Refleksi Kasih Ibu dalam Kelas Budi Pekerti

Jurnalis : Rosy Velly Salim (He Qi Pusat), Fotografer : Rosy Velly Salim, Deddy (He Qi Pusat)

Lakeisha dan Chiara dengan sungguh-sungguh mengikuti prosesi Hari Ibu.

Kelas Bimbingan Budi Pekerti di Komunitas He Qi Pusat yang diselenggarakan pada Minggu, 14 Desember 2025 bertepatan dengan momen Hari Ibu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB di Gedung Gan En Tzu Chi Center ini dibagi dalam dua kelompok pembelajaran, yakni kelas Qing Zi (Besar dan Kecil) dan kelas Tzu Shao.

Para murid diajak untuk merefleksikan hubungan mereka dengan orang tua, khususnya ibu, melalui cerita, tulisan, dan perenungan batin. Chiara (13), salah satu murid, mengungkapkan bahwa Hari Ibu menjadi kesempatan istimewa untuk mengekspresikan kasih sayang yang mungkin terlewatkan di hari-hari biasa.

“Karena ada Hari Ibu, kita bisa perlihatkan cinta dan kasih sayang kita. Kalau hari biasa seperti hari-hari biasa, tapi kalau Hari Ibu bisa lebih spesial dan lebih dekat lagi.”

Murid-murid Tzu Shao mempersembahkan isyarat tangan berjudul “Papa Mama Xie-Xie Ni”

Dalam tulisannya, Chiara menyampaikan pesan sederhana namun tulus. “Selamat Hari Ibu, terima kasih telah melahirkan aku ke dunia ini, memberikan kasih sayang yang paling besar untuk diriku, dan terima kasih juga untuk segala hal yang telah diberikan dan dilakukan sejak kecil untuk diriku.”

Ia juga menyadari bahwa kedekatan dengan ibu dapat tumbuh dari hal-hal kecil dalam keseharian.“Ibu bisa tanyakan hari ini di sekolah ada apa, sehingga percakapan seperti itu bisa membuat kami lebih dekat.”

Sebagai saudari kandung, Chiara dan kakaknya, Lakeisha (14), tak menampik bahwa pertengkaran kecil kerap terjadi. Namun di balik itu, kasih sayang tetap menjadi fondasi hubungan mereka. Ketika terjadi perselisihan, sang mama menjadi penengah, mengajarkan arti saling memahami dan mengalah.

Murid-murid Tzu Shao bersama Qing Zi (Besar dan Kecil) berbaris menyajikan cangkir berisi teh, sepiring kecil kue lapis Surabaya, serta hasil karya mereka.

Dalam sesi refleksi, para murid juga menyaksikan sebuah video tentang anak yang durhaka, seorang anak yang terjerumus narkoba, keluar masuk penjara, dan belum mampu membahagiakan orang tuanya. Kisah itu menyentuh banyak hati. Anak tersebut akhirnya berhenti menggunakan narkoba karena tidak ingin terus mengecewakan orang tuanya dan ingin membahagiakan mereka. Cerita ini menjadi cermin bahwa perubahan sejati lahir dari kesadaran dan cinta kepada orang tua.

Bagi Lakeisha, Hari Ibu menjadi momen yang semakin mendekatkannya dengan sang mama. Melalui kegiatan cuci kaki dan shou yu, ia merasakan waktu kebersamaan yang jarang terjadi di tengah rutinitas. Ia menyampaikan rasa terima kasih, permohonan maaf, dan cinta dengan tulus. “Terima kasih untuk cinta, kasih sayang dan support, dan minta maaf jika ada kesalahan, dan saya sayang ibu.”

Suasana berlangsungnya prosesi memperingati Hari Ibu.

Lakeisha juga menyampaikan komitmennya untuk berubah.“Saya akan lebih mendengarkan nasihat orang tua, berusaha menjadi diri yang lebih baik lagi, lebih sopan dan lebih jarang berbohong.”

Ia menyadari bahwa tanggung jawab sehari-hari sering kali tampak sepele, namun penting untuk dijalani dengan sungguh-sungguh.

Kelas Bimbingan Budi Pekerti ini menjadi pengingat bahwa berbakti kepada orang tua, berkata jujur, dan menghormati nasihat bukan sekadar pelajaran, melainkan perjalanan batin yang terus dilatih. Dimulai dari keberanian untuk bercermin pada diri sendiri dan niat tulus untuk berubah.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Malu dan Takut Berbuat Jahat

Malu dan Takut Berbuat Jahat

16 September 2016

Kelas budi pekerti Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dibagi menjadi dua kelompok belajar yang terdiri dari kelas usia kecil dan usia besar. Keduanya belajar untuk malu dan takut berbuat jahat. Banyak tekad luhur yang diucapkan usai mengikuti kelas yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2016.

Bersukacita di Kelas Budi Pekerti

Bersukacita di Kelas Budi Pekerti

28 September 2016
Minggu 25 September 2016, kegiatan kelas budi pekerti di He Qi Utara 1 kembali diadakan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu ketiga ini diikuti oleh 18 anak bersama orang tuanya.
Asiknya Belajar Menanam Bakau

Asiknya Belajar Menanam Bakau

29 November 2024

Penutupan Kelas Kata Perenungan di Tzu Chi Medan kali ini istimewa karena selain diadakan outdoor untuk pertama kali, para peserta juga diajak menanam bakau.

Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -