Dalam kegiatan menyambut kepulangan rutin para Gan En Hu (penerima bantuan) dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi, relawan Tzu Chi, Ronaldo, mengawali acara dengan meditasi yang mengajak seluruh peserta untuk menenangkan diri dan memusatkan pikiran.
Dalam rangka menyambut Hari Ibu Internasional, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Petisah menggelar kegiatan kepulangan rutin para Gan En Hu (penerima bantuan) dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi di Kantor Tzu Chi Medan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 5 April 2026 ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Masa Kini yang Memiliki Cinta Kasih dan Berbakti kepada Orang Tua.” Peserta terdiri dari Gan En Hu dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi.
Kegiatan diawali dengan sesi pendaftaran sejak pukul 08.00 WIB, dimana para penerima bantuan dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi mulai berdatangan dan disambut oleh para relawan. Tepat pukul 08.45 WIB, acara resmi dibuka oleh relawan Tzu Chi, Ronaldo, selaku pembawa acara yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Ia mengawali acara dengan meditasi yang mengajak seluruh peserta untuk menenangkan diri dan memusatkan pikiran. Dalam momen ini, seluruh peserta diajak untuk menenangkan pikiran, merasakan ketenangan batin, serta membuka hati untuk menerima pesan-pesan kebaikan selama kegiatan berlangsung.
Anak asuh Tzu Chi duduk tenang dengan mata terpejam dalam sesi meditasi, menciptakan suasana hening, damai dan penuh ketenangan.
Sharing dan materi dari video ceramah Master Cheng Yen berjudul “Putri Yang Berbakti” dibawakan oleh, relawan Tzu Chi, Julia Anggelia.
Memasuki sesi berikutnya, para peserta diajak menyaksikan video ceramah Master Cheng Yen berjudul “Putri yang Berbakti”, yang dipandu oleh relawan Tzu Chi, Julia Anggelia. Melalui tayangan tersebut, para Gan En Hu dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi diajak merenungkan makna bakti kepada orang tua serta pentingnya menghargai kasih sayang yang telah diberikan tanpa batas. Pesan yang disampaikan sederhana namun sangat menyentuh hati.
Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing dan kuis interaktif yang dipandu oleh Julia. Suasana menjadi lebih hidup dan penuh semangat, terlebih dengan adanya hadiah bagi peserta yang aktif menjawab pertanyaan. Sesi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperdalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai yang telah disampaikan sebelumnya.
Melalui sesi ini, Julia mengingatkan pentingnya dua hal dalam kehidupan yang tidak boleh ditunda, yakni berbakti kepada orang tua dan berbuat kebaikan. Puncak acara diisi dengan sesi berbakti yang menjadi momen paling mengharukan. Dalam sesi ini, anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi diajak untuk merenungkan jasa dan pengorbanan orang tua, kemudian menyampaikan rasa terima kasih serta permohonan maaf secara langsung. Suasana haru pun tak terhindarkan ketika para anak memeluk orang tua mereka dengan penuh cinta.
Salah satu anak asuh Tzu Chi, Louis, memeluk ibunya dengan erat penuh kasih sayang dan keharuan.
Salah satu momen paling menyentuh datang dari seorang anak asuh bernama Louis. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan isi hatinya kepada sang ibu. "Saya belajar bagaimana cara berbakti kepada orang tua dengan baik dan benar. Momen ini sangat mengharukan karena saya bisa mengungkapkan perasaan terdalam kepada mama. Seiring bertambahnya usia, saya berharap mama selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dalam hidup ini. Terima kasih, Mama. I love you, Mama," ujar Louis sambil memeluk ibunya dengan erat.
Tangis haru pun menyelimuti ruangan, memperlihatkan betapa dalamnya kasih sayang antara anak dan orang tua. Momen ini menjadi pengingat bahwa cinta keluarga adalah hal yang tak ternilai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan isyarat tangan berjudul “Senyuman Terindah” yang dipandu oleh Liong Jen Lie bersama relawan lainnya. Melalui gerakan yang sederhana namun penuh makna, peserta diajak mengekspresikan cinta kasih dan kebahagiaan, menciptakan suasana hangat yang menyentuh hati.
Setelah penampilan isyarat tangan, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan dan harapan untuk kebaikan di masa mendatang. Kegiatan kemudian ditutup oleh Ronaldo dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Sebagai penutup, relawan membagikan santunan bulanan kepada para Gan En Hu dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi. Selain itu, mereka juga menerima mie goreng vegetarian dan kue mini sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan.
Koordinator kegiatan, Ardi Wijaya, membagikan makanan kepada anak asuh dan penerima bantuan Tzu Chi.
Ardi Wijaya, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa dalam kegiatan kepulangan Gan En Hu bersama anak asuh, tema yang diangkat adalah berbakti sebagai bentuk penyambutan Hari Ibu Internasional. Melalui tema ini, diharapkan generasi masa kini dapat menanamkan nilai cinta kasih sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua.
Sesi berbakti ini diharapkan menjadi wadah bagi anak asuh untuk belajar mengungkapkan rasa kasih sayang, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang mungkin pernah dilakukan, serta mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan orang tua selama ini. “Harapan saya, generasi muda ke depannya dapat semakin menyayangi orang tua dengan sepenuh hati, serta mampu berbakti dan membalas kebaikan orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, dan merawat mereka hingga dewasa,” ucap Ardi Wijaya.
Editor: Fikhri Fathoni