Pelatihan Relawan Abu Putih: Dengan Adanya Tekad Baru Akan Muncul Kekuatan
Jurnalis : Rifandi, Lestin Trisiati (He Qi Jakarta Utara 3), Fotografer : Rifandi, Lestin Trisiati, Vincent Salimputra (He Qi Jakarta Utara 3)
Suasana materi dan pembelajaran shouyu (isyarat tangan) melalui lagu Tiga Tiada yang diikuti peserta Pelatihan Relawan Abu Putih ke-2 sebagai bagian dari penanaman nilai luhur relawan Tzu Chi.
Sejak jauh hari, para panitia telah mempersiapkan berbagai materi dan sesi yang akan dibawakan dalam kegiatan Pelatihan Relawan Abu Putih ke-2. Pada hari pelaksanaan, sejak pagi hari para panitia sudah hadir dan bersiap menyambut para peserta yang datang untuk mengikuti Training AP 2.
Pada Minggu, 25 Januari 2025, sejak pukul 07.30 WIB para peserta sudah mulai berdatangan dan disambut dengan lagu Selamat Datang, para peserta diminta untuk melakukan pendaftaran berdasarkan Hu Ai nya masing-masing yaitu dari Hu Ai Pluit dan Hu Ai Muara Karang, kemudian peserta langsung di arahkan ke ruang break berdasarkan grupnya masing-masing sebelum diarahkan ke dan tidak di Exhibition Hall Lantai 1, sehingga pelatihan dapat segera di mulai tepat waktu sesuai yang telah di rencanakan.
Kegiatan pelatihan kali ini mengangkat tema “Ada Tekad, Baru Ada Kekuatan”. Secara filosofis, tema kali ini mengisahkan tentang pentingnya tekad yang dijaga secara konsisten. Mulai dari tekad Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) untuk menjadi bhiksuni, mendirikan rumah sakit, hingga tekad ibu-ibu rumah tangga mengumpulkan dana untuk misi amal.

Dengan penuh ketulusan, Amelia, relawan Tzu Chi membawakan materi Gan En, Zun Zhong, dan Ai sebagai nilai dasar dalam menapaki jalan kebajikan relawan Tzu Chi.

Penyerahan seragam abu putih kepada relawan baru Tzu Chi, Mayasari Dewi, Fitri Yanti, Zulkifli, dan Eddy Gunawan Yo (dari kiri ke kanan), dalam rangkaian Pelatihan Abu Putih.
Materi pelatihan di bawakan oleh para pembicara dengan penuh kesungguhan. Sesi diawali dengan kisah perjalanan Master Cheng Yen yang disampaikan oleh relawan Tzu Chi, Auliani, kemudian dilanjutkan dengan berbagai materi yang berkaitan dengan Empat Misi dan Delapan Jejak Langkah Tzu Chi.
Materi Misi Kesehatan dibawakan oleh Agus Hartono, materi Gan En, Zun Zhong, dan Ai dibawakan oleh Amelia, struktur 4 in 1 disampaikan oleh Lie Na, serta sesi Galang Hati Galang Dana dibawakan oleh Martha Khosyahri, mereka semua adalah relawan Tzu Chi yang dengan penuh cinta kasih berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta.
Selain itu, para peserta juga diajak untuk belajar shouyu (isyarat tangan) melalui lagu Tiga Tiada, yang mengisahkan tiga prinsip yang selalu dipegang oleh Master Cheng Yen, yaitu tiada yang tak kukasihi, tiada yang tak kupercayai, dan tiada yang tak kumaafkan.
Para peserta tampak antusias mengikuti dan menyimak setiap materi yang disampaikan oleh para pembicara. Melalui Pelatihan Relawan Abu Putih ini, para panita berharap seluruh peserta yang hadir dapat menumbuhkan tekad yang kuat dan semangat untuk meneladani Master Cheng Yen, satu tekad yang dijalankan seumur hidup dalam melangkah di jalan Bodhisatwa.

Sebanyak 49 peserta mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih ke-2 di Tzu Chi Center, PIK.
Meneguhkan Tekad di Balik Seragam Abu Putih
Pergantian seragam abu putih Tzu Chi menjadi momen penting bagi para relawan baru dalam meneguhkan niat dan komitmen untuk melangkah di jalan kebajikan. Lebih dari sekadar simbol keanggotaan, seragam ini mencerminkan kesiapan hati untuk terus belajar, melayani, serta menumbuhkan cinta kasih secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Eddy Gunawan Yo yang melangkah bersama sang istri, Jenny Leo, relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Pluit, keterlibatan dalam kegiatan Tzu Chi menghadirkan ketenangan batin dan pemaknaan baru tentang kepedulian. Meski aktivitas pekerjaannya kerap membawanya ke luar kota, setiap kesempatan untuk hadir dalam kegiatan Tzu Chi dimaknai sebagai ruang belajar yang berharga.
“Sejak ikut kegiatan Tzu Chi, saya merasakan hati yang lebih tenteram dan damai. Terlibat dalam pelestarian lingkungan dan berbagi beras membuat saya belajar memaknai kepedulian dengan lebih sederhana,” ungkap Eddy Gunawan Yo.

Relawan Tzu Chi, Tim Zhen Shan Mei melakukan pengambilan foto VIS (foto id) kepada Eddy Gunawan Yo, relawan Tzu Chi yang baru saja menerima seragam abu putih.
Pengalaman menyentuh juga dirasakan oleh Zulkifli, yang awalnya mengenal Tzu Chi melalui sang istri, Umi Komariatun, mantan penerima bantuan Tzu Chi. Dari hubungan yang terjalin melalui perhatian tulus para relawan, tumbuh persahabatan yang hangat dan saling menguatkan. Perjalanan tersebut mengantarkannya untuk turut mengambil peran sebagai relawan, melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang pernah diterima keluarganya. “Kini saya bisa berdiri di barisan relawan, belajar melatih diri dan mensucikan hati, serta melanjutkan kebaikan yang dulu kami terima,” ujar Zulkifli, relawan baru Tzu Chi, Hu Ai Muara Karang.
Sementara itu, Mayasari Dewi, relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Muara Karang, mengungkapkan kesan mendalam terhadap suasana kebersamaan di lingkungan relawan Tzu Chi. Keramahan dan semangat yang terbangun dalam setiap kegiatan membuatnya semakin mantap melangkah setelah mengenakan seragam abu putih. “Tzu Chi menolong tanpa membedakan suku, ras, dan bangsa. Di sinilah saya menemukan kegiatan yang benar-benar bermanfaat,” ungkap Mayasari Dewi

Martha Khosyahri membagikan materi Galang Hati Galang Dana, mengajak peserta menumbuhkan tekad dan ketulusan melalui praktik kebajikan.
Di balik proses training, peran panitia menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memdampingi para relawan baru memahami nilai dan arah perjalanan Tzu Chi. Martha Khosyahri, relawan Tzu Chi yang menjadi panitia dan pendamping tim pelatihan, sekaligus menyampaikan salah satu materi bertajuk “Menghimpun Kebajikan dari Tetesan Cinta Kasih”. Menurut Martha, seluruh rangkaian materi training merupakan satu kesatuan yang mengisahkan tentang kekuatan tekad yang dijaga secara konsisten, mulai dari keteladanan Master hingga praktik kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari awal hingga akhir, materi training berbicara tentang tekad. Tekad yang dipertahankan akan membuahkan kekuatan serta dukungan dari berbagai arah. Kita semua perlu memiliki satu tekad, seperti Master tekad yang dijalankan seumur hidup,” ungkap Martha Khosyahri.

Melalui sesi Misi Amal, Kelly, relawan Tzu Chi mengajak peserta menumbuhkan kepedulian dan ketulusan dalam mendampingi Gan En Hu.
Pada sesi akhir training, peserta juga disuguhkan kisah inspiratif yang dibawakan oleh Kelly, relawan Tzu Chi yang menceritakan tentang salah satu Gan En Hu (penerima bantuan) yang kondisinya telah membaik. Meski demikian, para relawan tetap dengan penuh ketulusan terus mendampingi dan merangkul Gan En Hu tersebut hingga saat ini.
Editor: Fikhri Fathoni
Artikel Terkait
Pelatihan Relawan Abu Putih Tzu Chi Medan: Mengubah Kebahagiaan Sendiri Menjadi Kebahagiaan Semua Orang
28 Maret 2025Tzu Chi Medan kembali menggelar Pelatihan Relawan Abu Putih. Ini merupakan pelatihan rutin untuk memberi pemahaman mendalam mengenai misi dan filosofi kemanusiaan Tzu Chi.
Melatih Diri di Jalan Bodhisatwa
23 April 2018Pelatihan Relawan Abu Putih yang digelar Tzu Chi Medan pada Minggu 15 April 2018 dihadiri lebih kurang 70 relawan peserta dan 52 relawan pendamping. Relawan peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya dari Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Binjai, dan Medan.Pelatihan Relawan Abu Putih yang digelar Tzu Chi Medan pada Minggu 15 April 2018 diisi dengan banyak materi. Ada tentang Sutra Makna Tanpa Batas, Misi Pelestarian Lingkungan, Misi Amal, juga tata krama Tzu Chi.
Belajar dari Kampus Kehidupan
14 Maret 2019Relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Pusat, Hu Ai Pusat Sehati, Xie Lie Cikarang bersama dengan Xie Lie Bekasi kembali mengikuti Pelatihan Relawan Abu Putih pada hari Minggu, 24 Febuari 2019 yang diikuti oleh 36 relawan di Aula RS Sentra Medika, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.







Sitemap