Pembangunan Huntap di Aceh: 120 Keluarga Penyintas Banjir Memulai Kehidupan Baru
Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan, Wirata Jihan Faliq Azis (Tzu Chi Medan)
Mujianto, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan sambutan dalam serah terima 120 rumah kepada warga di Tanjung Seumantok, Aceh Tamiang.
Banjir besar yang melanda wilayah Sumatera (Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh) pada November 2025 menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga. Salah satunya di wilayah Aceh Tamiang. Rumah-rumah hanyut diterjang derasnya arus dan terendam lumpur, harta benda lenyap, sementara kehidupan yang telah dibangun selama bertahun-tahun harus dimulai kembali dari titik nol. Di tengah kesedihan dan ketidakpastian tersebut, tersisa sebuah harapan sederhana di hati para penyintas, yaitu memiliki tempat tinggal yang aman untuk kembali membangun masa depan.
Harapan tersebut kini terwujud. Pada Rabu, 15 Juli 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menyerahkan 120 unit rumah, lengkap dengan perabot rumah tangga, kepada warga penyintas banjir asal Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan ini merupakan bagian dari pembangunan 500 unit rumah hasil kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama pemerintah dalam membantu warga pascabencana. Setelah menanti selama tujuh bulan, 120 warga akhirnya menerima kunci rumah yang akan menjadi awal dari perjalanan kehidupan mereka yang baru.

Relawan mengajak para tamu undangan, aparatur pemerintah, dan warga untuk turut memperagakan isyarat tangan Satu Keluarga.

Relawan Tzu Chi menyiapkan dan memproses berita acara serah terima unit rumah.
Acara serah terima rumah dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Armia Fahmi beserta Wakil Bupati Aceh Tamiang, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pimpinan PT Perkebunan Nusantara IV, Manajer PLN Langsa, Manajer PLN Kuala Simpang, Dandim 0117/Aceh Tamiang, para camat, datuk penghulu, serta relawan Tzu Chi dari Medan, Binjai, dan Kuala Simpang.
Selain menerima rumah, setiap keluarga juga memperoleh berbagai perlengkapan rumah tangga. Bantuan tersebut terdiri atas dua unit kasur beserta bantal, satu set meja dan kursi makan, satu set sofa dan meja tamu, serta selimut Tzu Chi yang dibuat dari botol plastik daur ulang asal Taiwan. Seluruh perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu warga memulai kehidupan baru dengan lebih nyaman dan layak.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, para relawan bersama tamu undangan dan warga memperagakan isyarat tangan lagu Satu Keluarga, sebuah lagu yang sarat makna tentang kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian. Lagu tersebut mengingatkan bahwa ketika masyarakat berada dalam kesulitan, selalu ada tangan-tangan yang siap merangkul tanpa memandang suku, agama, maupun ras.

Bupati Aceh Tamiang dan Ketua Tzu Chi Sumatera Utara melihat langsung fasilitas rumah yang diterima warga.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengajak seluruh penghuni untuk senantiasa menjaga kerukunan karena mereka berasal dari berbagai desa dan dusun di Kecamatan Karang Baru. “Hunian tetap ini menjadi rumah bagi banyak keluarga yang berasal dari berbagai latar belakang. Hiduplah dengan rukun seperti satu keluarga. Tujuan Yayasan Buddha Tzu Chi adalah menjalankan misi kemanusiaan. Walaupun menggunakan nama Yayasan Buddha, kami memberikan bantuan secara universal tanpa membedakan agama, suku, maupun ras,” ujar Mujianto.
Proses penyerahan rumah dilaksanakan dengan tertib dan lancar. Setelah data dalam Surat Keputusan Bersama atau SKB diverifikasi dan berita acara ditandatangani, warga menerima kunci rumah beserta perlengkapan rumah tangga. Para relawan turut membantu mengangkut seluruh perabot hingga ke dalam rumah masing-masing, sehingga suasana gotong royong dan kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Shu Tjeng, relawan yang menjadi pembina Tzu Chi Aceh menyerahkan secara simbolis selimut daur ulang kepada warga.
Usai penyerahan secara simbolis, Bupati Aceh Tamiang bersama Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara meninjau langsung rumah-rumah warga. Mereka menyaksikan kebahagiaan keluarga-keluarga yang mulai memasuki dan menata rumah barunya. Pemandangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa harapan yang sempat hilang kini perlahan telah tumbuh kembali.
Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Armia Fahmi menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Yayasan Buddha Tzu Chi yang terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga proses pembangunan rumah untuk warga korban banjir. “Yayasan Buddha Tzu Chi telah banyak membantu masyarakat Aceh Tamiang. Mereka menyediakan alat berat dan truk untuk membersihkan lumpur di jalan maupun sekolah selama kurang lebih lima bulan. Hari ini, mereka kembali menunjukkan kepedulian melalui penyerahan rumah lengkap dengan perabot rumah tangga. Ini merupakan wujud nyata semangat kemanusiaan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Simbol Bangkitnya Harapan, Hadirnya Kasih Sayang, dan Semangat Baru
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Hardianti Sakinah. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur karena kini keluarganya memiliki rumah sendiri. “Kami sangat bersyukur. Dahulu, rumah kami hanyut terbawa banjir dan berdiri di atas lahan PTPN. Hari ini, kami akhirnya memiliki rumah sendiri. Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah mewujudkan harapan kami,” ungkapnya.

