Asisten Deputi Kesehatan, Gizi dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden RI Ibu Mita Apriyanti memberikan sambutan pada acara pelatihan kader posyandu.
“Tidur dengan tenang, makan dengan gembira, tertawa dengan sukacita, serta beraktivitas dengan sehat adalah empat harta pusaka dalam kehidupan”
(Kata perenungan Master Cheng Yen)
Sebanyak 165 kader dari 41 posyandu yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan dan Kota Dumai mengikuti kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026 di Gedung Sri Bunga Tanjung, Dumai, Riau. Kegiatan yang bertema "Sinergi Lintas Sektor dalam Penguatan Posyandu 6 SPM Menuju Dumai Kota Sehat" merupakan kolaborasi relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Downstream Dumai bersama PT Ivo Mas Tunggal, ADM Cares, dan PT Energi Sejahtera Mas untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Dumai, Provinsi Riau.
Pelatihan ini dihadiri oleh mitra strategis Tzu Chi Sinar Mas yaitu Asisten Deputi Kesehatan, Gizi dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden RI Ibu Mita Apriyanti, beserta Tim Lead TPPS Setwapres Bapak Iing Mursalin, dan rombongan. Jajaran Pemerintah Kota Dumai juga turut hadir meliputi Sekda Kota Dumai Fahmi Rizal yang didampingi oleh Ibu Asisten II, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua TP Posyandu Kota/Kecamatan, Kepala Puskesmas serta Lurah se-Kecamatan Sungai Sembilan dan Dumai Kota.
Penandatanganan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Kota Dumai oleh Sekda bersama Setwapres.
Sebanyak 165 kader dari 41 posyandu yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan dan kota Dumai mengikuti kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada ibu hamil dan balita di Kota Dumai. Seluruh posyandu yang hadir juga menerima Lembar Balik Media Bantu Penyuluhan Kesehatan Bagi Kader Posyandu sebagai media edukatif pada kegiatan posyandu.
Menurut Mita Apriyanti, kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak antara Pemerintah Pusat, daerah, dan swasta dapat menyukseskan penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia. “Secara nasional, menurut SSGI tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan prevalensi stunting, dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 19,8 persen di tahun 2024. Jadi selama periode tersebut ada penurunan angka stunting sekitar 11 poin. Nah tentunya capaian itu perlu diapresiasi. Tapi yang tidak kalah penting memang penurunan itu juga merupakan kerja keras dan kerja bersama dari pemerintah pusat dan daerah dan juga khususnya pihak swasta yang dalam hal ini Tzu Chi Sinar Mas yang telah membantu untuk program pencegahan dan penurunan stunting,” ujar Mita.
Mita Apriyanti Asisten Deputi Kesehatan, Gizi dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden RI meninjau posyandu di Sungai Geniot.
General Manager Sinar Mas, Paulus Tumanggor, mengatakan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dan relawan untuk berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting. “Sinar Mas bersama Yayasan Buddha Tzu Chi ingin berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting dan menjaga kesehatan keluarga di Kota Dumai. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melayani masyarakat,” kata Paulus.
Sementara itu Pemerintah Kota Dumai melalui Sekda Kota Dumai, Fahmi Rizal memberikan apresiasi kepada relawan Tzu Chi Xie Li Downstream Dumai yang telah turut serta berpartisipasi dalam program penurunan dan pencegahan stunting. “Kami dari pemerintah Kota Dumai sangat berterima kasih kepada Yayasan Tzu Chi Sinar Mas, karena selama ini Yayasan Tzu Chi juga telah banyak memberikan bantuan untuk penguatan posyandu dalam rangka untuk pengentasan stunting di Kota Dumai,” ujar Fahmi Rizal.
Pada kesempatan ini juga telah ditandatangani Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Kota Dumai oleh Sekda bersama Setwapres dan dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargan oleh Pemerintah Kota Dumai kepada PT Ivo Mas Tunggal atas kontribusi nya dalam membantu pemerintah dalam peningkatan pelayanan posyandu dan penanganan stunting.
Widyawati, salah satu kader Posyandu Sejahtera Sungai Geniot merasa senang bisa mengikuti kegiatan pelatihan ini. Banyak wawasan baru tentang 6 SPM yang ia terima yang bisa diterapkan di posyandunya. “Saya merasa senang Bu, karena menambah wawasan dari yang tidak tahu sebelumnya jadi tahu, juga bertemu teman-teman kader yang lain,” pungkas Widyawati.
Foto bersama pada kegiatan pelatihan.
Sebelumnya pada tahun 2025, relawan Tzu Chi bersama Sinar Mas menggelar kick off program pencegahan dan penurunan stunting sebagai dukungan untuk Kota Dumai. Relawan memberikan antropometri kit, renovasi posyandu, pelatihan, dan pendampingan kepada kader posyandu. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dijalankan oleh relawan.
Voukhe, salah satu relawan menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya bersama untuk membantu Kota Dumai agar dapat mencegah dan menurunkan angka stunting. “Kami berkolaborasi dengan pemerintah, yayasan, dan dari perusahaan untuk membantu program kerja dalam menekan angka stunting yang ada di kota Dumai ini,’ ujar Voukhe.
Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau kegiatan posyandu di Kelurahan Sungai Geniot yang ditempuh selama 2 jam dari pusat kota dengan pengawalan Dishub Kota Dumai. Kunjungan bertujuan untuk melihat bagaimana pelayanan kesehatan yang memang masih membutuhkan perhatian. Asisten Deputi Setwapres berinteraksi dengan peserta posyandu seluruh siklus hidup (Bumil, Busui, Balita, hingga lansia) dan berdialog dengan kader yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Sungai Sembilan.
Editor: Metta Wulandari