Pembangunan dan Kepedulian yang Berjalan Beriringan

Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Pusat), Fotografer : Yanny Sukadjaya, Effendi, Beh Guat Ngo (He Qi Pusat)
Muara Sianturi, koordinator kegiatan menyapa dan menyampaikan arahan singkat kepada para seniman bangunan sebelum kegiatan dimulai.

Membangun pondasi, membentuk dinding, memasang atap merupakan beberapa poin pekerjaan yang dikerjakan setiap hari oleh para seniman bangunan yang membangun Tzu Chi School PIK 2, yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, District 66, Pantai Indah Kapuk 2. Di balik aktivitas fisik yang padat tersebut, perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan para seniman bangunan pun menjadi hal yang tak terpisahkan dari proses pembangunan.

Sabtu, 20 Desember 2025, sebanyak 37 relawan He Qi Pusat dan He Qi Cikarang mendapat ladang berkah untuk bersumbangsih dan menjalin jodoh baik dengan 300 seniman bangunan dalam rangkaian kegiatan pemerhati seniman bangunan Tzu Chi School. Kegiatan ini berlangsung di lokasi pembangunan, di mana para relawan menyiapkan makan siang dan memberikan pengecekan kesehatan yang dibantu oleh 26 relawan Tzu Chi International Medical Association (TIMA).

Relawan mulai membagikan makanan kepada para seniman bangunan yang telah berkumpul untuk mengikuti kegiatan.

Kegiatan diawali dengan briefing singkat oleh Muara Sianturi selaku koordinator kegiatan pada hari itu. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi yang baik dengan para seniman bangunan, sekaligus menjadi upaya menjaga kesehatan mereka agar senantiasa sehat hingga pembangunan selesai.

“Kegiatan ini menjalin silaturahmi yang baik dengan para seniman bangunan. Semoga dengan adanya pengecekan kesehatan ini, para seniman bangunan senantiasa sehat hingga pembangunan selesai,” ujarnya.

Setelah itu, para relawan mulai membagikan makan siang dan melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Tidak berapa lama, para seniman bangunan pun mulai berdatangan dan menempati kursi yang telah disediakan.

Ibu Iyam, salah seorang cleaning service yang bertugas di pembangunan ini, menjalani pemeriksaan dokter dan diketahui mengalami sakit pada matanya dengan sedikit nanah.

“Senang dan terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Mata saya sepertinya karena kehujanan dan debu, saya kucek jadinya luka. Ini mau dikasi obat. Di kampung saya juga pernah ada dari Tzu Chi, bagus kegiatan amalnya,” ujarnya.

Ibu Iyam menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan diketahui mengalami gangguan pada matanya.

Ibu Iyam juga pernah berpartisipasi dalam pembangunan Tzu Chi School di PIK 1. Pengalaman tersebut membuatnya merasa dekat dengan Tzu Chi, terlebih ketika kembali merasakan perhatian dan kepedulian yang sama melalui kegiatan ini.

Kisah Ibu Iyam menjadi salah satu gambaran dari kegiatan berbagi kasih yang dirasakan para seniman bangunan pada hari itu. Hingga pukul 12.30, para relawan dengan penuh sukacita melayani pemeriksaan kesehatan dan membagikan makan siang, sebelum akhirnya menutup kegiatan dengan hati yang hangat.

Kegiatan ini selaras dengan salah satu kata perenungan Master Cheng Yen, “Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.”

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pembangunan dan Kepedulian yang Berjalan Beriringan

Pembangunan dan Kepedulian yang Berjalan Beriringan

30 Desember 2025
Relawan Tzu Chi memberikan makan siang dan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada seniman bangunan di tengah pembangunan Tzu Chi School PIK 2.
Minggu Budaya Humanis Sekolah Tzu Chi

Minggu Budaya Humanis Sekolah Tzu Chi

26 Februari 2014 Selama 1 minggu lamanya, para murid Sekolah Tzu Chi mempelajari beberapa Kata Perenungan Master Cheng Yen melalui praktik nyata, salah satunya dengan pelestarian lingkungan.
Training Guru Tzu Chi School

Training Guru Tzu Chi School

22 Juni 2011
Mengajar dalam lingkungan Tzu Chi berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, terutama pada budaya humanis yang diterapkan oleh insan Tzu Chi dimanapun mereka berada.
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -