Becky Ciang (kanan), relawan Tzu Chi mendampingi Dr. Sri Haryati (kiri), saat kunjungan kasih ke rumah Bahri di Bulak Banteng Baru Gang Mawar.
Pada Minggu, 21 Juni 2026, suasana penuh sukacita menyelimuti Kelurahan Sidotopo Wetan, Surabaya. Sebanyak 15 relawan Tzu Chi Surabaya berkumpul dengan hati yang penuh kebahagiaan untuk mendampingi kunjungan kasih bersama Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si., Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI. Kunjungan ini menjadi momen untuk melihat secara langsung perubahan yang telah dirasakan para penerima bantuan Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Rumah pertama yang dikunjungi adalah kediaman Bahri di Bulak Banteng Gang Mawar. Kehangatan langsung terasa saat Bahri beserta keluarga menyambut kedatangan rombongan dengan senyum bahagia. Kebahagiaan yang sederhana namun tulus itu menjadi gambaran nyata bahwa sebuah rumah yang layak dapat menghadirkan ketenteraman dan harapan baru bagi sebuah keluarga.

Kehangatan terasa saat relawan Tzu Chi berkunjung ke rumah Bahri, penerima bantuan Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni.
Suasana haru pun tak terbendung ketika istri Bahri mengungkapkan rasa syukurnya. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengenang bagaimana rumah mereka yang dahulu sering bocor kini telah menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi keluarga.
“Saya berterima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Sekarang rumah saya sudah jadi lebih baik dan tidak bocor lagi. Saya juga rutin mengisi celengan bambu yang diberikan. Setiap selesai sholat subuh saya selalu isi seadanya sambil berdoa agar dapat membantu penerima bantuan yang lainnya,” ujarnya sambil meneteskan air mata.
Mendengar ungkapan tulus tersebut, para relawan pun memberikan pelukan hangat sebagai wujud kasih sayang dan persaudaraan. Bagi relawan Tzu Chi, bantuan yang diberikan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tumbuhnya benih kebajikan yang akan terus berlanjut dari hati ke hati.

Supini (baju biru), relawan Tzu Chi, mengunjungi salah satu penerima bantuan renovasi rumah yang rutin mengisi celengan bambu Tzu Chi agar dapat meneruskan cinta kasih kepada penerima bantuan lainnya.
Supini, relawan Tzu Chi yang selama ini mendampingi keluarga Bahri, turut merasakan kebahagiaan yang mendalam.
“Bu, celengan bambu yang diberikan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi adalah cara kita untuk memperpanjang cinta kasih ini agar yang lain juga merasakan seperti yang ibu rasakan, yaitu mendapatkan rumah yang lebih layak,” ujarnya dengan penuh kehangatan.
Kehangatan dan rasa syukur yang terpancar dari keluarga Bahri turut menyentuh hati Dr. Sri Haryati. Dengan senyum bahagia, ia mengapresiasi komitmen Tzu Chi Surabaya yang berkenan untuk gotong royong membantu warga Surabaya melalui Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni dengan target renovasi sebanyak 500 unit rumah.
“Saya melihat rumah yang dulu sangat tidak layak, setelah kunjungan ini banyak hal yang berubah. Melihat Pak Bahri dan istri tersenyum lebar juga bagian dari suksesnya Program Bebenah Kampung ini,” tutur Dr. Sri Haryati.
Bagi Dr. Sri Haryati, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang berhasil direnovasi, tetapi juga dari kebahagiaan yang terpancar dari wajah para penerima manfaat yang kini dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh harapan.
Satimah (kedua kanan), salah satu penerima bantuan, dengan wajah bahagia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada relawan yang berkenan datang untuk mengunjungi rumahnya yang sudah selesai direnovasi.
Becky Ciang menunjukkan kepada Dr. Sri Haryati bagian rumah Satimah yang telah selesai direnovasi.
Kunjungan kasih kemudian dilanjutkan ke rumah Satimah yang berada di Bulak Banteng Baru Gang Melati. Dengan penuh sukacita, Satimah menyambut kedatangan rombongan Kementerian PKP dan Tzu Chi Surabaya. Rasa syukur yang mendalam tampak dari ketulusannya menyiapkan berbagai sajian sederhana sebagai ungkapan terima kasih kepada para tamu yang datang.
Meski dengan kesederhanaan, kehangatan yang disuguhkan Satimah menjadi jamuan istimewa yang mempererat tali persaudaraan. Senyum bahagia terus menghiasi wajahnya saat menceritakan perubahan yang telah dirasakan setelah rumahnya selesai direnovasi. “Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi, semoga lancar rejeki dan diberikan kesehatan agar dapat membantu orang lain selain saya,” ujarnya.
Melalui kunjungan kasih ini, terlihat bahwa sebuah rumah yang layak bukan sekadar bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya rasa syukur, harapan, dan kebahagiaan.
Editor: Fikhri Fathoni