Relawan memberikan selimut kepada Hardianti. Relawan juga menjelaskan proses pembuatan selimut yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang.
Melihat para relawan dengan penuh semangat membantu mengangkat perabot rumah tangga, putri Hardianti bahkan mengaku ingin menjadi relawan Tzu Chi. Kelak, ia berharap dapat membantu orang lain sebagaimana keluarganya pernah menerima bantuan dan perhatian dari banyak orang.
Ungkapan syukur serupa disampaikan oleh Risa Merlin, seorang ibu tunggal berusia 29 tahun yang menghidupi kedua anaknya dengan berjualan kue tradisional. “Saat banjir datang, kami kehilangan segalanya dan harus tinggal di hunian sementara. Sejak awal, Tzu Chi selalu hadir membantu kami, mulai dari memberikan makanan, pelayanan kesehatan, hingga hari ini memberikan rumah baru. Saya selalu berkata kepada anak-anak bahwa setelah cobaan yang begitu berat, Tuhan menghadirkan kebahagiaan melalui begitu banyak orang yang peduli kepada kami. Semoga kami selalu bersyukur dan suatu hari nanti juga dapat membantu orang lain,” tuturnya.

Relawan dengan penuh semangat bergotong royong membantu proses perpindahan warga ke rumah baru mereka.
Pembina Relawan Tzu Chi Wilayah Aceh, Shu Tjeng, mengaku terharu melihat senyum bahagia para penerima manfaat. Baginya, kebahagiaan warga yang mulai memasuki rumah baru menjadi penawar dari seluruh lelah yang dirasakan selama proses pendampingan. “Pendampingan yang kami lakukan tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Kami ingin terus mendampingi hingga mereka benar-benar dapat bangkit kembali. Hari ini menjadi puncak kebahagiaan kami karena dapat melihat mereka memasuki rumah baru yang juga telah dilengkapi dengan berbagai perabot rumah tangga. Semoga rumah-rumah ini menjadi tempat lahirnya kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan,” katanya.
Penyerahan 120 unit hunian tetap ini bukan sekadar seremoni penyerahan kunci. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi simbol bangkitnya harapan, hadirnya kasih sayang, dan lahirnya semangat baru bagi para penyintas banjir untuk menata kembali kehidupan mereka.

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tanjung Seumentok, Kabupaten Aceh Tamiang.
Editor: Hadi Pranoto
Artikel Terkait
Tzu Chi Serahkan 40 Unit Rumah untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Utara
08 Juni 2026Sebanyak 100 keluarga penyintas banjir Sumatera di Aceh Utara akhirnya mendapatkan harapan baru melalui pembangunan rumah oleh Tzu Chi Indonesia di Desa Meunasah Bujok.
Pembangunan Huntap di Aceh: 120 Keluarga Penyintas Banjir Memulai Kehidupan Baru
16 Juli 2026Melalui kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, 120 keluarga penyintas banjir Aceh Tamiang akhirnya memiliki rumah baru dan kesempatan untuk kembali menata kehidupan.
Pembangunan Huntap di Aceh: Dari Huntara ke Huntap, Korban Banjir Aceh Utara Kembali Menata Hidup
08 Juni 2026Tzu Chi bersama Pemkab Aceh Utara membangun rumah bagi korban banjir. Bantuan melalui proses verifikasi, pengundian, hingga penyerahan tahap awal 40 unit beserta perabotannya.







Sitemap