Relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, Shu Tjeng, melakukan serah terima kunci rumah bantuan dari Tzu Chi Kepada Muhammad Khaumainy.
Pada Selasa, 14 Juli 2026, Setelah sehari sebelumnya melaksanakan verifikasi dan pengundian 76 unit hunian tetap (huntap) di Desa Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, relawan Tzu Chi dari Jakarta, Medan, Lhokseumawe, Bireuen, dan Kuala Simpang kembali melanjutkan rangkaian misi kemanusiaan mereka. Kali ini, relawan menuju Desa Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, untuk menyerahkan 60 unit hunian tetap lengkap dengan perabotan rumah tangga kepada warga penyintas bencana.
Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara penyerahan. Setelah lebih dari delapan bulan hidup dalam ketidakpastian pascabencana banjir besar yang melanda pada akhir November, kini puluhan keluarga akhirnya memiliki tempat tinggal yang layak untuk memulai kembali kehidupan mereka.
Sebelum serah terima kunci, relawan Tzu Chi melakukan verifikasi data untuk memastikan bahwa warga yang menerima rumah sudah terdata dan terverifikasi dengan benar.
Relawan Tzu Chi dari Kuala Simpang saling membantu melangsir kasur ke rumah warga penerima bantuan.
Bachreiny Lubis salah seorang warga penerima manfaat mengungkapkan alasan yang membuatnya tergerak menjadi relawan Tzu Chi. Menurutnya, nama "Buddha" yang melekat pada yayasan hanyalah sebuah identitas, sementara nilai yang diajarkan adalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
"Mengapa saya termotivasi menjadi relawan Yayasan Buddha Tzu Chi? Yang memotivasi saya bergabung adalah karena kami diajarkan untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama tanpa memandang suku, agama, maupun ras. Saya berharap di lingkungan hunian tetap ini kita juga bisa bersama-sama menggarap ladang kebajikan sebagai relawan demi membantu sesama," ungkapnya.
Salah satu penerima bantuan Muhammad Khaumainy, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Desa Meunasah Bujok.
"Mewakili seluruh warga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi beserta seluruh relawannya yang telah membantu kami. Hari ini kami akhirnya bisa tidur di hunian tetap. Walaupun rumah ini sederhana, kebahagiaannya terasa seperti sebuah istana bagi kami. Kini kami sebagai orang tua dapat kembali berjuang membesarkan anak-anak tanpa dihantui kekhawatiran akan tempat tinggal," tuturnya.
Selain penyerahan kunci rumah kepada warga, relawan juga memberikan peralatan rumah tangga untuk menunjang kehidupan mereka sehari-hari.
Relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, Shu Tjeng, menjelaskan bahwa pada hari tersebut Yayasan Buddha Tzu Chi menyerahkan 60 unit hunian tetap yang telah dilengkapi dengan berbagai kebutuhan dasar rumah tangga.
"Seperti di beberapa lokasi sebelumnya, hari ini kami menyerahkan 60 unit hunian tetap beserta isi rumahnya berupa dua kasur, dua bantal, selimut, meja tamu, satu set meja makan beserta empat kursi, dan sofa. Kami dapat melihat kebahagiaan terpancar dari wajah para penerima. Sejak banjir besar pada akhir November hingga hari ini, sudah lebih dari delapan bulan mereka menantikan hunian yang layak. Dari kondisi yang penuh kehancuran dan kesedihan, hari ini Yayasan Buddha Tzu Chi hadir untuk mewujudkan harapan serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka," ujarnya.
Shu Tjeng berharap hunian yang telah dibangun dari hasil kepedulian para donatur dapat dirawat dengan baik sehingga menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik bagi seluruh keluarga penerima manfaat.
"Kami berharap rumah ini dapat ditempati bersama keluarga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Hunian ini merupakan wujud kepedulian dan kumpulan cinta kasih dari begitu banyak orang. Semoga rumah-rumah ini menjadi tempat lahirnya kehidupan yang lebih baik dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi di Aceh Utara," tutupnya.
Banyak dari warga penerima bantuan tidak dapat membawa peralatan dan perabot rumah tangga sendiri karena keterbatasan tenaga. Dengan penuh cinta kasih, relawan Tzu Chi membantu mereka membawakannya sampai ke rumah.
Semangat gotong royong yang dibangun dalam setiap misi kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi sejalan dengan kata perenungan Master Cheng Yen, "Masalah di dunia tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang untuk dapat menyelesaikannya." Berlandaskan semangat tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia senantiasa mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dalam setiap kegiatan kemanusiaan, baik melalui dukungan dana, bantuan materi, maupun tenaga sebagai relawan.
Di Aceh Utara, keterlibatan masyarakat setempat menjadi salah satu kekuatan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Warga lokal diajak bergabung menjadi relawan Tzu Chi karena mereka lebih memahami kondisi, kebutuhan, dan karakter wilayahnya. Dengan semangat cinta kasih universal, para relawan lokal diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyalurkan bantuan, mendampingi masyarakat yang membutuhkan, serta meneruskan estafet kebaikan agar manfaat kemanusiaan dapat terus dirasakan oleh lebih banyak orang.
Editor: Fikhri Fathoni