Peresmian Jalan Cinta Kasih di Kampung Simpak

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Arimami Suryo A, Johnny Chandrina (Tzu Chi Tangerang)

Pada Minggu, 5 Desember 2021, relawan Tzu Chi Tangerang meresmikan Jl. Cinta Kasih Simpak, di Kampung Simpak, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kab. Bogor.


Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia komunitas He Qi Tangerang, Minggu 5 Desember 2021 meresmikan Jl. Cinta Kasih Simpak, di Ka
mpung Simpak, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kab. Bogor. Jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 2.5 meter ini membentang membelah persawahan dari Desa Jagabaya menuju Kampung Simpak dan berakhir di Wihara Dharma Mulia.

Saya bahagia karena warga kini bisa mengakses jalan dengan baik. Tidak perlu khawatir licin dan jatuh ketika hujan datang, kata Johnny Chandrina, Ketua Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Tangerang. Nama jalannya pun pilihan warga sendiri, yaitu Jl. Cinta Kasih Simpak. Sebuah apresiasi untuk Tzu Chi, lanjutnya di sela acara peresmian.

Akses Jalan Melintasi Hutan

Sejak 25 Oktober hingga 15 November 2021, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang dibantu oleh warga melakukan proses perbaikan jalan dengan menggunakan beton.

Sebenarnya, jalanan yang kini bernama Jl. Cinta Kasih Simpak ini dulunya tidak ada. Wiwih Kristanto, tokoh masyarakat setempat menceritakan bahwa sejak tahun 2007 – 2008, ia mengajak warga untuk swadaya membuat akses jalan dari Kp. Simpak menuju Desa Jagabaya.

“Karena sebelumnya kami kalau mau ke Desa Jagabaya itu harus putar lewat hutan,” kata Ko Wiwih, panggilan akrabnya. “Lalu banyak warga yang pekerjaannya itu pedagang kue subuh di Senen (Jakarta Pusat). Mereka tengah malam harus lewat hutan untuk pergi dagang, sementara banyak begal juga. Jadi kami awalnya swadaya untuk membuat jalan seadanya agar semuanya merasa aman,” jelasnya.

Johnny Chandrina, Ketua Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Tangerang memberikan potongan tumpeng kepada Kepala Desa Jagabaya sebagai wujud syukur atas peresmian Jl. Cinta Kasih Simpak.


Jalan tembusan itu pernah di aspal namun tidak bertahan lama karena menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki warga sekaligus dana dari donatur. Warga juga swadaya menutup lubang-lubang jalanan dengan tanah maupun kerikil setiap kali jalanan rusak. Tapi bukan lebih baik, jalanan malah menjadi licin dan berbahaya untuk dilalui ketika musim hujan tiba. Namun apa boleh buat, warga Kampung Simpak terus lapang dada karena bagaimanapun akses kampung lebih enak dilewati dari jalan ini daripada harus berputar ke arah hutan.

“Yang sering itu anak muda atau ibu-ibu jatuh pas naik motor, kalau mobil ada yang sampai bannya keblesek lumpur atau pecah ban,” ingat Ko Wiwih.

Kekuatan Gotong Royong
Tahun 2012 lalu, Tzu Chi mulai berjodoh dengan warga Kampung Simpak. Satu per satu pengajuan bantuan mulai datang dari wilayah ini. Dari sana pula, relawan kerap datang dan merasakan perkembangan jalan yang kian hari kian mengkhawatirkan.

“Di masa pandemi saja (tahun 2020 - 2021 awal), kami empat kali diundang warga ke sini untuk penuangan celengan. Mereka membuat kami sangat salut dan terharu. Nah tapi di masa itu pula, kami memperhatikan kondisi jalanannya semakin rusak. Waktu itu kami langsung berdiskusi dengan warga dan relawan, lalu ajukan bantuan pembangunan jalan ke pusat (Tzu Chi Indonesia),” terang Johnny Chandrina.


Wiwih Kristanto (memakai rompi relawan), tokoh masyarakat setempat bersukacita akan peresmian Jl. Cinta Kasih Simpak.


Pengajuan bantuan pembangunan jalan yang disampaikan oleh Johnny kepada Liu Su Mei, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia itu tak lama langsung disetujui. Sehingga sejak 25 Oktober hingga 15 November 2021, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang langsung melakukan proses perbaikan jalan dengan menggunakan beton.

Dalam proses tersebut, setiap harinya dua hingga empat relawan datang melakukan pendampingan dan pengecekan proses pengecoran. Warga juga tak kalah semangat ikut mendonasikan sejumlah biaya. Mereka ikut pula dalam melayani para tukang dengan menyediakan kopi maupun camilan setiap harinya. Hal itu yang membuat Johnny semakin salut.

“Masyarakat di sini gotong royongnya luar biasa. Jadi karena relawan hanya bisa mengawasi sampai jam 10 malam, nah setelah itu warga membantu mengawasi karena proses cor bisa sampai jam 2 – 3 dini hari. Mereka menyiapkan kopi, camilan, luar biasa sekali,” ungkap Johnny.

“Kapan lagi kita berbuat baik untuk kehidupan kita. Biarpun kita capek tapi kan banyak yang berdana, masa sih warga Simpaknya sendiri malah nggak mau menyumbangkan tenaga. Jadi kami harus lebih semangat. Kami harus bantu. Nggak apa-apa sampai malam, begadang, untuk berbuat kebajikan untuk sesama,” timpal Ko Wiwih.

Melintas Dengan Penuh Rasa Aman

Jl. Cinta Kasih Simpak membentang sepanjang 700 meter dengan lebar 2.5 meter, jalan ini membelah persawahan dari Desa Jagabaya menuju Kampung Simpak dan berakhir di Wihara Dharma Mulia.

Proses perbaikan jalan yang dilaksanakan sekitar 20 hari itu akhirnya selesai sudah. Peresmiannya pun diliputi dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Jl. Cinta Kasih Simpak kini sudah bisa dilewati dengan aman.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei yang berkesempatan ikut meresmikan penggunaan jalan mengungkapkan bahwa dirinya ikut bersukacita dan memberikan doa terbaik untuk masyarakat. “Semoga dengan peresmian jalan ini, semua warga dapat dengan lancar dan aman keluar masuk desa,” doa Liu Su Mei.

Polung (baju merah), warga Kampung Simpak yang bekerja sebagai penjual kue basah di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengungkapkan terima kasih karena Tzu Chi sangat peduli dan mendukung kesejahteraan warga Kampung Simpak.

“Kami harapkan warga sudah bisa lancar menggunakan akses jalannya sehingga nanti meningkatkan kesejahteraan mereka. Kemudian semoga ke depannya relawan semakin kompak dan banyak melakukan kebajikan di sini, mungkin bisa dengan kegiatan donor darah, kegiatan kelas budi pekerti, pemeriksaan kesehatan. Semoga semakin banyak yang terbantu,” imbuh Johnny Chandrina.

Peresmian Jl. Cinta Kasih Simpak juga dihadiri oleh Kepala Desa Jagabaya, Kapolsek Parung Panjang, dan Danramil Parung Panjang. Seluruh undangan menyampaikan selamat dan doa terbaik mereka.

Sementara itu, Ko Wiwih juga amat bergembira. “Saya sangat senang impian saya dan seluruh warga bisa tercapai. Nggak nyangka juga Tzu Chi mau bantu. Ini berkah untuk warga Simpak,” tukasnya.

Selain peresmian jalan, relawan juga berkesempatan membagikan 131 paket sembako bagi warga Kampung Simpak.

Polung, warga Kampung Simpak yang bekerja sebagai penjual kue basah juga mengungkapkan terima kasihnya. “Kami sangat terima kasih, sebagai pengusaha kecil yang harus melintasi jalan di kala malam, kami sangat terbantu. Sekarang jalannya sudah halus, lebih lancar dan nggak rusak kayak kemarin,” tutur Polung. “Rasanya lebih nyaman dan jauh lebih aman,” imbuhnya.

Selain peresmian jalan, relawan juga berkesempatan membagikan 131 paket sembako bagi warga Kampung Simpak. Paket ini merupaka perhatian sekaligus pelengkap kebahagiaan warga.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Peresmian Jalan Cinta Kasih di Kampung Simpak

Peresmian Jalan Cinta Kasih di Kampung Simpak

06 Desember 2021

Relawan Tzu Chi Tangerang meresmikan Jl. Cinta Kasih Simpak, di Kampung Simpak, Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang, Kab. Bogor pada Minggu, 5 Desember 2021.

Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -