Misi Pelestarian Lingkungan: We Are Earth Saviors

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung) , Fotografer : Muhammad Dayar, Reynard Manggala (Tzu Chi Bandung)

Sosialisasi pelestarian lingkungan dengan tema We Are Earth Saviors ini terbuka untuk umum.

Muda-mudi Tzu Chi Bandung mengadakan sosialisasi misi pelestarian lingkungan dengan tema We Are Earth Saviors yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Sebanyak 74 peserta dari berbagai latar profesi mengikuti kegiatan yang digelar di Aula Jing Si Bandung pada 19 Juli 2023.

“Tujuannya untuk mengedukasi peserta untuk memulai ambil bagian tindakan untuk bersimpati empati dan berwelas asih demi bumi tercinta,” ungkap Ronny Christian, relawan Tzu Chi.

Tidak hanya pemamparan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, relawan juga mempraktikkan pengelolaan limbah rumah tangga yang bisa didaur ulang. Mereka mendemontrasikan pembuatan sabun dari limbah minyak goreng yang sudah tidak terpakai.

Muhammad Restu Al Farisy  (kanan) mempraktikkan pengelolaan limbah rumah tangga yang bisa didaur ulang yakni pembuatan sabun dari limbah minyak goreng dicampur dengan Eco Enzyme.

Tampak dr. Santy (kiri) relawan Medis Tzu Chi dan Ronny Cristian memaparkan pola hidup sehat.

“Saya membahas mengenai bagaimana kita bisa mengubah minyak jelantah menjadi sabun, tujuannya itu untuk merubah limbah skala rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujar Muhammad Restu Al Farisy relawan muda Tzu Chi Bandung.

Setelah pemamparan materi menjaga lingkungan dan membuat sabun, dr. Santy relawan Medis Tzu Chi memaparkan pola hidup sehat dan mengajak untuk mengonsumsi makanan vegetarian. Ia mempraktikkan bagaimana membuat Salad Roll with Pesto Dressing.

“Pola hidup vegetarian ini sangat berdampak baik untuk tubuh ditambah lagi untuk lingkungan. Saya tadi membuat Salad Roll varian makanan vegetarian yang sangat mudah enak dan juga benar-benar menyehatkan,” ucap dr. santy

Salad Roll with Pesto Dressing, mudah membuatnya, enak dan menyehatkan.

Fajrie Prasdhitio Anggono  (kedua kanan) dan Caecilia Sandyasti novita (kanan) bertekad lebih bijak lagi dalam menggunakan barang dan mempraktikkan pola hidup sehat.

Fajrie Prasdhitio Anggono (26) salah satu peserta mengaku senang dan banyak pelajaran yang bisa diambilnya dan bermamfaat untuk menjaga  lingkungan. “Kegiatan peduli lingkungan dan banyak kegiatan di dalamnya,  ada pembuatan  food vegetarian, ada pembuatan sabun dari minyak jelantah  dan eco enzyme. Sangat bermanfaat sekali karena ini memang kita harus aware terhadap lingkungan dan bumi agar kita bisa mewariskan bumi yang lebih sehat untuk anak cucu kita,” cerita Fajrie.

Hal serupa diungkapkan Caecilia Sandyasti (26). Ia mendapat pelajaran agar bisa lebih bijak lagi menggunakan barang dan bisa mengikuti pola hidup sehat serta melakukan sesuatu untuk menjaga bumi dari hal-hal kecil.

“Sangat penting tentunya mengingat situasi dari bumi sendiri sudah tidak sehat dengan kita melakukan gerakan kecil itu dapat membantu bumi dapat lebih baik lagi,” pungkasnya

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Penyuluhan Dan Baksos Kesehatan Untuk Warga Duri Kosambi

Penyuluhan Dan Baksos Kesehatan Untuk Warga Duri Kosambi

27 Januari 2015 Dalam rangka menyambut Ulang Tahun Depo Pelestarian lingkungan Tzu Chi Duri Kosambi yang ke-3, Insan Tzu Chi mengadakan bakti sosial dan penyuluhan kesehatan mengenai "Degeneratif Lansia"
Bazar Reuse, Demi Pelestarian Lingkungan, Lalu untuk Amal

Bazar Reuse, Demi Pelestarian Lingkungan, Lalu untuk Amal

07 Oktober 2019

“Sepuluh ribu dapat tiga potong. Ya! sepuluh ribu tiga jenis pakaian, tinggal dipilih saja. Ada juga pakaian wanita sepuluh ribuan, ada yang tiga puluh ribu. Harga ini tentu menentukan kualitas!” seru Eko Rahardjo, melalui pengeras suara di tengah hiruk pikuk warga yang tengah menyerbu Bazar Reuse di Balai Warga Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng.

Rekreasi dan Pelestarian Lingkungan Tzu Ching

Rekreasi dan Pelestarian Lingkungan Tzu Ching

22 September 2015
Mereka dengan sigap menyisir seluruh penjuru pantai dan mengambil sampah yang merusak pemandangan pasir putih Pulau Gusung. Sampah demi sampah dikumpulkan di dalam kantongan plastik, hanya dengan waktu satu jam hingga matahari terbenam.
Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -