Penutupan Kelas Bimbingan Budi Pekerti di Kota Medan
Jurnalis : Mei Yen (Tzu Chi Medan), Fotografer : Rita, Djuang (Tzu Chi Medan)
Para Bodhisatwa cilik menyanyikan lagu Mars Tzu Chi.
Tidak terasa kita hampir sampai di penghujung tahun 2021. Kelas Bimbingan Budi Pekerti Tzu Chi Medan masih tetap melakukan pertemuan rutin sebulan sekali dengan memanfaatkan jaringan internet. Dan acara Penutupan Kelas Bimbingan Budi Pekerti tahun ajaran 2021 ini diadakan pada 14 November 2021, diikuti oleh 26 Bodhisatwa cilik, 4 relawan komite, 4 relawan APL dan 2 relawan AP.
Acara dimulai pukul 09.00 dan berakhir 11.40 WIB. Walaupun digelar secara daring tetapi suasana khidmat dan keseriusan para Bodhisatwa Cilik untuk belajar bisa dirasakan.
Acara diawali dengan memberikan penghormatan kepada Sang Buddha dan Master Cheng Yen, diikuti dengan menyanyikan lagu Mars Tzu Chi dan pembacaan 10 Sila Tzu Chi. Kemudian dilanjutkan dengan performa isyarat tangan dengan judul lagu Shou Qian Shou (Bergandengan Tangan) yang dibawakan oleh guru isyarat tangan bersama Bodhisatwa cilik. Lagu Shou Qian Shou ini menceritakan bahwa dalam kehidupan ini ada pasang dan surut tetapi janganlah bersedih karena kita masih mempunyai teman-teman yang akan selalu bergandengan tangan memberikan semangat dan bersatu hati menghadapi badai dan angin.

Lagu isyarat tangan dengan judul Shou Qian Shou (Bergandengan Tangan) dibawakan oleh guru isyarat tangan bersama Bodhisatwa cilik.
Sesi selanjutnya menonton video Tang Chao Xiao Li Zi berjudul “Ai Shang Xue Xi” (Pembelajaran yang Mengasikkan) yang menceritakan bagaimana Xiao Li Zi sangat bersemangat dalam belajar. Hal ini dikarenakan Guru Fang menemukan cara-cara yang lebih menarik untuk meningkatkan semangat belajar murid-muridnya, salah satunya dengan mengajak mereka belajar di alam bebas. Adapun pesan dari Sang Guru adalah carilah hal-hal baru yang menarik, tidak berhenti belajar dan tingkatkan pengetahuan menjadi pendidikan dan kebijaksanaan. Dengan begitu maka selamanya semangat belajar akan semakin meningkat dan tidak akan merasa bosan.
Setelah video tersebut, Merry Shigu juga mengingatkan kembali pelajaran sebelumnya tentang pentingnya bervegetaris. Kali ini ditampilkan video sharing inspirasi dari Bodhisatwa cilik Malaysia. Dengan gaya bahasa yang polos dan sederhana dia meminta semua orang untuk bervegetaris demi melindungi hewan.

Seorang murid menunjukkan hasil karyanya, yaitu oreo cake.
Dalam acara puncak, Bodhisatwa Cilik diajak untuk membuat kue Oreo dengan bahan-bahan yang mudah didapat yaitu Oreo, susu cair, coklat kacang Beng beng. Bodhisatwa Cilik sangat antusias mengikuti arahan dari Elisabeth Shigu yang dalam proses pembuatan tanpa panggangan ataupun gorengan ini. Bodhisatwa cilik ini diminta untuk memposting hasil karya oreo cake mereka di grup whatsapp melalui orang tuanya. Hasil karya oreo cake ini nantinya akan diseleksi oleh para Shigu untuk menentukan tiga hasil terbaik dan ada hadiah yang akan dikirimkan ke rumah melalui transportasi online.
Dan yang ditunggu akhirnya tiba yaitu pengumuman pemenang dalam Game Pagamo versi Tzu You Ban. Erlina Shigu mengumumkan pemenang dalam Game Pagamo ini, adalah Oscar Fanggawa, Candy Fanggawa, Marvel, Philbert & Felicia Limcius dan Kallista. Adapun tips dari Bodhisatwa Cilik dalam game Pagamo ini adalah berani mencoba dan menghadapi tantangan yang ada, walau terkadang ditemukan kendala dalam menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris maupun Mandarin. Semua bisa diatasi dengan bantuan Google Translate untuk lebih mengerti pertanyaan soal ataupun pilihan jawaban.

Sesi Penutup, yang juga menutup Kelas Bimbingan Budi Pekerti tahun ajaran 2021.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, semoga Pandemi Covid cepat berakhir, manusia semakin suci hatinya, masyarakat aman dan damai serta dunia bebas dari bencana.
Happy New Year 2022 dan semoga kita lebih baik dan baik lagi. Kalau ada kesempatan vaksin, diharapkan Bodhisatwa Cilik dapat mengikutinya supaya kekebalan tubuh lebih baik lagi.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Menumbuhkan Bakti Pada Orang Tua
21 April 2014 Mereka mengulang dan melihat kembali tentang semua materi yang telah disampaikan selama belajar pendidikan budi pekerti. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pendidikan budi pekerti agar bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.Peduli Terhadap Sesama
10 April 2018“Memiliki
rasa peduli terhadap sesama akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia, contohnya mengurangi sifat egois,
memiliki tingkat sosial tinggi, dan menumbuhkan rasa kebersamaan,” papar Sunaryo Papa.
Menggenggam Kesempatan untuk Menanam Benih Kebajikan
14 Agustus 2026Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Surabaya mengajak 26 anak belajar berbuat baik melalui permainan, kisah inspiratif, dan aktivitas kreatif. Anak-anak diajarkan belajar kebaikan sejak dini dapat membentuk karakter penuh kasih dan peduli.







Sitemap