Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan Bumi

Jurnalis : Jupiter (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Indra Wijaya, Jupiter, Marlin Sunaryo (He Qi Jakarta Barat 3)

Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Hu Ai Taman Sari) melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan dengan memilah barang daur ulang di Jl. Kejayaan No. 3, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Hu Ai Taman Sari) mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan pada Minggu, 17 Mei 2026 yang berlangsung di Jl. Kejayaan No. 3, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat. Kegiatan yang melibatkan relawan Xie Li Glodok dan Xie Li Mangga Besar ini menjadi ruang bagi para relawan untuk bersama-sama merawat lingkungan melalui aksi nyata yang sederhana namun penuh makna.

Kegiatan dimulai tepat pada pukul 08.00 pagi. Bahkan sebelum para relawan hadir, relawan konsumsi telah lebih dahulu memasak makanan dengan penuh perhatian dan ketulusan. Semangat melayani dan saling mendukung sudah terasa sejak pagi hari.

Acara diawali dengan sesi perkenalan serta penjelasan mengenai cara memilah sampah yang disampaikan oleh Eti selaku PIC Pelestarian Lingkungan Xie Li Glodok. Para relawan diajak memahami bahwa setiap sampah yang dipilah dengan baik masih memiliki nilai dan manfaat bagi kehidupan. “Mengubah sampah menjadi emas, dari emas menjadi cinta kasih. Karena barang-barang yang dianggap tidak berguna ternyata masih dapat memberi manfaat sekaligus menghadirkan kepedulian bagi sesama dan bumi,” jelas Eti.

Eti selaku PIC Pelestarian Lingkungan Xie Li Glodok sedang menjelaskan cara memilah botol plastik yang masih dapat didaur ulang kepada para relawan.

Setelah sesi pengarahan selesai, para relawan mulai memilah berbagai jenis barang bekas seperti botol plastik, barang elektronik, tas, pakaian, sepatu, dan barang lainnya yang masih dapat di daur ulang. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kerja sama dan sukacita.

Tepat pada pukul 09.00 pagi, seluruh relawan bersama-sama mengikuti doa bersama secara serentak. Dalam doa tersebut, para relawan memanjatkan harapan agar dunia terbebas dari bencana dan penderitaan, serta agar seluruh umat manusia dapat bersatu dalam kasih sehingga tercipta dunia yang penuh cinta dan damai.

Kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran 12 relawan kembang yang merupakan mahasiswa BINUS University. Kehadiran generasi muda ini menjadi harapan bahwa semangat menjaga bumi akan terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Setelah kegiatan memilah selesai, para relawan membagikan brosur kepada warga sekitar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memilah sampah. Para relawan juga mengajak warga untuk mengumpulkan botol serta mendonasikan pakaian layak pakai dan berbagai barang lainnya yang masih dapat dimanfaatkan kembali. Warga diajak membawa barang-barang tersebut ke titik pilah yang diadakan rutin setiap minggu ke-3 di setiap bulannya.

Kebersamaan para relawan Tzu Chi dan 12 relawan kembang yang merupakan mahasiswa BINUS University saat bergotong royong mengangkat barang-barang hasil pilahan ke atas mobil truk.

Di akhir kegiatan, seluruh relawan menikmati makan siang bersama yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para relawan membagikan kesan serta harapan mereka terhadap kondisi lingkungan saat ini. Banyak relawan menyampaikan keprihatinan terhadap semakin banyaknya sampah di bumi dan polusi udara akibat pembakaran sampah sembarangan. Namun dibalik keprihatinan tersebut, tumbuh pula harapan bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama.

Menjaga Lingkungan Dimulai dari Diri Sendiri
Wakil Koordinator Bidang Pelestarian Lingkungan Hu Ai Taman Sari, Juliana, menyampaikan bahwa bumi saat ini sudah dipenuhi tumpukan sampah sehingga pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, memilah sampah setiap hari dapat membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjaga kehidupan makhluk hidup, terutama di laut.

“Kebiasaan membakar sampah dapat mencemari udara dan merusak kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus membiasakan diri memisahkan sampah yang masih dapat didaur ulang dan turut mengedukasi orang-orang di sekitarnya agar lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Juliana.

Relawan Tzu Chi, Budiman dan Prana mengunjungi rumah warga dan lingkungan sekitar untuk membagikan brosur serta mengajak masyarakat ikut mengumpulkan sampah untuk didaur ulang dan barang layak pakai.

Jansen, salah satu relawan kembang sekaligus mahasiswa jurusan Sistem Informasi di BINUS University, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat sekitar.

“Kondisi lingkungan perkotaan saat ini semakin tercemar oleh sampah dan polusi udara sehingga kesadaran menjaga bumi perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Saya berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan bentuk cinta kasih bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik,” ungkap Jansen.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel Terkait

Membentuk Barisan Peduli Lingkungan

Membentuk Barisan Peduli Lingkungan

23 Februari 2015 Sosialisasi kegiatan Pelestarian Lingkungan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada warga bahwa setiap bulan di minggu pertama akan diadakan kegiatan PL di wilayah tersebut.
Tzu Chi Medan Turut Peringati Hari Bumi

Tzu Chi Medan Turut Peringati Hari Bumi

25 April 2025

Dalam rangka memperingati Hari Bumi, relawan Tzu Chi di Medan menggelar serangkaian aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari pemilahan sampah, edukasi daur ulang, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. 

Mengajak Generasi Muda untuk Cinta Lingkungan

Mengajak Generasi Muda untuk Cinta Lingkungan

10 September 2024

Para siswa serta guru SMA Pelita Fajar mengikuti sosialisasi pelestarian lingkungan dari relawan Tzu Chi Bandung. Dengan sukacita mereka mengikuti pemaparan mengenai visi dan misi Tzu Chi, serta mempraktikkan cara memilah barang daur ulang.

Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -