Musibah di Malam Minggu

Jurnalis : Rianto Budiman (He Qi Timur), Fotografer : Rianto Budiman (He Qi Timur)
 
 

fotoSeorang warga menerima paket bantuan kebakaran dari relawan Tzu Chi. Sabtu Malam, 6 November 2010, terjadi kebakaran di wilayah Pademangan Barat yang menghanguskan 21 rumah dan 7 rumah rusak berat.

Bak peribahasa “Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, Sabtu malam,  6 November 2010, pukul 19.15 WIB terjadi musibah kebakaran di Pademangan Barat, tepatnya di  RT 003, RT 009 dan  RT 010/RW 05 dan juga rumah-rumah yang berdiri di pinggiran rel Kereta Api.  Kusnadi, Ketua RW O5 mengatakan bahwa di ketiga RT tersebut, sebanyak 21 rumah terbakar dan 7 rumah rusak yang terdiri atas 28 keluarga atau 156 jiwa. Sedangkan sebanyak 350 jiwa yang menghuni pinggiran rel Kereta Api kehilangan tempat tinggal mereka.

 

Satu Keluarga
Warga Pademangan Barat tentunya sudah tidak asing melihat relawan Tzu Chi dengan seragam biru putih maupun abu putih. Para relawan Tzu Chi sudah sekian lama menjalin jodoh baik dengan warga Pademangan Barat. Berbagai kegiatan pernah dan masih sering dilaksanakan di Kelurahan Pademangan Barat, misalnya Program Bebenah Kampung yang sudah memperbaiki 254 rumah di wilayah ini. Dari sini, tidak sedikit pula warga Pademangan Barat yang telah bergabung dalam barisan relawan Tzu Chi, maka tidaklah heran jika saat relawan Tzu Chi memasuki kawasan Pademangan Barat akan mendapat sapaan “shixiong” atau “shijie” dari warga di sana

foto  foto

Keterangan :

  • Akibat kebakaran ini sebanyak 21 rumah terbakar dan 7 rumah rusak yang terdiri atas 28 keluarga atau 156 jiwa. Sedangkan sebanyak 350 jiwa yang menghuni pinggiran rel Kereta Api kehilangan tempat tinggal mereka. (kiri)
  • Relawan Tzu Chi dari He Qi Utara sehari setelah kebakaran (Senin, 8 November 2010) langsung melakukan survei dan pada hari Selasa mulai memberikan paket bantuan kebakaran. (kanan)

Bagi insan Tzu Chi sendiri, terutama para relawan Xie Li 5 Hu Ai Pluit (wilayah He Qi Utara), warga Pademangan Barat sudah seperti sahabat lama bahkan sudah seperti saudara sendiri. Merasakan penderitaan para sahabat / saudara yang tertimpa musibah, para relawan dari wilayah He Qi Utara pada hari Selasa, 9 November 2010 mengunjungi para korban musibah kebakaran dan juga membagikan paket bantuan. “Sebanyak 23 relawan terlibat dalam kegiatan ini,” kata Yopie Budiyanto yang menjadi koordinator kegiaatan ini.

Ibu Sumarni, seorang warga RT 10/RW 05 bersama dua orang tetangganya Bapak Tarmin dan seorang ibu yang kebetulan bernama sama yaitu Ibu Sumarni— mereka bertiga rumahnya habis dilalap si jago merah— mengutarakan kegembiraannya dengan kedatangan para relawan Tzu Chi. Para relawan Tzu Chi tak perlu memperkenalkan diri, mereka sangat mengenal para sahabat/saudara mereka yang berkunjung. Kedatangan para relawan Tzu Chi ternyata dapat membuat mereka sementara melupakan kesedihannya. “Baik, bagus, menolong orang tanpa pandang bulu,” demikian komentar 2 orang ibu bernama Sumarni ini mengenai Tzu Chi. “The best-lah,” kata Pak Tarmin menimpali. Perhatian dari para relawan Tzu Chi memang dapat dirasakan oleh mereka, ibarat sahabat yang datang, peduli dan menolong mereka di kala duka.

foto  foto

Keterangan :

  • Kebakaran ini terjadi akibat dari kecerobohon seorang warga di bantaran rel kereta api. Belasan mobil pemadam kebakaran akhirnya dapat menjinakkan api selama 3 jam lebih.  (kiri)
  • Para relawan dari wilayah He Qi Utara menurunkan paket bantuan untuk warga yang terkena musibah kebakaran dari atas truk. (kanan)

Tiba-tiba terdengar lagu Tzu Chi “Ren Jian You Ai”  (Ada Cinta Kasih di Dunia) yang ternyata berasal dari telepon genggam penulis ketika sedang mengetik tulisan ini. Memang ada cinta kasih yang tulus dan universal di dunia. Kewajiban para insan Tzu Chi adalah untuk menebarkan cinta kasih ini universal ini ke seluruh penjuru dunia.

  
 

Artikel Terkait

Membantu Sesama Melalui Donor Darah

Membantu Sesama Melalui Donor Darah

24 November 2017

Membantu sesama tak memandang usia. Sama seperti yang dilakukan oleh Margareta, seorang ibu berusia 51 tahun yang turut bepartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan oleh Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas di Kantor Head Office Sinar Mas di Thamrin Jakarta, Rabu 23 November 2017.

New Normal Pelestarian Lingkungan

New Normal Pelestarian Lingkungan

10 Agustus 2020
Minggu, 26 Juli 2020, pukul 08.30, para relawan berkumpul di posko daur ulang Tzu Chi Batam. Berkumpulnya para relawan di posko ini mengawali mulainya New Normal untuk kegiatan pelestarian lingkungan. 
Satu Tangan Terulur, Seribu Tangan Membantu

Satu Tangan Terulur, Seribu Tangan Membantu

16 Maret 2009 Satu hal lagi yang membuat Vivi salut kepada Tan Nio adalah jiwa sosialnya yang sangat tinggi. Dalam kondisinya sekarang yang memprihatinkan, uang maupun makanan, Tan Nio tetap berusaha untuk bisa berbagi kepada orang lain yang lebih membutuhkan ataupun tetangganya. “Walaupun nggak punya uang, tapi dia tetap menyisihkan sedikit untuk orang lain.
Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -