Rayakan Kemerdekaan dengan Peduli Kesehatan Warga Nanga Sejirak, Sintang
Jurnalis : Surono (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Surono, Alam (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)
Dokter Aldy Mooduto, dari Karya Mas sedang memeriksa kesehatan mata warga.
“Bila setiap orang bersatu hati dan bergotong royong, kita baru bisa mengoptimalkan kekuatan hingga paling maksimal.”
(Kata perenungan Master Cheng Yen)
Dua hari menjelang perayaan kemerdekaan RI, relawan Xie Li Kalimantan Barat dari PT Finnantara Intiga menggelar Bakti Sosial Kesehatan Umum di Desa Nanga Sejirak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kegiatan baksos yang bertempat di Gereja Kemah Injil Indonesia, Desa Nanga Sejirak ini berhasil melayani 345 pasien. Relawan menggandeng tenaga medis dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) dan didukung tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dengan menghadirkan 7 dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
Layanan kesehatan gratis ini melayani warga yang berasal dari 6 desa, yaitu Desa Nanga Sejirak, Desa Ensabang, Desa Sungai Jaung, Desa Semuntai, Desa Majau Mekar, dan Desa Ratu Damai. Warga mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan penyakit oleh dokter, tes darah, kolesterol, asam urat, gula darah, tensi, pemberian obat, hingga pendataan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti katarak, hernia, dan bibir sumbing. Tidak hanya itu, relawan dan dokter juga memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga yang tidak dapat berkunjung ke lokasi.

Muhammad Kandias, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang yang didampingi Kepala Desa Nanga Sejirak, Mansuardi berbincang dengan relawan Tzu Chi Marwin dan Juslina.
Mansuardi, Kepala Desa Nanga Sejirak yang hadir mendampingi acara memberi dukungan penuh kegiatan baksos ini dan mengungkapkan bahwa warganya sangat antusias untuk mengikuti pengobatan ini. “Luar biasa kepedulian dari Finnantara dengan Tzu Chi ini. Masyarakat kita antusias sekali. Saya sebagai Kades sangat mendukung, mudah-mudahan kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan minimal 2 kali satu tahun,” tutur Mansuardi bersemangat.
Sementara itu Muhammad Kandias, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang yang turut hadir memberikan apresiasi. Ia telah menghadiri 2 kali kegiatan baksos yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi di wilayah Sintang tahun ini. “Kami sebagai pemerintah daerah mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan teman-teman dari PT Finnantara dan kawan-kawan Buddha Tzu Chi, semoga semua diberikan kesehatan dan keselamatan dalam perjalanan menuju baksos-baksos yang ada di Indonesia,” ujar Kandias.

Muh Wahid Agus Ahsani, Relawan Tzu Chi dari PT Finnantara Intiga mendampingi warga untuk mendengarkan penjelasan obat.
Secercah Harapan Kesembuhan
Kecelakaan 4 tahun lalu menjadi kenangan yang menyakitkan bagi Nobertus Beny (42) warga Desa Semuntai. Ia bercerita ketika bekerja naik motor, tiba-tiba ia ditabrak mobil dari belakang. Bagian kaki kanannya patah dan hancur. Menyisakan luka menganga di punggung kakinya. Sempat diobati di Pontianak, tetapi tidak dilanjutkan lagi karena keterbatasan biaya. Kulit di sekitar lukanya menghitam dan mengakibatkan infeksi. Semenjak itu, ia kesulitan berjalan meskipun dengan bantuan tongkat.
Mendengar ada kegiatan bakti sosial kesehatan gratis dari perangkat desa menjadi setitik harapan bagi Beny. Ia antusian bergegas hadir di lokasi baksos dibantu saudaranya. Ia berharap ada kabar baik dari kegiatan baksos ini.
“Kemarin rencana mau diamputasi, tapi keluarga tidak mau, istri tidak mau,” ujar Beny. Istrinya tidak mau kaki Beny diamputasi dan bersedia berjuang menjadi tulang punggung menghidupi keluarga dengan bekerja noreh (menyadap karet) dibantu anak pertamanya yang sudah tidak sekolah selepas lulus SMP. Sedangkan anak keduanya masih kelas 2 SD.

Kegiatan baksos yang bertempat di Gereja Kemah Injil Indonesia, Desa Nanga Sejirak ini berhasil melayani 345 pasien.
Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, relawan menawarkan untuk membantu pengobatan lanjutan bagi Beny. “Saya senang kalau ada yang bantu berobat,” tutur Beny haru. Ia hanya berharap bisa berjalan normal saja, tidak berharap lebih. “Harapan saya, saya pengen sembuh. Yang penting saya bisa jalan,” tambah Beny. “Saya sangat berterima kasih kepada relawan Tzu Chi, PT Finnantara sudah membantu saya dalam proses berobat. Sampai ke manalah, saya bersedia,” ucap Beny antusias.
Dari kegiatan baksos ini Beny menemukan harapan untuk kesembuhan, harapan untuk bisa hidup kembali normal dan bisa bekerja kembali. Ia menemukan sececah harapan kebahagiaan.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Antonia (76) warga Desa Ratu Damai yang antusias hadir untuk berobat. Ia mengeluhkan cepat lelah, sakit maag, tidak ada nafsu makan, batuk, dan mata ada katarak. Ia sudah tidak mampu berjalan jauh, harus memakai tongkat dan hanya di rumah saja.
“Ke ladang sudah ndak bisa lagi. Tidak bisa cari ikan, cari sayur di hutan sudah tidak bisa lagi,” tutur Antonia sedih.
Ia merasa senang mendapatkan layanan kesehatan dari dokter dan menerima obat untuk penyakitnya. “Saya mengucapkan terima kasih atas relawan yang datang ke sini. Mudah-mudahan saya bisa sembuh dengan pengobatan ini. Terima kasih,” pungkasnya.

Dokter Suwarno didampingi relawan mendatangi rumah warga untuk memeriksa kesehatan warga yang tidak dapat hadir di lokasi baksos.
Kegiatan baksos yang dilaksanakan relawan ini menjadi oase bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan yang mudah diakses. Menurut Muh Wahid Agus Ahsani, Relawan Tzu Chi dari PT Finnantara Intiga, baksos ini sengaja digelar di daerah pedalaman ini untuk memudahkan akses layanan kesehatan untuk warga.
“Kami relawan Tzu Chi berusaha menebarkan cinta kasih kepada sesama masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Desa Nanga Sejirak dikarenakan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, masyarakat sini terbilang termasuk susah, terutama dikarenakan jarak yang sangat jauh dan untuk akses di sini juga sangat tidak memungkinkan untuk mendapatkan pelayanan secara optimal,” tutur Wahid.
Kegiatan baksos kesehatan gratis ini tidak hanya menghadirkan harapan baik untuk warga tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para relawan.
Editor: Metta Wulandari
Artikel Terkait
Menebar Cinta Kasih di Palembang Melalui Baksos Kesehatan
15 November 2023Relawan Tzu Chi Palembang Xie Li Tamken mengadakan Pengobatan Umum di Kelenteng Wie Leng Keng, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Bakti sosial ini berhasil melayani 400 orang.
Baksos Tzu Chi ke-141: Yang Manis-manis, Yang Tak Lekang oleh Waktu
26 Oktober 2023Banyak cerita haru di Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-141. Para pasien berbahagia bisa sembuh dari penyakitnya. Juga para relawan Tzu Chi dan juga relawan TIMA Indonesia yang berbahagia dapat bersumbangsih. Ada juga kisah persahabatan tiga perawat medis Tzu Chi yang super manis.
Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-134: Syukur Tak Terkira Dirasakan Alwi dan Rita
05 Oktober 2022Menerima informasi adanya Baksos Kesehatan Tzu Chi Batam di grup whatsapp lingkungan tempat tinggalnya, pasutri Alwi Zulkifli dan Rita Erlina memutuskan untuk mengikuti baksos ini.







Sitemap