Pemberkahan Akhir Tahun: Kebahagiaan dan Ketentraman
Jurnalis : M. Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Edy Kurniawan, M. Galvan, Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)|
|
|
||
|
Tujuan diadakannya pemberkahan ini adalah merupakan laporan kepada seluruh tamu undangan mengenai kegiatan Tzu Chi sepanjang tahun 2013. Berkat dukungan dari masyarakat, keberadaan Tzu Chi dapat terus bertahan untuk bersama-sama menanamkan benih-benih kebajikan. Disamping itu, beragam acara telah menghiasi kegiatan pemberkahan akhir tahun ini, diantaranya penuangan celengan bambu, persembahan lagu isyarat tangan, pemutaran video ceramah Master Cheng Yen, serta video kilas balik Tzu Chi Indonesia dan Tzu Chi Bandung sepanjang tahun 2013. Diawali dengan penuangan celengan bambu dimana para relawan Tzu Chi, donatur, penerima bantuan, serta masyarakat umum diberi kesempatan untuk menuangkan celengan bambu yang telah ditabungnya selama satu tahun. Hasil kumpulan celengan tersebut akan digunakan untuk kegiatan sosial Tzu Chi. Hal ini menjadi salah satu tekad relawan Tzu Chi untuk mengajak masyarakat umum agar mau menyisihkan sebagian uangnya demi menolong sesama makhluk hidup.
Keterangan :
Acara pun dilanjutkan dengan sharing pasien kasus yang telah ditangani oleh Tzu Chi Bandung. Diantaranya Willyam Sandi Wijaya (12) mengalami patah tulang kaki dan Yo Pauw Tju atau Lucy (40) mengidap Miom yang tumbuh di bibir rahim. Rasa haru pun tak dapat lagi disembunyikan ketika pasien menceritakan pengalamannya sebelum dan sesudah ditangani oleh Tzu Chi. Penderitaan yang dialami oleh para pasien penerima bantuan turut dirasakan oleh para tamu undangan dan relawan Tzu Chi. Penampilan isyarat tangan pun turut dipersembahkan pada acara pemberkahan ini. Sebanyak 19 relawan Tzu Chi memperagakan lagu isyarat tangan yang berjudul “Yuan Meng” dengan apik dan indah. Selain itu, penampilan dari seorang siswi SDN Pangalengan, yaitu Yuke bernyanyi “Tiga Tiada” ikut memeriahkan acara tersebut, dengan suara khas anak-anak usia 12 tahun. Siswi tersebut berhasil memukau para tamu undangan setelah itu dilanjutkan dengan penampilan isyarat tangan yang dipersembahkan oleh para murid SD N Pangalengan, SD N Cikadu, dan Sekolah Bhayangkari. Herman Widjaja selaku Ketua Tzu Chi Bandung, menyatakan bahwa pemberkahan kali ini ada peningkatan baik dari persiapan maupun dari para tamu yang menghadiri acara Pemberkahan Akhir Tahun 2013. Dengan hasil yang positif ini semoga Tzu Chi menjadi lebih luas lagi dikenal oleh masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung. “Setiap tahun kita adakan ini (pemberkahan akhir tahun) sebagai wujud laporan dengan menayangkan semua kegitan Tzu Chi selama satu tahun, sehingga masyarakat khususnya donatur bisa tahu bahwa kegiatan-kegiatan apa saja yang dikerjakan selam tahun 2013 oleh Tzu Chi Bandung. Sedangkan acara yang kita tayangkan antara lain anak-anak sekolah dari Pangalengan, Cikadu ditambah ada anak-anak SMA dari Sekolah Kemala Bhayangkari yang di Jalan Palasari itu. Sehingga meriah sekali acara ini dan mereka sangat senang dengan budaya isyarat tangan Tzu Chi,” ucap Herman.
Keterangan :
Universal Tanggapan positif pun muncul dari pemuka agama yang turut hadir dalam acara pemberkahan ini. "Ini sungguh luar biasa ya, cinta kasih yang mereka berikan itu menembus sekat-sekat agama apapun. Mereka yang membutuhkan itu sungguh di bantu, di tolong. Ini sungguh luar biasa, karena sering kita mendengar kalau ini golonganku maka aku akan membantu, kalau bukan golonganku ya tunggu dulu,” ujar pastur Agustinus Sugiharto. “Tetapi Yayasan Buddha Tzu Chi itu sudah melewati artinya apa, batas-batas, sekat-sekat itu, agama apapun, golongan apapun kalau memang orang itu patut dan sungguh membutuhkan maka dengan ketulusan hati Yayasan Buddha Tzu Chi itu memberikan cintanya untuk mereka,” tuturnya Semoga dengan kegiatan ini dapat tumbuh benih-benih Tzu Chi yang tulus dalam membantu sesame. Di samping itu Yayasan Buddha Tzu Chi dapat dikenal luas oleh masyarakat umum. Tzu Chi pun mengajak untuk bersama-sama menciptakan kerukunan serta merawat bumi guna menciptakan dunia yang damai dan terbebas dari bencana.
|
|||
Artikel Terkait
Membuang Cinta Kasih Hanya untuk Menjadi Benar
13 Juli 2020Tzu Chi Talks ke-2 dengan topik “Membuang Cinta Kasih Hanya untuk Menjadi Benar” dengan narasumber Oey Hoey Leng, seorang relawan Komite Tzu Chi, berlangsung pada Sabtu 11 Juli 2020, diikuti oleh 292 partisipan LIVE melalui ZOOM, Youtube, Instagram, dan Facebook Tzu Chi Indonesia.
Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-138: Belajar Merawat Cinta dari Heru dan Tien
30 Mei 2023Heru Suwardi (81) dan Tien Kartini (72), sepasang suami istri yang katanya ingin susah dan senang bersama, sama-sama menjalani operasi katarak pada Bakti Sosial Tzu Chi ke-138 di Tzu Chi Hospital Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Peduli Kesehatan Warga Kapuk Muara
23 Agustus 2016Relawan Tzu Chi mengadakan baksos kesehatan degeneratif untuk membantu meringankan beban warga Kapuk Muara. Relawan sangat bersungguh hati menggenggam kesempatanbaik untuk bersumbangsih dengan menyiapkan kegiatan baksos mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.










Sitemap