Penuangan Celengan Bambu dan Bazar dalam Suasana Hari Kartini

Jurnalis : Purwati (He Qi Jakarta Barat 3), Fotografer : Purwati (He Qi Jakarta Barat 3)
Relawan Tzu Chi bersama Komunitas Oma Ceria dan Komunitas Wanita Berkebaya, menggelar penuangan Celengan Bambu Tzu Chi dan bazar dalam suasana Hari Kartini di Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor.

Mengambil momentum hari lahir pahlawan emansipasi, R.A. Kartini, relawan Tzu Chi Xie Li Pajajaran dan Xie Li Siliwangi Bogor bekerja sama menggelar kegiatan Misi Amal Tuang Celengan Bambu, bazar, dan gathering dengan penuh sukacita pada Minggu, 26 April 2026, Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor.

Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Komunitas Oma Ceria, Komunitas Wanita Berkebaya, Tarian Anak Disabilitas dari Sanggar Sans Souci Disabilitas Art Center, serta penampilan anak asuh dan kolaborasi lintas komunitas bersama Zi Zai Dong Zen Association Inc (Ci Kung).

Pemandangan berbeda terlihat di lokasi acara. Belasan wanita, termasuk komunitas relawan Tzu Chi, hadir dengan anggun mengenakan kebaya nasional. Penggunaan kebaya ini bukan sekadar busana, melainkan simbol bahwa semangat perjuangan Kartini masa kini diwujudkan melalui kepedulian sosial.

Bazar yang diselenggarakan menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan vegetarian hingga kerajinan tangan.

Bazar yang diselenggarakan menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan vegetarian hingga kerajinan tangan. Bazar ini juga membawa misi kemanusiaan yang kuat, menggabungkan nilai kepedulian sosial dengan kegiatan ekonomi yang bermanfaat. Semua barang dijual dengan harga terjangkau. Salah satu daya tarik utamanya adalah sajian makanan sehat berbasis nabati yang mencerminkan prinsip cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.

Sambutan hangat dari relawan Tzu Chi, Lily dan Tina, serta pesan singkat dari Inge menandakan dimulainya rangkaian acara pada event hari itu. Para donatur dan para oma membawa celengan bambu. Satu per satu koin dan lembaran uang dituang ke dalam wadah besar, menciptakan denting suara yang melambangkan tetesan cinta kasih yang dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Celengan Bambu Tzu Chi sendiri merupakan cikal bakal dari awal berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi. Master Cheng Yen mengajarkan bahwa untuk membantu orang tidak perlu menunggu kaya, melainkan dimulai dari niat baik setiap hari.

Celengan Bambu Tzu Chi sendiri merupakan cikal bakal dari awal berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi. Master Cheng Yen mengajarkan bahwa untuk membantu orang tidak perlu menunggu kaya, melainkan dimulai dari niat baik setiap hari.

“Makna dari Dana Kecil, Amal Besar pada celengan bambu Yayasan Buddha Tzu Chi adalah gerakan kedermawanan yang menekankan bahwa menyisihkan uang receh secara konsisten (kecil), mampu menciptakan dampak kebaikan yang signifikan (besar) bagi sesama. Filosofi ini mengajarkan ketulusan, cinta kasih, dan kebiasaan berbagi tanpa harus menunggu kaya.” tutur Cindy, relawan Tzu Chi.

Kemeriahan berlanjut dengan penampilan Tarian Jaipong dan Pencak Silat. Gerakan yang dinamis, lincah, dan penuh semangat ini berhasil memukau penonton. Penampilan Tarian Inang dari anak-anak disabilitas membuat para relawan dan tamu undangan terpesona dan bangga. Walau dengan keterbatasan diri, mereka dengan percaya diri mementaskan tarian tersebut.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan Tari Jaipong, gerakan yang dinamis, lincah, dan penuh semangat ini berhasil memukau penonton.

Suasana semakin semarak ketika para relawan dan hadirin berjoget poco-poco. Tak kalah juga penampilan dari para relawan Tzu Chi dengan lagu-lagu isyarat tangan yang menyenangkan dan penuh semangat.

“Semangat dan Happy ikut acara penuangan celengan bambu ini,” tutur Oma Ming Cen dari komunitas Oma Ceria.

Kegiatan hari ini membuktikan bahwa budaya humanis dapat melebur sempurna dengan kearifan lokal dan semangat nasionalisme. Kegiatan ini juga mempertegas pesan bahwa kita semua adalah satu keluarga. Melalui perpaduan antara budaya lokal dan cinta kasih universal, Misi Amal ini berhasil membuktikan bahwa kebaikan bisa dirayakan dengan cara yang sangat indah.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bersumbangsih untuk Sesama

Bersumbangsih untuk Sesama

19 Oktober 2018
Pada 16 Oktober 2018 penuangan celengan bambu dilaksanakan di Widya Salon, yang berlokasi di Jl. Sadakeling No. 12 Bandung. Para donatur yang telah menabung di setiap hari untuk mengisi celengan SMAT ini terlihat begitu bahagia saat menuangkan isi celenganya ke dalam kolam dana.
Kedewasaan dalam Keimanan

Kedewasaan dalam Keimanan

03 Juli 2014
Kunjungan ke yayasan Buddha Tzu Chi  Center, PIK pada 2 Juli 2014. peserta yang datang berjumlah 20 orangn para ibu. Sambutan hangat dirasakan oleh peserta kunjungan dari relawan. untuk pertama kallinya komunitas Katolik Budi Indah mengunjungi Tzu chi. Banyak hal baru yang didapat dari kunjungan ini salah astunya adalah sosialisasi mengenai SMAT dengan menggunakan celengan bambu.
Keikhlasan Dalam Membantu Sesama

Keikhlasan Dalam Membantu Sesama

09 Oktober 2014 Celengan bambu SMAT sudah menyebar dikenal dan dimiliki oleh masyarakat luas. Pada 3 Oktober 2014, celengan yang telah diisi uang dituangkan bersama relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung.
Kita harus bisa bersikap rendah hati, namun jangan sampai meremehkan diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -