Persiapan Hari Ayah

Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Teddy Lianto
 
 

fotoKetua He Qi Utara Like Hermansyah membimbing para relawan dalam kekompakan gerakan tangan yang akan dipentaskan pada bulan Agustus nanti dalam acara Hari Ayah.

Pada saat ini, seluruh negara di belahan dunia sering mengalami bencana, baik bencana alam maupun bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia. Hampir setiap detik manusia saling berperang dan melakukan pengrusakan alam. Master Cheng Yen pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi berkata bahwa kita semua harus berdoa setiap hari demi keselamatan dunia ini.

 

“Para Bodhisatwa sekalian, kita harus terus meningkatkan doa yang tulus, jika setiap orang berdoa dengan tulus, baru dapat menggugah alam dan mendamaikan batin manusia. Jika dalam hati setiap orang ada kewelas asihan dan cinta kasih, baru empat unsur utama alam dapat selaras,” kata Master Cheng Yen dalam pesannya

Master Cheng Yen juga berharap setiap orang belajar pada semangat Bodhisatwa, saling mendukung dan saling memberi semangat, terutama dalam menggalakkan gerakan pertobatan dan bervegetarian.

Selain bervegetarian, hal lain yang harus dilakukan adalah berbakti kepada orang tua mereka, karena kebajikan dan kebaikan orang tua sungguh luas dan tidak terbatas. Bila seseorang berbuat kesalahan karena tidak berbakti, alangkah sukar membayar kembali kebaikan itu. Ketika kita masih kecil, orang tua senantiasa menjaga dan melindungi kita dari semua hal-hal berbahaya. Mereka juga memberikan kita pakaian, makanan, dan pendidikan yang terbaik, yang mereka peroleh dari  jerih payah yang kadang kita anggap remeh.

foto  foto

Keterangan :

  • Bersungguh hati dan tekun adalah karakteristik insan Tzu Chi dalam melakukan kegiatan.(kiri)
  • Meresapi setiap makna Dharma ketika berjalan, itulah yang dilakukan oleh Elvy Kurniawan Shijie dalam mengatur keindahan dalam berjalan dan berbaris.(kanan)

Seperti yang dikatakan Buddha bahwa kita dapat membalas budi pada orang tua dengan bertobat dari kesalahan-kesalahan kita. Beliau juga menjelaskan bahwa kita dapat berbakti dengan berdana dan menanam berkah.

Latihan Menyanyi dan Isyarat Tangan
Pada tanggal 23 Juli 2011, relawan Tzu Chi mengadakan latihan pementasan Hari Papa secara bersama untuk kedua kalinya. Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 WIB di Aula Lantai 3 Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan ini dipimpin oleh Like Hermansyah, Ketua  He Qi Utara yang mengatur kerapian berbaris relawan dan kekompakan gerakan tangan dalam melakukan isyarat tangan atau shou yu.

Beberapa menit kemudian, Shijie Elvy Kurniawan dan  Shigu Lely Herawaty tiba di Aula RSKB Cinta Kasih Tzu Chi. Shijie Elvy merupakan PIC untuk kegiatan Hari Papa atau sering disebut “Papa Jie”. Elvy menerangkan bahwa mengapa disebut“Papa Jie” karena dirayakan pada tanggal 8 bulan delapan yang dalam bahasa Mandarin pelafalannya ialah Pa-Pa. “Kebetulan di Taiwan tahun ini merupakan tahun pertobatan bagi insan Tzu Chi, oleh karena itu Shigu Like bermaksud mengajak para insan Tzu Chi maupun masyarakat umum untuk ikut mendalami Dharma Pertobatan Air Samadhi ini,” jawab Elvy.

foto  foto

Keterangan :

  • Gerakan rapi dan indah para "Malaikat Biru Putih" (relawan biru putih) ini menginspirasi banyak orang.(kiri)
  • Persiapan latihan yang matang dilakukan agar pada hari pementasan tanggal 7 Agustus nanti acara dapat berlangsung dengan baik dan sempurna.(kanan)

Kegiatan ini akan dihadiri oleh para ayah dari peserta, dengan tujuan untuk menunjukkan kepada ayah mereka bahwa mereka sebagai anak memiliki niat untuk bertobat atas kesalahan lampau dan meminta restu kepada ayah untuk bertobat dan bervegetarian.

Diharapkan dengan melihat kegiatan ini, para ayah dapat tergugah hatinya dan ikut menjalani pola makan Vegetarian. “Semua peserta kegiatan ini diharapkan untuk menerapkan pola makan Vegetarian selama 108 hari (lebih kurang 3 bulan lebih) tanpa terputus. Kita juga berharap, pola makan Vegetarian yang dilakukan oleh peserta tidak hanya untuk 108 hari, tetapi dilakukan untuk seterusnya,” kata Elvy berharap.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semua orang dapat berbakti dan berbuat kebajikan untuk orang tua mereka. Seperti kata Master Cheng Yen dalam 108 kata perenungan, “Ada dua hal yang tak dapat ditunda, yaitu berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan.”

  
 

Artikel Terkait

Menghargai Diri Sendiri

Menghargai Diri Sendiri

02 Oktober 2020

Para xiao phu sa diajak untuk menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak harus pandai dalam segala hal. Apa yang menjadi kekurangan kita, harus kita pelajari sehingga kita bisa. Dan apa yang menjadi kelebihan kita, harus kita kembangkan lagi dengan lebih berguna.

Berbagi Kebahagiaan di Momen Imlek

Berbagi Kebahagiaan di Momen Imlek

02 Februari 2022

Sebanyak 600 paket beras dibagikan kepada warga perkampungan yang tinggal di belakang tanggul perairan melalui Vihara Buddha Jayanti dan Cetiya Theravada Dhamma Viriya.

Celengan Bambu Cinta Kasih

Celengan Bambu Cinta Kasih

22 Februari 2012
Minggu 19 Februari 2012, pada pukul 9 pagi, satu per satu anak asuh Tzu Chi mulai berdatangan. Mereka berkumpul di salah satu ruangan untuk belajar membuat celengan bambu.
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -