PAT Tzu Chi Pekanbaru: Menyemai Benih Kebajikan di Usia ke-60 Tahun Tzu Chi

Jurnalis : Meiliana Mimi (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Arya Putra, Kho Ki Ho, Pricilla, Kenji, Marsally, Tommy, Yuli, Amy, Lina Lecin (Tzu Chi Pekanbaru)
Para peserta saat sesi berdoa pada pelaksanaan Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Pekanbaru.

Acara Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Pekanbaru tahun ini diselenggarakan dalam empat sesi berbeda sebagai bentuk pelayanan yang lebih tertata dan penuh perhatian. Setelah pada minggu sebelumnya, pada Minggu, 25 Januari 2026, sesi relawan dilaksanakan dalam bentuk Persamuhan Dharma dengan pembacaan Sutra Makna Tanpa Batas dan Sutra Teratai. Rangkaian acara dilanjutkan pada Minggu, 1 Februari 2026 untuk sesi kelas budi pekerti (pukul 10.00–12.00 WIB), serta tiga sesi bagi donatur dan simpatisan Tzu Chi (pukul 13.00–15.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB).

Sejak pagi hari, suasana di Tzu Chi Pekanbaru telah dipenuhi wajah-wajah penuh sukacita. Para relawan dengan seragam rapi menyambut setiap tamu yang hadir dengan senyum tulus. Tahun ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan usia Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memasuki 60 tahun, sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari ketulusan hati di Taiwan, hingga kini menjangkau 68 negara di dunia.

Sambil menunggu dimulainya acara utama, para hadirin diajak untuk mengenang kembali sejarah awal berdirinya Tzu Chi, melalui berbagai stan interaktif yang telah dipersiapkan. Para tamu dapat menyusuri jejak langkah kebajikan yang telah dirintis sejak enam dekade silam.

Para peserta orang tua dan anak datang ke stan suguh teh, disana para anak menyuguhkan the kepada orang tuanya.

Dalam kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Pekanbaru, juga menghadirkan stan pemeriksan kesehatan yang dibuka oleh tim medis TIMA.

Sebanyak 12 stan hadir memeriahkan suasana, masing-masing menghadirkan nilai dan makna tersendiri. Terdapat stan photo booth sekaligus galang relawan dan donasi untuk DAAI TV, stan hias celengan yang mengajak peserta menghias simbol tabungan kebajikan, stan suguh teh oleh tim pendidikan yang menyajikan kehangatan dalam secangkir teh, stan vegetarian, hingga terdapat stan konsultasi kesehatan oleh TIMA (Tzu Chi International Medical Association) Indonesia.

Setiap stan dihias dengan penuh kreativitas dan sentuhan estetika yang sederhana namun elegan. Antusiasme pengunjung terlihat jelas; mereka berpindah dari satu stan ke stan lainnya dengan rasa ingin tahu dan kekaguman. Tidak sedikit yang berhenti cukup lama untuk berdialog dengan relawan, menggali cerita, dan memahami lebih dalam misi kemanusiaan Tzu Chi.

Para peserta Pemberkahan Akhir Tahun menuliskan harapan dan doa di secarik kertas.

Kekaguman yang Tumbuh dari Hati
Di antara para tamu yang hadir, Muhammad Suhindra menjadi salah satu sosok yang merasakan kesan mendalam. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tzu Chi Pekanbaru. Sejak menjelajahi stan-stan di lantai satu dan dua, hingga mengikuti acara Pemberkahan Akhir Tahun di lantai tiga, ia mengaku tak henti merasa takjub.

“Pada prinsipnya, apa yang diajarkan dalam keyakinan saya, semuanya dilakukan di Tzu Chi. Saya tidak menyangka Tzu Chi termasuk yang pertama kali turun saat tsunami Aceh. Dan yang lebih tidak disangka lagi, Tzu Chi sudah sampai ke Afrika dan hadir di 68 negara. Perlu bagi kita untuk mengeksplor lebih jauh apa yang Tzu Chi lakukan, supaya semakin banyak masyarakat mengenal Tzu Chi,” ungkapnya dengan nada penuh sukacita.

Salah satu peserta, Muhammad Suhindra merasakan kesan mendalam setelah mengikuti gelaran acara, serta merupakan kunjungan pertamanya ke Tzu Chi Pekanbaru.

Pengalaman yang dirasakan Muhammad Suhindra menjadi gambaran bagaimana kegiatan ini tidak sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum perjumpaan hati. Melalui ruang-ruang sederhana yang dipenuhi cerita nyata tentang bantuan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, pendidikan karakter, hingga pembangunan hunian tetap, para hadirin diajak melihat bahwa kebajikan dapat tumbuh dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Rangkaian Acara Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi Pekanbaru dan kota-kota sekitarnya pun telah selesai dirangkum dengan penuh rasa syukur. Namun lebih dari sekadar berakhirnya acara, harapan justru baru dimulai. Setiap pertemuan diharapkan menjadi benih jalinan jodoh baik. Sebuah kesempatan untuk bersama-sama berjalan di jalan bodhisatwa, untuk menebarkan cinta kasih tanpa batas. Di usia ke-60 ini, Tzu Chi tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menguatkan tekad untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Kolaborasi Harmonis He Qi Pusat dan He Qi Cikarang Gelar Pemberkahan Awal Tahun

Kolaborasi Harmonis He Qi Pusat dan He Qi Cikarang Gelar Pemberkahan Awal Tahun

21 Februari 2025

Komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Pusat dan He Qi Cikarang mengadakan Pemberkahan Awal Tahun yang dihadiri 250 relawan dan donatur kedua komunitas, Minggu 16 Februari 2025.

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 Tzu Chi Makassar: Momen Sukacita dan Syukur Bersama Tzu Chi

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 Tzu Chi Makassar: Momen Sukacita dan Syukur Bersama Tzu Chi

21 Januari 2025

Pemberkahan Akhir Tahun 2024 Tzu Chi Makassar merayakan semangat kebersamaan dan kebaikan melalui berbagai kisah inspiratif, diikuti dengan peluncuran Komunitas Tunas untuk relawan muda.

PAT 2025: Ketika Kebajikan Menjadi Warisan Keluarga

PAT 2025: Ketika Kebajikan Menjadi Warisan Keluarga

02 Februari 2026

Pemberkahan Akhir Tahun Tzu Chi 2025 yang digelar Tzu Chi Indonesia di Aula Jing Si, PIK, Jakarta Utara menampilkan kisah kebajikan yang tumbuh dalam keluarga dan berlanjut dalam pelayanan kemanusiaan lintas generasi.

Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -