pekerjaan mereka (kanan).

Di kegiatan hari itu (2 Maret 2014), anak-anak belajar membuat prakarya. Prakarya kali ini adalah membuat boneka dari kaus kaki bekas. Diikuti oleh 14 murid Sekolah Dasar dan 4 orang guru sekolah Dharma Bakti. Keempat guru ini nantinya akan mengajari anak- anak sekolah menengah pertama dan Sekolah Menengah Atas. Untuk kelas SMP dan SMA ekstra kurikulumnya Sabtu pagi dan SD di siang hari.

Salah seorang guru juga memberikan pendapatnya jika kegiatan prakarya yang dilakukan oleh relawan sangat positif untuk anak-anak murid. " Anak- anak sangat senang diajarin relawan Tzu Chi dan saya harap kegiatan seperti ini bisa tetap berlanjut, karena selama ini prakarya kita dari bahan yang dibeli di toko, kalau ini kan bahannya dari barang yang tidak dipakai lagi" kata Eliana yang telah 8 tahun mengabdi menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa (guru).

Jenny, penanggung jawab atas kegiatan di sekolah Dharma Bakti sangat antusias mempersiapkan jadwal pengajaran. " Saya sangat senang melihat anak-anak di sini yang begitu semangat belajar apalagi anak-anak yang belajar isyarat tangan, mereka sangat cepat menguasai gerakan-gerakan yang diajarkan," tutur Jenny.

Mengajari anak-anak untuk membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang sesuai dengan kata perenungan Master Cheng Yen " Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas" dan " Hakikat terpenting dari pendidikan adalah mewariskan cinta kasih dan hati yang penuh rasa syukur dari satu generasi ke generasi berikutnya.”


Artikel Terkait

Berbagi Berkah Menyambut Hari Raya

Berbagi Berkah Menyambut Hari Raya

03 Juli 2018

Menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2018, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia turut serta berbagi berkah untuk umat muslim yang akan merayakan hari besar tersebut. Bentuk berkahnya pun berupa bantuan paket Lebaran untuk warga yang kurang mampu di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Serang, dan Cianjur, Jawa Barat. Total bantuan yang didistribusikan sebanyak 20.427 paket yang setiap paketnya berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, dan 1 dus (isi 40) Mi Instan DAAI.


Pemkab Banyumas Berikan Penghargaan untuk Tzu Chi Indonesia Atas Kontribusinya dalam Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni

Pemkab Banyumas Berikan Penghargaan untuk Tzu Chi Indonesia Atas Kontribusinya dalam Renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni

25 Juli 2025

Penghargaan untuk Tzu Chi ini sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menjalin Cinta Kasih di Timur Bali

Menjalin Cinta Kasih di Timur Bali

25 Agustus 2010 Kantor penghubung Tzu Chi Bali dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 65 pada hari Minggu tanggal 15 Agustus 2010 telah mengadakan misi kesehatan Bakti Sosial Kesehatan Gratis di bagian timur pulau Bali
Orang yang selalu bersumbangsih akan senantiasa diliputi sukacita. Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa dilimpahi berkah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -