Penuh Sukacita, Relawan Tzu Chi Selatpanjang Bersatu Hati Membuat Bacang Vegetarian

Jurnalis : Suryani (Tzu Chi Selatpanjang), Fotografer : Hardy, Koka Farida, Susi (Tzu Chi Selatpanjang)

Para relawan bekerja sama membuat bacang vegetarian di lantai 1 Kantor Tzu Chi Selatpanjang.

Festival Bacang atau Festival Duan Wu, merupakan tradisi penting dalam budaya Tionghoa yang jatuh setiap tanggal 5 bulan ke-5 dalam kalender Lunar. Selain menyantap bakcang, festival ini juga identik dengan lomba perahu naga. Dalam tradisi Tionghoa, hari ini dikenal sebagai Extreme Yang Day, momen dengan energi positif paling kuat sepanjang tahun.

Menyambut momentum ini, Tzu Chi Selatpanjang menggelar Pekan Amal Su Zong/Bakcang Vegetarian pada 26 dan 29 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan gaya hidup vegetaris sekaligus menggalang dana untuk kegiatan sosial dan pembangunan kantor baru.

Sebanyak 38 relawan dari berbagai komunitas turut terlibat dalam kegiatan ini. Mereka dibagi ke dalam beberapa tim, seperti tim penimbangan bahan, pengikatan bacang, tim masak, hingga tim perebusan. Sejak pukul 05.00 WIB pagi, para relawan sudah hadir di Kantor Tzu Chi Selatpanjang untuk mulai mempersiapkan seluruh bahan baku.

Relawan Tzu Chi, Marmimi shijie, tengah memblender bahan baku untuk pembuatan bacang.

Para relawan tampak bersukacita saat membungkus bacang vegetarian, menciptakan suasana penuh kehangatan.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas komunitas. Salah satunya adalah Marmimi, relawan Abu Putih (APL), yang dipercaya menjadi koordinator penyediaan dan penimbangan bahan. "Saya sangat bersukacita, ini tahun keempat saya ikut kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bermakna karena bisa menggalang dana dan mempererat kekompakan para relawan," ujarnya.

Marmimi bahkan sudah hadir sejak sehari sebelumnya untuk menyiapkan bahan mentah yang telah ditimbang dan dibungkus, sehingga tim masak bisa langsung memproses bahan di hari-H.

Pembuatan bacang vegetarian ini memang memerlukan persiapan matang. Sebulan sebelumnya, tim sudah mengadakan rapat koordinasi, menyusun alur kerja, dan membuat brosur pemasaran. Tahun ini, panitia menerima pesanan sebanyak 107,5 paket atau 861 buah bacang. Angka ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat sekaligus semangat gotong royong yang luar biasa dari seluruh tim.

Candera, relawan Tzu Chi yang juga koordinator kegiatan, tampak membantu mengaduk bahan masakan.

Relawan dengan teliti menimbang dan mempersiapkan bahan sesuai takaran untuk tiap bacang.

"Gan en kepada semua relawan yang sudah bersumbangsih dengan tulus. Yang paling mengesankan adalah semangat dan sukacita yang terpancar di setiap wajah relawan. Kita bukan hanya membungkus bacang, tapi juga membungkus cinta kasih, rasa saling menghargai (zun zhong), serta rasa syukur (gan en)," ujar Candera, Koordinator kegiatan Su Zong.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, para relawan semakin erat dalam tali persaudaraan dan menciptakan suasana yang harmonis. “Saat kita bekerja bersama dalam cinta kasih (Ai), maka semangat kebersamaan itu akan terus tumbuh dan menginspirasi,” tutupnya.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel Terkait

Penuh Sukacita, Relawan Tzu Chi Selatpanjang Bersatu Hati Membuat Bacang Vegetarian

Penuh Sukacita, Relawan Tzu Chi Selatpanjang Bersatu Hati Membuat Bacang Vegetarian

04 Juni 2025

Pembuatan bacang ini dalam rangka menyambut Festival Duan Wu. Selain menyebarkan semangat bervegetaris, tetapi juga menggalang dana untuk kegiatan sosial dan pembangunan kantor baru.

Persiapan Tim Konsumsi Menyambut Pemberkahan Akhir Tahun 2023

Persiapan Tim Konsumsi Menyambut Pemberkahan Akhir Tahun 2023

17 Januari 2024

Relawan Tzu Chi dari tujuh He Qi di Jakarta sibuk mempersiapkan acara Pemberkahan Akhir Tahun (PAT) Tzu Chi 2023. Mulai dari tim acara, tim barisan, tim performance, dan tim konsumsi, semua bersatu hati untuk kesuksesan acara ini.

Berkah Perayaan Hari Bacang di Panti Sahabat Baru

Berkah Perayaan Hari Bacang di Panti Sahabat Baru

21 Juni 2017

Bagi opa dan oma di Panti Sahabat Baru, waktu sepertinya sudah terhenti. Sehari-hari mereka hanya menunggu kedatangan sanak saudaranya yang berkunjung. Namun kedatangan relawan Tzu Chi dari komunitas Kebon Jeruk hari itu membangkitkan ingatan mereka pada perayaan Pe-Cun atau perayaan hari Bacang.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -