Perayaan Waisak Tzu Chi Banda Aceh 2026

Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh), Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh)

Relawan Tzu Chi membawa pelita sebagai penghormatan kepada Buddha dan mengingatkan pada pancaran sinar kebijaksanaan yang menghalau kegelapan, serta ketidaktahuan dalam diri manusia.

Bulan Mei menjadi bulan Istimewa untuk Yayasan Buddha Tzu Chi di seluruh dunia. Pada bulan ini seluruh insan Tzu Chi di seluruh dunia merayakan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia. Pada kesempatan kali ini, relawan Tzu Chi Banda Aceh mengadakan perayaan ketiga hari tersebut pada Minggu, 17 Mei 2026, di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh.

Acara ini turut dihadiri oleh Pembina Masyarakat Agama Buddha Provinsi Aceh, Suwarno, Ketua Wihara Buddha Sakyamuni Banda Aceh, Yanto, serta 22 orang relawan Tzu Chi, dan 18 peserta dari umum Bapak Suwarno memberikan apresiasi atas acara waisak Tzu Chi dan berharap Tzu Chi dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Dalam acara ini Tzu Chi mengajak semua insan untuk membalas budi kepada Buddha, Orang tua dan semua makhluk hidup yang telah berjasa besar di dalam hidup kita.

Pembina Masyarakat Agama Buddha Provinsi Aceh, Suwarno, memberikan sambutan dan pesan cinta kasih saat perayaan Waisak Tzu Chi Banda Aceh.

Relawan Tzu Chi dengan khidmat menjalankan prosesi persembahan bunga pada perayaan Waisak.

Perayaan Waisak ini dimulai dengan menyanyikan Gatha Pendupaan. Dilanjutkan dengan barisan persembahan pelita, air wangi, dan bunga. Pelita melambangkan penerangan batin yang dapat menerangi Triloka dari kegelapan batin. Air wangi melambangkan pemurnian batin dari noda batin. Bunga melambangkan harumnya kebajikan yang memancar hingga alam semesta.

Setelah prosesi persembahan, satu persatu umat maju mendekat ke rupang Buddha untuk memberikan penghormatan kepada Buddha, membangkitkan ikrar mulia serta mengambil bunga. Acara dilanjutkan dengan melantunkan doa serta tiga ikrar agung, dilanjutkan dengan mendengarkan Ceramah dari Master Cheng Yen.

Dalam ceramah Waisak kali ini, Master Cheng Yen mengajak semua insan untuk berterima kasih kepada Buddha yang datang ke dunia untuk menolong para makhluk dengan penuh cinta kasih, berterima kasih kepada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita, berterima kasih kepada guru yang telah membimbing dan mendidik kita, berterima kasih kepada semua makhluk yang telah berjasa untuk kehidupan kita, serta berterima kasih kepada alam semesta.

Chu-Chu, salah satu umat yang mengikuti perayaan Waisak, dengan khidmat mengikuti seluruh prosesi. Ia juga mengajak anggota keluarganya.

Perayaan Waisak kali ini menyentuh kalbu banyak insan yang hadir, salah satunya adalah Janiar yang lebih akrab disapa Chu-Chu. Ia mengikuti Waisak bersama keluarganya. “Saya rasa Waisak kali ini saya merasakan ketenangan dan saya dapat mengikutinya dengan Khusyuk dan khidmat, inilah yang saya cari,” tutur Chu-Chu.

Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Lita, relawan Tzu Chi yang bertugas membawa persembahan air wangi. Dalam kesempatan ini, Lita merasakan ketenangan dan rasa haru yang luar biasa. “Saya dapat mengikuti waisak dengan tenang dan khidmat dan saya sangat berterima kasih kepada Tzu Chi telah menyelenggarakan acara ini,” Ujar Lita.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Internasional: Perayaan Waisak Tzu Chi

Internasional: Perayaan Waisak Tzu Chi

17 Mei 2010
Biarawati yang tinggal dengan Master Cheng Yen melaksanakan upacara perayaan Waisak, Master Cheng Yen sendiri menyaksikan proses acara dari lantai empat. Upacara ini diselenggarakan dalam suasana hormat dan penuh khikmat.
Waisak Tzu Chi 2018: Rasa Syukur dan Ketulusan Berdoa yang Memancarkan Keagungan

Waisak Tzu Chi 2018: Rasa Syukur dan Ketulusan Berdoa yang Memancarkan Keagungan

14 Mei 2018
Doa jutaan insan Tzu Chi Pekanbaru dilaksanakan di Gedung SKA Co Ex (Convention & Exibixion Centre) yang dihadiri sekitar 1.000 orang.
Merangkai Kehangatan dan Welas Asih dalam Tiga Perayaan

Merangkai Kehangatan dan Welas Asih dalam Tiga Perayaan

20 Mei 2026

Perayaan Waisak Tzu Chi Tanjung Balai Karimun berlangsung khidmat dan hangat menggabungkan peringatan Hari Waisak, Hari Ibu, dan 60 tahun Tzu Chi. Kegiatan ini menjadi refleksi cinta kasih, welas asih, dan kebersamaan generasi.

Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -