Pengetahuan Tentang Covid 19

Jurnalis : Mei Yen (Tzu Chi Medan), Fotografer : Rita, Djuang (Tzu Chi Medan)

Dr. Nany menjelaskan bagaimana cara penularan Virus Covid 19 ini bisa melalui droplet, saluran pernafasan atau percikan, aerosol dan penyebaran bisa terjadi minimal dengan jarak satu hingga 2.5 meter.

Pandemi Covid 19 di Indonesia masih juga belum berakhir bahkan di awal tahun 2021 banyak ditemukan kasus positif Covid 19 pada klaster rumah tangga. Mengamati hal ini relawan Tzu Chi Medan terpanggil untuk memberi edukasi kepada anak-anak Kelas Budi Pekerti dengan mengundang dr. Nany. MKT dari TIMA Medan untuk memberi pengetahuan mengenai pandemi Covid 19 ini.

Topik Acara Parenting ini berlangsung pada Minggu 29 Agustus 2021 melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh peserta parenting kelas budi pekerti sebagai nara sumber dr. Nany, MKT TIMA dengan tema “Pengetahuan Tentang Covid 19”.

Di awal kelas parenting ini dr. Nany menjelaskan karakter virus Covid 19. Virus ini dinamakan Virus Sarcov-2 yang ditemukan pada akhir Desember 2019. Virus ini menyebabkan penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease).

Manusia yang terpapar virus ini mempunyai gejala umum seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, diare (gangguan saluran pencernaan), mual, kehilangan penciuman dan rasa pengecapan. Gejala-gejala ini sangat mirip dengan gejala flu biasa.

Dr. Nany juga menjelaskan cara penanggulangan bagi warga yang baru terpapar Covid 19 dengan melakukan isolasi mandiri di rumah jika memungkinkan atau isolasi terpusat.

Lebih lanjut dr. Nany menjelaskan cara penularan virus ini bisa melalui droplet, saluran pernafasan atau percikan dari saluran pernafasan. Virus ini akan masuk ke udara dalam bentuk aerosol dan penyebaran bisa terjadi minimal dengan jarak 1 hingga 2.5 meter.

Virus ini bisa bertahan bebas di udara sekitar 3 jam. Jika mengenai benda seperti aluminium, latex, virus bisa bertahan hingga 8 jam, kayu 24 jam, plastik, stainless steel 3 jam, dan kaca 5 jam.

Lebih lanjut dr. Nany juga menjelaskan bagaimana cara penularan dari orang ke orang. Dari satu orang bisa menularkan ke 3 orang dengan masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Artinya dalam waktu 9 hari sudah tertular 27 orang. Inilah yang menyebabkan penyebaran virus corona ini sangat cepat kalau kita tidak melakukan protocol kesehatan yang benar.

dr. Nany juga mengungkapkan diagnosa seseorang terpapar Covid 19. Selain dari gejala-gejala yang dirasakan. Seseorang untuk memastikan terpapar virus Covid atau tidak dengan menjalani swab antigen sesegera mungkin karena swab antigen ini bila lebih dari 1 minggu, disarankan melkaukan PCR.

Para peserta parenting Kelas Budi Pekerti banyak yang bertanya seputar terpapar virus Covid dan vaksinasi pada dokter Nany. Sesi tanya jawab ini akan memperjelas para peserta Parenting dalam menangani orang yang terpapar Covid 19 khususnya dalam anggota keluarga.

Pada kegiatan parenting ini dr.Nany juga menjelaskan bagaimana cara pencegahannya. Salahsatunya menjalankan protokol kesehatan seperti: memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak fisik minimal 2 meter, dan tidak berkerumun.

Menjaga imunitas tubuh dengan memakan makanan bergizi, istirahat yang cukup, menghindari menyentuh zona T di wajah (mata, hidung dan mulut) dan melakukan vaksin agar terbentuk herd immunity pada kelompok masyarakat.maka persentase penularan akan menurun.

Jika seseorang sudah terpapar Covid dari hasil PCR (+) dr. Nany menyarankan segera melakukan pengobatan dini. Orang yang terpapar Covid 19 dan tidak bergejala ataupun bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah jika memungkinkan atau isolasi terpusat.

Pada orang yang bergejala ringan dapat memilih isoman dan minum obat sesuai petunjuk dokter dan berkomunikasi dengan dokter pendamping. Selain itu pasien Covid harus dipantau suhu tubuhnya 2-3 kali sehari, melakukan saturasi oksigen, istirahat yang cukup, olahraga gerakan untuk meringankan batuk yang berdahak.

Pada sesi tanya jawab dengan beberapa peserta yang mengikuti acara perenting kelas budi pekerti ini dr. Nany menjelaskan bahwa vaksin booster/ketiga hendaknya dilakukan karena proteksi dari vaksin pertama dan kedua akan menurun dibulan ke enam.

Dr. Nany sedang menjelaskan pertanyaan-pertanyaan para peserta Parenting Kelas Budi Pekerti dalam Sesi Tanya Jawab seputar pandemic Covid 19 khususnya penanganan awal di lingkungan keluarga.

Di karenakan adanya varian yang baru, maka sangat disarankan untuk melakukan vaksin booster yang lain, yang mana vaksin booster ini adalah vaksin moderna. Hal ini dilakukan untuk mencegah lebih baik dari pada mengobati. Menghirup uap panas air garam karena virus ini tidak menyukai temperatur lebih dari 57C.

Jika hasil Swab/PCR negatif dan tidak ada gejala seseorang disarankan minum vitamin saja dan melakukan pola makan dan hidup sehat.
Kesimpulan dari beberapa sharing mengenai Covid 19 mendeteksi gejala sedini mungkin sangat penting, menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan melakukan vaksin.

Dalam keguiatan ini acara ditutup dengan doa bersama, semoga Pandemi Covid 19 ini cepat berakhir, manusia semakin suci hatinya, masyarakat aman dan damai, dunia bebas dari bencana.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Memanfaatkan Waktu dengan Baik

08 Mei 2018
Di Gedung Gan En Tzu Chi Center pagi itu, Minggu 29 April 2018 diadakan Kelas Budi Pekerti Qing Zhi Ban Besar yang diikuti oleh anak-anak dari usia 9-14 Tahun. Ada 35 anak yang masing-masing didampingi oleh orang tua mereka dan 15 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 2.
Yuan Yuan

Yuan Yuan

26 Februari 2015
Qin zi ban adalah kelas budi pekerti yang diperuntukan untuk anak usia 5-8 tahun. Ini  merupakan salah satu misi pendidikan Tzu Chi untuk membekali nilai-nilai budi pekerti kepada anak sejak dini
Membina Generasi yang Bertata Krama

Membina Generasi yang Bertata Krama

25 Juli 2017

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan penyambutan tahun ajaran baru Kelas Budi Pekerti 2017-2018. Sebanyak 56 anak Xiao Tai Yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para orangtua tampak menggandeng buah hatinya untuk mengikuti kelas budi pekerti.

Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -