Pemberkahan Akhir Tahun 2025: Jangan Pernah Mundur, Selalu Mengingat Tekad Awal

Jurnalis : Meiliana, Wismina (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Cindy Clara Desli, Tommy Sulianto, Tomy (Tzu Chi Pekanbaru)

Tzu Chi Pekanbaru kembali menggelar acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025 pada Minggu, 25 Januari 2026 yang diikuti 92 relawan.

Insan Tzu Chi Pekanbaru kembali menggelar acara Pemberkahan Akhir Tahun 2025 pada Minggu, 25 Januari 2026 khusus internal relawan yang dikemas menjadi Persamuhan Dharma. Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen dengan welas asih dan kebijaksanaan telah membentangkan setiap inci jalan dengan cinta kasih dan menghubungkan jalinan kasih sayang yang penuh kesadaran hingga ke seluruh dunia.

Hal ini mengingatkan akan sosok guru pembimbing seperti dalam bab Kota Bayangan dari Sutra Teratai. Pada bab Kota Bayangan ini terdapat kisah tentang sekelompok orang yang mendaki gunung dari dataran rendah, mereka menempuh perjalanan yang penuh rintangan dan berniat untuk berjalan kembali.

Wakil Ketua Tzu Chi Pekanbaru, Elisah menjelaskan ketulusan dalam menyelami Dharma melalui persamuhan ini merupakan wujud persembahan kepada Master Cheng Yen.

Pembimbing mereka yang bijak berkata. “Kalian telah berjalan sampai di sini. Jangan berjalan kembali. Perjalanan kembali akan penuh rintangan. Lihatlah, tempat kita beristirahat ini hanyalah kota bayangan. Tempat tujuan kita sudah dekat. Mari kita berjalan maju lagi. Jadi, walau sudah tiba di kota bayangan, kita masih perlu berjalan maju menuju tempat tujuan kita.” Tujuan kita ialah menjadi makhluk berkesadaran. Demikian juga dengan Master Cheng Yen yang secara bertahap membimbing insan Tzu Chi melalui 4 Misi 8 Jejak Dharma melewati satu demi satu kota bayangan dalam menapaki Jalan Bodhisatwa.

Sebanyak 92 relawan Tzu Chi Pekanbaru menjadi bagian dari persamuhan dengan melantunkan Gatha Pembuka Sutra yang dilanjutkan dengan lantunan penggalan Sutra Makna Tanpa Batas Bab Sifat Luhur dan Bab Pembabaran Dharma. Para peserta kegiatan ini terdiri dari beragam usia, ada yang masih anak-anak hingga lanjut usia, para Bodhisatwa ini tampak khidmat menyelami persamuhan.

Para peserta Pemberkahan Akhir Tahun 2025 mendengarkan wejangan dari Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen yang menyampaikan bahwa kita harus semangat menapaki jalan Bodhisatwa dari kehidupan ke kehidupan.

Persamuhan ini dilanjutkan dengan lagu “Planet Minor Tzu Chi”  yang mengisahkan sebuah planet minor yang dinamai Tzu Chi oleh Observatorium Universitas Nasional Chung Yang, Taiwan. Bagaikan planet minor yang terus berputar, Misi Tzu Chi akan terus berjalan. Dan sebagai penutup, dipersembahkan Li Ti Liu Li (bola kristal berporos yang sama), penggalan dari lagu Qin Xing Song (Himne Ajaran Jing Si).

“Kita jangan gampang menyerah, harus tetap semangat menjalani kehidupan ini, waktu demi waktu pasti kita akan mencapai tujuan kita”ungkap Valerie murid Tzu Shao yang turut menjadi Bodhisatwa persamuhan. Demikian juga Edward, relawan Tzu Ching mengatakan bawah akan bertekad dan lebih gigih, lebih rajin lagi menyelami sutra dan mempraktikkannya dari sekarang.

Relawan Tzu Chi Pekanbaru berikrar kepada Master Cheng Yen dalam kegiatan Pemberkahan Akhir Tahun 2025.

Evelyn, salah satu peserta yang baru pertama kali mengikuti Persamuhan Dharma juga mengungkapkan pengalamannya. Dalam kegiatan ini, ia juga merupakan bagian dari Tim Benih (tim pengajar). “Selama latihan pasti ada kendala, cuma kendala itu tapi bukanlah hal besar. Karena yang kita jalankan ini tujuan akhirnya mau mencapai sebuah persamuhan yang bisa kita persembahkan kepada Shang Ren (Master Cheng Yen). Setelah melihat persamuhan tahun ini, saya merasa terharu bisa melihat semua menyatukan hati dan pikiran mengikuti persamuhan, dan saat melakukan gerakan, pas tampil, pun bisa merasa terharu karena semuanya berusaha, memaksimalkan dan memberikan yang terbaik dari diri mereka,” jelas Evelyn.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel Terkait

PAT 2025: Memetik Pelajaran Berharga dari Tiga Kisah yang Penuh Makna

PAT 2025: Memetik Pelajaran Berharga dari Tiga Kisah yang Penuh Makna

11 Februari 2025

Pemberkahan Awal Tahun 2025 yang diselenggarakan Tzu Chi Indonesia memberikan banyak inspirasi dari kisah kesungguhan dan ketulusan para relawan Tzu Chi di masyarakat.

PAT 2025: Wujud Cinta dan Penghormatan kepada yang Terkasih

PAT 2025: Wujud Cinta dan Penghormatan kepada yang Terkasih

10 Februari 2025

Pada Pemberkahan Awal Tahun 2025 ini, terdapat 13 orang yang dilantik menjadi komisaris kehormatan Tzu Chi (rong dong). Kisah Elisa Tsai dan juga Budiankes dapat menjadi refleksi tentang arti sebuah dedikasi.

PAT 2025: Menjadi Cahaya Bagi Sesama Melalui Jalan Bodhisatwa

PAT 2025: Menjadi Cahaya Bagi Sesama Melalui Jalan Bodhisatwa

09 Februari 2025

Momen penuh makna kembali tersaji di Aula Jing Si Indonesia (9 Februari 2025), dalam Pemberkahan Awal Tahun 2025. Sebanyak 2.158 peserta yang terdiri dari relawan, staf badan misi, serta donatur, larut dalam suasana kekeluargaan. 

Setiap manusia pada dasarnya berhati Bodhisatwa, juga memiliki semangat dan kekuatan yang sama dengan Bodhisatwa.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -