Para relawan kelompok pertama sedang melakukan pemilahan barang bekas seperti botol plastik dan kardus yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, para relawan belajar bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik.
Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Jakarta Barat 3 (Hu Ai Taman Sari) mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan di Vihara Karuna Murti pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan ini berfokus pada pemilahan barang-barang yang dapat didaur ulang dan masih memiliki nilai ekonomi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan relawan komunitas Xie Li Tambora serta enam mahasiswa BINUS University. Kolaborasi ini menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi, para relawan telah hadir untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Relawan bagian konsumsi menyiapkan makanan bagi peserta, sementara relawan lainnya memasang tenda dan menata area kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan nyaman dan tertib.
Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai dengan pembagian tugas menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bertugas memilah botol plastik, kardus, dan barang bekas lainnya yang masih memiliki nilai daur ulang. Kelompok kedua bertugas memilah pakaian, tas, dan sepatu bekas yang masih layak pakai agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat yang membutuhkan.
Para relawan kelompok kedua sedang memilah pakaian, sepatu, dan tas bekas yang masih layak pakai. Barang-barang tersebut mempunyai nilai ekonomi dan hasilnya dapat membantu orang yang membutuhkan bantuan.
Suasana tenda Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta para relawan yang sedang mengikuti kegiatan pemilahan barang-barang yang mempunyai nilai ekonomi. Suasana penuh semangat terlihat saat para relawan bersama-sama berkontribusi menjaga lingkungan sekitar.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Para relawan saling bekerja sama dalam proses pemilahan, sekaligus belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk kepedulian terhadap Bumi dan seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
Pada pukul 09.00 WIB, seluruh peserta mengikuti doa bersama secara serentak. Melalui doa tersebut, para relawan memanjatkan harapan agar dunia terbebas dari bencana dan penderitaan serta tercipta kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh kasih.
Kehadiran mahasiswa BINUS University memberikan semangat tersendiri dalam kegiatan ini. Partisipasi generasi muda diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi keberlanjutan generasi mendatang.
Setelah proses pemilahan selesai, para relawan membagikan brosur kepada warga sekitar mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memilah sampah dari rumah. Masyarakat juga diajak untuk mengumpulkan botol plastik serta mendonasikan barang-barang yang masih layak digunakan.
Barang-barang yang telah terkumpul nantinya dapat disalurkan melalui titik pilah yang secara rutin diselenggarakan pada minggu ketiga setiap bulannya. Melalui kebiasaan sederhana ini, masyarakat diajak untuk mengurangi volume sampah, memperpanjang masa pakai barang, serta bersama-sama menjaga Bumi agar tetap bersih dan lestari.
Feeling, salah satu relawan yang bertugas di bagian konsumsi, telah mempersiapkan makanan sejak pagi hari. Dengan kesungguhan hati, Feeling memasak untuk dinikmati bersama para relawan pelestarian lingkungan.
Seluruh relawan mengikuti doa bersama dengan penuh ketulusan. Dalam doa tersebut, para relawan memanjatkan harapan agar dunia terbebas dari bencana dan penderitaan, serta agar setiap insan dapat hidup dalam cinta kasih, keharmonisan, dan kedamaian.
Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang dilanjutkan dengan sesi perkenalan dan berbagi pengalaman. Dalam suasana kekeluargaan, para relawan menyampaikan kepedulian terhadap kondisi lingkungan saat ini, terutama terkait meningkatnya jumlah sampah dan pencemaran udara akibat kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.
Samuel, mahasiswa BINUS University, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pemilahan sampah memberikan banyak pembelajaran mengenai jenis-jenis sampah, cara pengelolaan, serta manfaatnya bagi lingkungan.
"Karena saya baru pertama kali mengikuti kegiatan pemilahan sampah, saya belajar banyak tentang jenis-jenis sampah, cara memilahnya, serta manfaatnya bagi lingkungan sekitar. Yang paling penting, kegiatannya sangat menyenangkan dan saya merasa dapat ikut berkontribusi untuk membantu menjaga lingkungan," ujar Samuel.
Melalui kegiatan pelestarian lingkungan ini, para relawan berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjaga Bumi melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, bumi merupakan rumah bersama yang perlu dijaga dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi mendatang.
Editor: Anand Yahya