Pembangunan Huntap di Sumatera: Relawan Tinjau Pembangunan Huntap di Aceh

Jurnalis : Fikhri Fathoni , Fotografer : Fikhri Fathoni

Relawan Tzu Chi meninjau pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Wujud kepedulian terhadap para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh terus ditunjukkan oleh relawan Tzu Chi melalui berbagai aksi nyata. Kali ini, para relawan melakukan peninjauan pembangunan hunian tetap (huntap) di Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 31 Maret 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses pembangunan huntap berjalan dengan baik serta memberikan dukungan moral kepada para penyintas yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Kehadiran relawan di lokasi tidak hanya berfungsi sebagai pengawas pembangunan, tetapi juga sebagai penyemangat bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari trauma dan kehilangan. Dukungan secara emosional dinilai sama pentingnya dengan bantuan fisik, karena proses pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga kondisi psikologis para korban.

Dalam peninjauan tersebut, relawan melihat langsung progres pembangunan rumah yang nantinya akan menjadi tempat tinggal permanen bagi warga. Mereka memeriksa setiap bagian bangunan, guna memastikan bahwa rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya di masa depan. Selain itu, relawan juga mencatat berbagai hal yang masih perlu disempurnakan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

Pembina relawan Tzu Chi Aceh, Shu Tjeng, beserta relawan lainnya memeriksa setiap bagian bangunan, guna memastikan bahwa rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan mampu memberikan rasa aman bagi penghuninya di masa depan.

Relawan Tzu Chi menyempatkan diri berinteraksi dengan para pekerja serta pihak terkait, guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan oleh pembina relawan Tzu Chi Aceh, Shu Tjeng. “Kami melakukan peninjauan pembangunan huntap dan juga memberikan perhatian untuk penyintas bencana yang berada di hunian sementara. Kita melihat kondisi mereka, nantinya semoga kita bisa memberikan sesuatu bagi mereka,” jelas Shu Tjeng.

Shu Tjeng juga menjelaskan perkembangan pembangunan hunian tetap, dan berkomitmen bahwa relawan akan terus memberikan perhatian untuk warga.

“Progresnya sudah banyak hunian yang tinggal dipasang atap, dan terdekat kita akan melakukan verifikasi serta serah terima. Tzu Chi akan memberikan perhatian dalam jangka waktu yang cukup lama, agar warga tahu cinta kasih dari relawan, dan supaya warga dapat merawat rumahnya nanti,” tambahnya.

Komitmen jangka panjang ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam upaya pemulihan pascabencana. Tzu Chi Indonesia menunjukkan pendekatan berbeda dengan tetap hadir dalam fase rehabilitasi hingga rekonstruksi, bahkan setelah warga kembali menempati hunian tetap mereka nanti.

Selain meninjau pembangunan, relawan juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pekerja serta pihak terkait, guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Diskusi dengan para pekerja lapangan menjadi bagian penting untuk menyelaraskan proses pembangunan dengan rencana awal, sekaligus mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pengerjaan.

Selain meninjau pembangunan huntap, relawan Tzu Chi juga melakukan kunjungan kasih kepada warta yang berada di huntara.

Untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Tzu Chi Indonesia berkomitmen membangun 500 hunian tetap untuk warga.

Pada saat kunjungan kasih, relawan disambut hangat oleh warga di huntara, salah satunya adalah Asrabiah, ia pun berbagi kisah dengan para relawan.

“Kalau saya sudah tiga bulan di sini, saya di sini hanya menginap beberapa hari saja selama seminggu karena saya mesti bekerja membuat es batu,” cerita Asrabiah.

Kisah yang disampaikan Asrabiah menggambarkan realitas kehidupan para penyintas yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan. Meski tinggal di hunian sementara, sebagian dari mereka tetap berusaha mempertahankan mata pencaharian agar dapat bertahan hidup.

Dengan sinergi antara relawan Tzu Chi, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pembangunan Huntap di Sumatera: Relawan Tinjau Pembangunan Huntap di Aceh

Pembangunan Huntap di Sumatera: Relawan Tinjau Pembangunan Huntap di Aceh

01 April 2026

Untuk memastikan pembangunan huntap berjalan lancar dan berkualitas, relawan Tzu Chi meninjau lokasi pembangunan huntap serta lakukan kunjungan kasih di Aceh Tamiang.

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Percepatan Pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel

Pembangunan Hunian Tetap di Sumatera Utara: Percepatan Pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel

09 Januari 2026

Tzu Chi Indonesia melakukan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk pembangunan Huntap di Tapteng dan Tapsel.

Pembangunan Huntap di Sumatera: Percepat Pengerjaan, Tzu Chi dan Kementerian Tinjau Huntap di Tapanuli Utara

Pembangunan Huntap di Sumatera: Percepat Pengerjaan, Tzu Chi dan Kementerian Tinjau Huntap di Tapanuli Utara

30 Maret 2026

Untuk mempercepat hunian penyintas bencana, Tzu Chi, Kementerian PKP dan Kementerian Dalam Negeri meninjau lokasi pembangunan.

Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -