Relawan Turun ke Jalan Sosialisasikan Baksos dan Penuangan Celengan

Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selat Panjang), Fotografer : Candera, Hardy, Sindy Paramita, Dwi Fitriani, Vincent, Joyce (Tzu Chi Selatpanjang)

Roziyatul Halipah melakukan penuangan Celengan Cinta Kasih di sebuah minimarket. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat terus menumbuhkan kebiasaan bersumbangsih.

Semangat kepedulian dan cinta kasih menyelimuti Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebanyak 31 relawan bergerak bersama menyusuri berbagai sudut kota sejak pukul 07.30 hingga 13.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan untuk menyosialisasikan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan 2026 sekaligus mengajak masyarakat kembali menumbuhkan semangat bersumbangsih melalui Celengan Cinta Kasih.

Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan mengoptimalkan waktu, para relawan dibagi menjadi enam kelompok. Mereka menyebar secara serentak menyusuri berbagai kawasan, mulai dari pertokoan, kedai kopi, pasar, hingga pemukiman warga. Adapun rute yang dilalui meliputi Jalan Diponegoro hingga Banglas, Jalan Tebing Tinggi hingga Jawi-Jawi, Jalan Ayani hingga Sungai Juling, Jalan Merdeka hingga Pasar, serta Jalan Imam Bonjol Kanan dan Jalan Imam Bonjol Kiri.

Selain membagikan dan menempelkan brosur informasi Baksos Kesehatan 2026 di sejumlah lokasi strategis, seperti toko dan kedai kopi, para relawan juga melakukan penuangan serta penyebaran Celengan Cinta Kasih.

Sebanyak 74 celengan cinta kasih dibagikan kepada toko, kedai kopi, maupun warga yang bersukacita untuk ikut menabung koin-koin kebaikan. Sementara itu, 21 celengan yang sebelumnya telah digunakan berhasil dihimpun kembali, baik untuk dituangkan, didata, maupun diganti dengan unit baru.

Antusiasme warga dan para pemilik kedai kopi terlihat saat menyambut kedatangan para relawan. Mereka tidak hanya menerima informasi mengenai kegiatan Tzu Chi, tetapi juga mendengarkan penjelasan tentang Baksos Kesehatan 2026. Penempelan brosur di berbagai tempat strategis diharapkan dapat membantu menyebarkan informasi secara lebih luas, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat mengetahui dan mengikuti program tersebut.

Relawan menempelkan brosur informasi Baksos Kesehatan 2026 di depan sebuah kedai kopi agar informasi mengenai layanan kesehatan gratis tersebut dapat diketahui lebih banyak masyarakat.

Bagi Ani, salah seorang relawan, kegiatan menyapa langsung warga dan pemilik usaha juga menjadi kesempatan untuk melatih diri. Ia mulai bergabung sebagai relawan di Yayasan Buddha Tzu Chi Selatpanjang sejak September 2024.

“Saat turun langsung mengunjungi toko-toko dan rumah warga, tanggapan yang kami terima cukup beragam. Banyak yang menyambut hangat dan senang, meskipun ada pula beberapa yang kurang berkenan. Tantangan terbesar bagi saya pribadi saat mengetuk pintu warga dan pemilik usaha adalah melatih keberanian, menahan rasa malu, serta mengikis rasa takut akan penolakan. Kami menyadari bahwa tidak semua orang memiliki pandangan atau kesiapan yang sama dalam berbagi,” ujar Ani.

Namun, di balik tantangan tersebut, ada pengalaman yang membuatnya tersentuh. Saat mengunjungi salah satu toko, pemiliknya bercerita bahwa uang kembalian pelanggan yang tidak diambil serta uang yang ditemukan tercecer di lantai tanpa diketahui pemiliknya dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam Celengan Cinta Kasih.

“Kami merasa sangat bersyukur melihat kejujuran dan ketulusan hati masyarakat yang terus berbuat baik,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, para relawan juga menyampaikan informasi mengenai Baksos Kesehatan 2026, khususnya program operasi katarak gratis yang seluruh biayanya ditanggung oleh Yayasan Tzu Chi. Kabar tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Sejumlah warga menyimak dengan sungguh-sungguh dan mengajukan pertanyaan mengenai alur serta pendaftaran program tersebut.

Bagi Ani, kegiatan ini bukan sekadar menggalang derma. Lebih dari itu, para relawan ingin memperkenalkan Tzu Chi lebih dekat kepada masyarakat sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk turut bersumbangsih.

“Ke depannya, saya berharap sosialisasi ini dapat terus mempererat jalinan kasih dan silaturahmi yang hangat antara relawan Tzu Chi dan masyarakat luas,” katanya.

Relawan melakukan penuangan Celengan Cinta Kasih di sebuah minimarket. Celengan yang telah dikumpulkan kemudian dituangkan dan didata sebagai bagian dari kegiatan bersumbangsih.

Semangat bersumbangsih juga dirasakan oleh David Chandra Winata, seorang karyawan toko yang telah bekerja selama dua tahun. Di tempatnya bekerja, Celengan Cinta Kasih Tzu Chi biasanya diletakkan di atas meja pemilik toko. Keberadaan celengan tersebut kerap menarik perhatian pelanggan yang datang berbelanja. “Tidak sedikit dari mereka yang penasaran dan bertanya langsung mengenai kegiatan penuangan celengan tersebut saat relawan datang,” cerita David.

Menurut David, sebagian besar dana yang terkumpul berasal dari pemilik toko. Namun, pelanggan yang datang berbelanja juga sering ikut bersumbangsih dengan menyisipkan uang ke dalam celengan.

Ada pula cerita sederhana yang menurutnya cukup berkesan. Ketika menemukan uang yang tercecer di lantai toko dan tidak diketahui pemiliknya, pemilik toko menganggap uang tersebut sebagai sumbangan dari pelanggan yang jatuh dan kemudian memasukkannya ke dalam Celengan Cinta Kasih.

Semangat tersebut juga perlahan tumbuh dalam diri David. Ia mulai tergerak untuk menyisihkan uang lebih ke dalam celengan yang ada di toko. Bahkan, kebiasaan tersebut kemudian ia bawa ke rumah dengan memiliki Celengan Cinta Kasih Tzu Chi sendiri.

“Saya juga menyimpan Celengan Cinta Kasih Tzu Chi di rumah sebagai sarana untuk terus menanamkan kebajikan dan beramal setiap hari,” ungkapnya.

Relawan menyosialisasikan informasi Baksos Kesehatan 2026 kepada pedagang sayur di pasar. Selain menyampaikan informasi, relawan juga mengajak masyarakat untuk turut memperhatikan dan menyebarkan kabar mengenai kegiatan tersebut.

Selama enam jam, 31 relawan menyusuri jalan-jalan di Selatpanjang, mengetuk pintu toko dan rumah warga, menyampaikan informasi kesehatan, sekaligus mengajak masyarakat menanam kebajikan melalui Celengan Cinta Kasih.

Dari langkah-langkah sederhana tersebut, semakin banyak kabar kebaikan yang tersampaikan. Sebab, setiap koin yang disisihkan dan setiap informasi yang dibagikan dapat menjadi bagian dari kepedulian yang lebih besar untuk membantu sesama.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

SMAT: Sosialisasi di Restoran Nelayan

SMAT: Sosialisasi di Restoran Nelayan

20 Februari 2014 Tzu Chi kembali mensosialisasikan celengan bambu ke masyarakat umum. Kali ini bertempat di restoran Nelayan, relawan memiliki kesempatan untuk mengajak setiap pengunjung di restoran itu untuk berpartisipasi dalam kegiatan celengan bambu.
Pengumpulan Celengan Bambu di Sekolah Vidya Sasana

Pengumpulan Celengan Bambu di Sekolah Vidya Sasana

16 Oktober 2023

Sabtu, 7 Oktober 2023, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan pengumpulan dan pembagian celengan bambu di Sekolah Vidya Sasana.

Semangat Kartini, Hati Tulus, dan Karya Baik bagi Sesama

Semangat Kartini, Hati Tulus, dan Karya Baik bagi Sesama

30 Maret 2015 Kami menganggap ini adalah ladang berkah yang baik sekali untuk digarap. Kita melihat sudah ada jalinan jodoh antara ibu-ibu PKK dengan Tzu Chi melalui relawan di komunitas Kelapa Gading ini.
Keindahan sifat manusia terletak pada ketulusan hatinya; kemuliaan sifat manusia terletak pada kejujurannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -