Pemberkahan Akhir Tahun di Medan
Jurnalis : Rahma Mandasari (DAAI TV Medan), Fotografer : Amir Tan, Haryanto Liang, Pieter Chang (Tzu Chi Medan)
|
| ||
| “Giat Mempraktikan Jalan Kebenaran dan Melangkah di Jalan Bodhisatwa Dunia” merupakan tema acara tahun ini. Banyak peristiwa alam yang telah terjadi di tahun 2011 dan menyisakan banyak penderitaan bagi para korban. Diharapkan, para insan Tzu Chi dapat memetik hikmah dari berbagai peristiwa tersebut dan menjadikannya sebagai bahan koreksi diri (pertobatan) untuk ke arah yang lebih baik. Acara pemberkahan tahun ini dibuka dengan sebuah penayangan video pementasan “Sutra Pertobatan Air Samadhi” yang diadakan di Taiwan. Pementasan ini terus berlangsung selama bulan Agustus 2011. Kegiatan ini bertujuan agar kita (masyarakat umum dan relawan Tzu Chi) dapat melakukan pertobatan. Menghindari perbuatan yang salah dan melakukan yang benar. Mengetahui mana yang baik dan mana yang salah sehingga batin manusia dapat menjadi jernih dan kembali ke sifat hakikinya yang suci. Master Cheng Yen mengajak seluruh masyarakat untuk bertobat, menyelami Dharma (kebenaran) dan bervegetarian. “Kita harus bergotong royong, bertobat untuk bekerjasama yang baik dalam menolong dunia yang tidak bersahabat lagi akibat perbuatan kita. Alam sudah tidak bersahabat lagi,” ujar Mujianto, Ketua Tzu Chi Medan.
Keterangan :
Salah satu langkah kecil untuk menolong alam ini adalah dengan bervegetarian. Para insan Tzu Chi yang menyaksikan pementasan Drama Pertobatan merasa terharu dan terinspirasi untuk berikrar bervegetarian selama 108 hari. Mereka benar-benar menyelami makna dari pertobatan tersebut. Semangat Bersumbangsih Semangat bersumbangsih Tzu Chi ternyata juga menginspirasi seorang penerima bantuan Tzu Chi bernama Yusnila. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang pernah mengalami pembekuan darah pada otak akibat kecelakaan. Dengan berlinang air mata, ia menceritakan bahwa sanak saudaranya tidak memberi perhatian padanya hingga suatu hari pihak rumah sakit menganjurkannya meminta bantuan dari Tzu Chi, “Alhamdulillah saya berjodoh dengan Tzu Chi. Mereka bantu saya. Dalam hati kecil saya bertanya mengapa mereka bisa membantu saya? Dan kenapa saya nggak bisa? Akhirnya, saya menjadi donatur Tzu Chi walaupun kadang kehidupan saya hanya pas-pasan,“ ungkapnya.
Keterangan :
Menyerap Dharma dan Mempraktikkannya Di akhir acara, setiap tamu dibagikan angpau yang merupakan ungkapan terima kasih dan berkah dari Master Cheng Yen. Diharapkan angpautersebut dapat mengingatkan setiap orang untuk menjaga pencerahan hati dan jiwa yang penuh kebijaksanaan sehingga dapat tetap mawas diri dan bertulus hati. Melalui acara pemberkahan akhir tahun ini, setiap orang senantiasa berintrospeksi diri (bertobat) dan lebih bijaksana dalam memaknai kehidupan ini. Dan, semoga tahun 2012 ini merupakan kesempatan bagi tiap orang untuk lebih giat lagi bersumbangsih bagi kemanusiaan dan bumi. Dengan dibagikannya angpau dari Master Cheng Yen ini maka berakhirlah acara Pemberkahan Akhir Tahun 2011 Tzu Chi Medan. Sebagai penutup acara para relawan Tzu Chi membawakan lagu “Da Chan Hui” (Pertobatan Besar). Semoga setiap orang dapat menyerap Dharma dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari agar dunia senantiasa aman dan damai serta terbebas dari bencana. | |||
Artikel Terkait
Menyaksikan Gotong Royong Insan Tzu Chi Seluruh Dunia untuk Warga Palu
23 Desember 2020Para relawan Tzu Chi dari Jakarta dan Makassar kembali hadir di Kota Palu guna melanjutkan tahapan pengundian nomor rumah bagi calon penerima hunian tetap. Pada kesempatan ini relawan juga mengundang warga yang sudah menempati Perumahan Cinta Kasih Tadulako untuk mengikuti sosialisasi tentang Tzu Chi.
Kemeriahan Pekan Amal Tzu Chi Batam 2025
25 Agustus 2025Pekan Amal Tzu Chi Batam kembali diselenggarakan di Aula Jing Si Batam pada 16-17 Agustus 2025. Kegiatan ini semakin semarak dengan hadirnya 84 stand dan lebih dari 400 relawan yang berpartisipasi.










Sitemap