Pawai Cinta Lingkungan, Tzu Chi Singkawang Tanamkan Semangat Pelestarian Lingkungan

Jurnalis : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Jak Po (Tzu Chi Singkawang)

Relawan dan siswa SMA Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi memulai kegiatan dengan pawai sosialisasi peduli lingkungan di area Car Free Day Taman Cahaya Madani, Singkawang.

“Asyik dan seru!” begitu komentar spontan siswa-siswi SMA Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi (SCKT) setelah mengikuti Sosialisasi Misi Pelestarian Lingkungan yang diselenggarakan Tzu Chi Singkawang, Minggu 19 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di area Car Free Day (CFD) Taman Cahaya Madani, depan Kantor Wali Kota Singkawang, ini terasa berbeda dari biasanya. Jika pada kegiatan pelestarian sebelumnya relawan mengawali hari dengan senam bersama, kali ini mereka memulainya dengan pawai keliling area CFD sambil membawa pesan-pesan cinta lingkungan.

Dengan jumlah peserta sebanyak 50 relawan, pawai sosialisasi ini sukses menarik perhatian para pengunjung CFD maupun para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang Jalan Firdaus. Relawan dibagi menjadi lima tim. Masing-masing tim membawa spanduk berisi ajakan peduli lingkungan, seperti “Dengan Kedua Tangan, Kita Selamatkan Bumi” dan “Mari Hidup Bersih dan Ramah Lingkungan”.

Peserta pawai membawa spanduk bertuliskan ajakan ramah lingkungan seperti “Dengan Kedua Tangan, Kita Selamatkan Bumi”.

Nashrul Sasmita Maulidi (kiri) menyampaikan sosialisasi melalui narasi.

Selain melalui tulisan, sosialisasi juga disampaikan melalui narasi edukatif menggunakan pengeras suara oleh Nashrul Sasmita Maulidi dan Raka Tyaga Budi, dua guru SMA SCKTC yang turut berperan aktif dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan memilah sampah. Sementara itu, relawan lain berjalan membawa kantong putih untuk menampung sampah bersih (dapat didaur ulang) dan kantong hitam untuk sampah kotor (tidak dapat didaur ulang). Melalui cara sederhana ini, masyarakat diharapkan bisa memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Sosialisasi ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satunya datang dari Ibu Pia Khatijah, seorang pedagang kue yang ikut memperhatikan kegiatan tersebut.

“Bolehkah kami menyumbangkan ilmu memanfaatkan barang-barang bekas dari plastik untuk menjadi karya keterampilan yang indah dan bernilai jual?” tanya Ibu Pia dengan antusias.

“Oh, boleh sekali! Kami sangat senang apabila setelah jualan Ibu dapat bergabung dengan kami di halaman Perpustakaan Daerah untuk memilah barang-barang daur ulang,” sambut Susiana Bonardy Sijie, salah satu relawan Tzu Chi dengan penuh semangat.

Relawan memilah sampah daur ulang hasil pawai bersama siswa-siswi SMA SCKTC di tenda utama.

Suasana penuh kebersamaan saat relawan dan siswa memilah sampah bersama sebagai wujud cinta terhadap bumi.

Setelah kegiatan pawai dirasa cukup, para relawan kembali ke tenda utama sambil membawa hasil kumpulan sampah daur ulang. Mereka kemudian memilah bersama-sama dengan sampah daur ulang yang telah dibawa dari rumah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, relawan dan siswa-siswi SCKT tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam aksi nyata mencintai bumi. Dengan langkah kecil dan hati besar, relawan Tzu Chi terus mengajak masyarakat untuk hidup bersih, memilah sampah, dan mencintai bumi. Karena bumi yang bersih adalah warisan berharga bagi generasi mendatang.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Tetap Menjalankan Misi Pelestarian Lingkungan

Tetap Menjalankan Misi Pelestarian Lingkungan

10 Juli 2020

Di masa pandemi virus corona ini relawan Tzu Chi Palembang tetap berupaya melaksanakan Misi Pelestarian Lingkungan. Bagaimana betuknya? Salah satunya dengan mendukung instansi di sekitar dengan memberikan bantuan fasilitas atau medium demi terwujudnya lingkungan yang bersih. Seperti bantuan enam unit bak sampah portabel kepada Polda Sumatera Selatan.


Bertambahnya Depo Daur Ulang Tzu Chi di Jakarta

Bertambahnya Depo Daur Ulang Tzu Chi di Jakarta

11 Desember 2017
Wajah bahagia usai menarik kain selubung merah yang menutup papan nama depo, terlihat di wajah relawan. Nama Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK, terbaca dengan jelas setelah selubung merah itu jatuh. Tepuk tangan lalu bergemuruh terdengar dari relawan Tzu Chi yang hadir dalam peresmian Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center, PIK.
Sosialisasi Pelestarian Lingkungan

Sosialisasi Pelestarian Lingkungan

08 April 2022

Pada Sabtu, 2 April 2022, relawan Tzu Chi Batam komuitas Hu Ai Nagobeng mengadakan kegiatan Sosialisasi Pelestarian Lingkungan di Perumahan Oceanic Bliss Cluster Avante dan Cluster Modern, Kota Batam.

Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -