Pengiriman Bantuan 2.600 Selimut untuk Korban Gempa di NTT
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Eddy (Tim Logistik Tzu Chi)
Relawan Tzu Chi, Teksan Luis bersama tim logistik Tzu Chi dan anggota Polri (Polda NTT) memuat barang bantaun (selimut Taiwan) untuk dikirimkan kepada para korban gempa di Nusa Tenggara Timur.

Gempa Mengguncang Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Hasil pemutakhiran BMKG mencatat pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores, termasuk Nagekeo, Ngada, Ende, Borong, dan Ruteng. Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami, yang kemudian dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang membahayakan.
Gempa menyebabkan kerusakan bangunan serta menimbulkan korban di sejumlah wilayah NTT. Berdasarkan data sementara BNPB hingga Minggu, 16 Agustus 2026, sebanyak 53 orang meninggal dunia, 137 orang mengalami luka-luka, dan lebih dari 5.000 warga mengungsi. Pemerintah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait melakukan evakuasi, pencarian korban, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Artikel Terkait
Pengiriman Bantuan 2.600 Selimut untuk Korban Gempa di NTT
18 Agustus 2026







Sitemap