Perenungan Tekad Batin di Perayaan Waisak Tzu Chi Biak
Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak), Fotografer : Jonathan Mauri, Haniel J.Samberi (Tzu Chi Biak)
Prosesi pemandian rupang Buddha yang dijalankan dengan khidmat oleh Y.M. Bhante Bhadra Pravira Sthavira dan Ketua Tzu Chi Biak, Susanto Pirono.
Pada Minggu, 10 Mei 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Biak merayakan Waisak Bersama 2026 yang bertempat di Swiss-Belhotel Biak, Papua. Bagi insan Tzu Chi, Waisak tidak hanya diperingati sebagai Hari Tri Suci Waisak, tetapi juga sebagai Hari Ibu Internasional dan Hari Tzu Chi Internasional. Kegiatan ini bukan hanya ritual dan simbolis, namun juga menjadi momen doa bersama seluruh insan Tzu Chi bagi dunia.
Dalam memperingati Hari Tri Suci Waisak, yaitu kelahiran Sang Buddha, pencapaian pencerahan, dan kemangkatan Sang Buddha, insan Tzu Chi merenungi napak tilas Sang Buddha dalam menghadirkan kesadaran di dunia ini.
Yayasan Buddha Tzu Chi pada tahun ini telah menginjak usia ke-60 tahun. Enam puluh tahun yang lalu, Master Cheng Yen mendirikan badan amal bernama Ke Nan Tzu Chi. Pada masa awal, Master Cheng Yen mengajak para ibu rumah tangga untuk menyisihkan 50 sen setiap hari guna membantu orang lain. Peringatan ini menjadi momen untuk mengucap syukur atas semakin panjangnya barisan insan Tzu Chi yang bergabung dan bersatu hati membantu sesama yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakangnya.

Dalam perayaan Waisak tersebut, relawan Tzu Chi menampilkan isyarat tangan dengan penuh kekompakan.

Y.M. Bhante Bhadra Pravira Sthavira memberikan sambutan penuh cinta kasih kepada para peserta yang berisi tentang welas asih, cinta kasih, dan kebijaksanaan.
Selain itu, Hari Ibu Internasional juga memiliki makna yang mendalam dalam perayaan ini. Sebagai anak, kita tidak dapat membalas budi luhur orang tua yang telah membawa kita ke dunia. Tidak ada harta benda yang dapat ditukarkan untuk mengganti budi orang tua. Master Cheng Yen berkata, “Ada dua hal yang tidak dapat ditunda yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.”
Selain itu, dalam merayakan Hari Ibu Internasional ini, diadakan prosesi pembasuhan kaki kepada orang tua sebagai salah satu ungkapan syukur dan terima kasih, karena telah tulus ikhlas membesarkan anak-anak mereka. Sebanyak 18 pasangan anak dan orang tua, serta relawan Tzu Chi turut serta dalam prosesi tersebut.
Dalam sambutan cinta kasihnya, Ketua Tzu Chi Biak, Susanto Pirono, menyampaikan semangat insan Tzu Chi yang terus menjalankan Misi Tzu Chi. “Pekerjaan kita adalah menjalankan misi amal,kesehatan,pendidikan dan budaya humanis secara serentak. Dan semangat kita adalah ketulusan,kebenaran,keyakinandan kesungguhan. Kita yakin semua mahkluk setara dan setiap orang memiliki hakikat Kebuddhaan welas asih”.

Asisten I Semuel Rumaikeuw, membacakan sambutan yang diberikan oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M.

Para peserta membasuh kaki orang tua yang hadir pada perayaan Waisak, sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.
Susanto Pirono juga meneruskan pesan dari Master Cheng Yen yaitu: “Penderitaan orang lain dapat menyadarkan kita dan membuat kita merasa penuh berkat, hanya ketika orang merasa bahwa mereka diberkati, mereka baru benar-benar merasa bahagia dan hidup dengan penuh berkah.”
Y.M. Bhante Bhadra Pravira Sthavira, yang turut hadir dalam perayaan Waisak ini, juga memberikan sambutan cinta kasih yang penuh kehangatan. “Welas asih, cinta kasih, kebijaksanaan hadir begitu kita melakukan perbuatan yang baik salah satunya yaitu membasuh kaki orang tua. Juga marilah kita mengucap syukur atas nafas kehidupan yang telah diberikan hari ini sehingga masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik.”
Sambutan hangat juga diberikan oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., yang dibacakan oleh Asisten I Semuel Rumaikeuw. “Terima kasih atas dukungan Tzu Chi kepada Pemda Biak Numfor dalam pelayanan kepada masyarakat. Selamat merayakan Hari Tri Suci Waisak, Hari Ibu Internasional dan Hari Tzu Chi Internasional. Dalam perayaan waisak ini relawan Tzu Chi Biak juga mempersembahkan isyarat tangan Pelita Hati.
Editor: Fikhri Fathoni
Artikel Terkait
Berbakti Pada Ibu di Waisak Tzu Chi
06 Juni 2014 Wajah Nenek Hartati diliputi senyuman, walau kini umurnya telah mencapai 88 tahun, dengan kondisi pergerakannya sudah tidak leluasa lagi, tapi di umurnya yang telah lanjut nenek Hartati masih bisa mengikuti acara waisak yang di adakan oleh Tzu Chi di Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk, pada hari Minggu 11 Mei 2014.
Waisak 2025: Kebersamaan Penuh Makna dalam Perayaan Waisak Tzu Chi
11 Mei 2025Di balik khidmatnya prosesi Waisak dan megahnya formasi, tersembunyi cerita-cerita sederhana akan sukacita perayaan Waisak bersama Tzu Chi. Semua menyuarakan satu semangat: berbagi dan bersatu dalam kasih tanpa pamrih.
Waisak Tzu Chi 2018: Dari Satu Menjadi Tak Terhingga (Bag. 2)
15 Mei 2018Sejak Yayasan Buddha Tzu Chi berdiri hingga kini berusia 25 tahun, Chia Wenyu selalu mendapatkan tanggung jawab sebagai pemandu acara. Namun pemandangan berbeda ada di Waisak Tzu Chi 2018. Wenyu kali ini tidak lagi ada di depan panggung, dirinya duduk dengan anggun di barisan pembawa persembahan bersama 120 relawan Tzu Chi lainnya.







Sitemap