Pariaman, Sum-Bar: Menyusuri Jejak Gempa

Jurnalis : Sutar Soemithra, Fotografer : Sutar Soemithra
 

fotoRelawan Tzu Chi menjelaskan sistem pendistribusian bantuan kepada Wali Nagari Gasan Gadang. “Kebiasaan kami memang memberikan bantuan secara langsung,” jelas Hok Lay. Pejabat Gasan Gadang rupanya telah menyiapkan data kerusakan akibat gempa secara rinci.

 

Kamis, 8 Oktober 2009 ini, bantuan tanggap darurat Tzu Chi untuk korban gempa Sumatera meliputi 3 kegiatan utama, yaitu survei terhadap wilayah calon penerima bantuan, baksos kesehatan keliling, dan pendampingan korban gempa di RS TNI Padang. Pukul 8 pagi, relawan meninggalkan posko Tzu Chi di Batang Anai, Padang menuju posko gabungan Tzu Chi dengan Kostrad di Pariaman. Relawan yang semuanya laki-laki tersebut kemudian dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan survei calon penerima bantuan di Gasan Gadang dan Larek nan Panjang.

 

Awalnya kami akan melakukan survei di Malalak Timur dan Barat juga, namun dibatalkan karena berdasarkan informasi dari Kepolisian Sektor, akses ke tempat tersebut sangat sulit dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama sekitar 1,5 jam.

Saya bergabung dengan relawan yang survei di Gasan Gadang. Kami berjumlah 9 orang. Kami menaiki sebuah mobil yang dipinjamkan oleh seorang relawan Tzu Chi dari Pekanbaru. Pukul 10.45 kami meninggalkan posko menuju Nagari (Desa) Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Pariaman. Sekitar pukul 11.45 kami tiba di kantor Wali Nagari Gasan Gadang. Harpandi, wali nagari, menerima kami dan menunjukkan data-data yang kami butuhkan. Ternyata mereka telah mempersiapkan data kerusakan akibat gempa lengkap dengan salinannya. “Kebiasaan kami memang memberikan bantuan secara langsung,” jelas Hok Lay menjelaskan sistem pemberian bantuan Tzu Chi.

foto  foto

Ket : - Dalam salinan data kerusakan yang diberikan oleh pejabat Gasan Gadang, terdapat 1.074 rumah rusak,              dengan rincian 406 rumah runtuh dan 668 rusak berat yang tersebar di 4 jorong atau dusun (kiri).
          - Banyak rumah yang dari depan terlihat masih baik, tapi ternyata di bagian belakang mengalami kerusakan.              Warga terpaksa menempati bagian yang tidak rusak meskipun masih khawatir jika terjadi gempa susulan.              (kanan)

Di Gasan Gadang terdapat 4 jorong (dusun), yaitu Koto Muaro, Piliang, Mandahiling, dan Tanjung. Dalam salinan data kerusakan yang kami peroleh, terdapat 1.074 rumah rusak, dengan rincian 406 rumah runtuh dan 668 rusak berat.

Kami ditemani wali jorong Koto Muaro, Piliang, dan Mandahiling melihat langsung keadaan rumah-rumah mereka. Mereka memandu kami menggunakan motor dan kami mengikutinya menggunakan mobil. Walaupun daerah pegunungan, tapi akses jalan ke wilayah-wilayah tersebut baik karena jalan telah beraspal. Tidak terlalu banyak rumah yang rusak seperti di daerah lain. Memang rata-rata dari depan terlihat rumah seperti tidak mengalami kerusakan, tapi ternyata kerusakan terjadi di bagian belakang.

  foto

Ket : Dengan membonceng sepeda motor wali jorong, relawan Tzu Chi melakukan survei. Wilayah berbukit dan           jarak antar rumah berjauhan ditambah kondisi jalan yang kurang mendukung membuat relawan harus dapat           menyesuaikan diri.

Ketika memasuki jorong Piliang, saya hanya berdua bersama Hok Lay Shixiong yang melakukan survei. Kami dibonceng sepeda motor, sedangkan relawan lain menunggu di mobil. Tidak berapa lama motor berjalan, kami bertemu dengan sebuah rumah yang ambruk. Pemilik rumah sedang beraktivitas di warung kecil depan rumah mereka yang tidak ambruk. Kami pun menghampiri mereka. Gempa kali ini ternyata meninggalkan kisah unik bagi pemilik rumah tersebut. Ali, si pemilik rumah yang masih cukup muda, tinggal bersama istrinya. Ketika gempa, Ali sedang sakit panas sampai-sampai kakinya menjadi lumpuh. Ajaib! Ketika gempa mengguncang, ia tiba-tiba bisa berlari kencang sehingga selamat dari bencana.

Malam harinya data-data dan gambaran keadaan calon wilayah penerima bantuan dibahas di rapat bersama relawan lain di posko. Melihat keadaan Gasan Gadang yang tidak terlalu parah dan tidak terlalu mendesak untuk diberi bantuan, tim tanggap darurat Tzu Chi memutuskan untuk menunda dulu pemberian bantuan ke Gasan Gadang. Pemberian bantuan akhirnya dilakukan untuk Larek nan Panjang terlebih dahulu.

 
 

Artikel Terkait

Teladan bagi Buah Hati

Teladan bagi Buah Hati

14 Desember 2008 Di Indonesia, dulu, usia pernikahan tergolong dini. Banyak perempuan berusia belasan tahun yang sudah melahirkan anak. Bagaimana cara mereka mendidik anak, adalah sebagaimana orangtua dulu mendidik mereka. Tapi sekarang, proses mendidik anak memiliki tantangannya sendiri. Perubahan zaman membuat rasa hormat anak pada orangtua semakin berkurang, begitu pula kemampuan orangtua untuk memberikan bimbingan pada anak semakin menurun.
Bersatu Hati Memperpanjang Barisan Tzu Chi

Bersatu Hati Memperpanjang Barisan Tzu Chi

24 Mei 2022

Relawan Tzu Chi Medan komunitas Titi Kuning mengadakan acara Gathering Relawan pertama dengan total 29 relawan dan 9 calon relawan di Depo Pelestarian Lingkungan Titi Kuning.

Pembangunan Sekolah Tzu Chi di Palu

Pembangunan Sekolah Tzu Chi di Palu

29 Juli 2020

Hari Selasa, 28 Juli 2020, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi di Palu, Sulawesi Tengah. Sekolah yang berada di area Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako Palu ini terdiri dari jenjang TK dan SD.

Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -