Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi: Secercah Harapan Bagi Warga Cisarua

Jurnalis : Arimami Suryo A, Fotografer : Arimami Suryo A

Relawan Tzu Chi Jakarta dan Tzu Chi Sukabumi melakukan survei sosial ke 40 rumah calon penerima manfaat Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi. Salah satu rumah yang didatangi relawan milik Ila Rosnawati yang masih berlantaikan tanah dan puing.

Ila Rosnawati (46), segera keluar dari rumahnya yang berada di RW 10, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat saat ada suara yang mengucapkan salam dan memanggil namanya. Dari pintu rumah yang posisinya ada di ujung lorong, Ila menyambut kedatangan relawan Tzu Chi Jakarta dan Sukabumi dengan hangat. Hari itu, relawan yang datang ditemani staf Kelurahan Cisarua berniat untuk melihat kondisi rumah Ila yang selama ini ia tempati dengan keluarganya.

Saat melangkahkan kaki kedalam rumah, relawan langsung mendapati rumah Ila jauh dari kata layak huni. Sebagian rumahnya masih berlantai tanah yang bercampur dengan puing. Saat melihat ke atas, kondisi atapnya juga membuat relawan mengelus dada. Jika dilihat lebih dekat, rangka kayu dan bambu penyangga atap terlihat usang dan diselimuti jaring laba-laba. Tapi, kayu dan bambu itulah yang selama ini yang membantu menopang genteng rumah Ila.

Rumah Ila Rosnawati tampak dari depan dan berada di lorong. Ditengah kondisi yang seba sulit, beberapa bagian rumah yang rusak dan berlubang hanya ditutupi dengan kayu, bekas asbes, batu, bambu, dan material lainnya.

“Kalau angin besar itu suka mau runtuh, untung tetangga pada tinggi temboknya rumahnya, jadi rada kehalangan. Tiangnya banyak yang diganjel, dibantu sama kakak saya pakai bambu-bambu, perasaan saya ya was-was takut ngegebrug (ambruk),” ungkap Ila.

Saat hujan, relawan pun sudah dapat membayangkan apa yang harus dihadapi oleh Ila dan keluarga. “Kalau hujan bocor-bocor, sampai kaya banjir. Kalau hujannya malam teh, kita nggak pada tidur, angkutin air,” lanjut Ila.

Bukan hanya lantai dan atap, tembok dan sekat yang di dalam rumahnya juga tak kalah tua dan usang. Tembok rumah bagian dalam hanya memperlihatkan susunan batu bata merah yang mulai berlubang dan terkikis. Lapisan semen abu-abu juga tampak rapuh saat disentuh relawan. Beberapa sekat ruangan di bagian dalam rumah peninggalan orang tua Ila yang ia huni bersama empat anggota keluarga (kedua anaknya dan seorang kakak) ini juga hanya menggunakan triplek yang tampak kotor.

Kondisi atap dan sekat di dalam rumah milik Ila Rosnawati saat disurvei relawan Tzu Chi. Bambu dan kayu penyangga sudah usang dan mulai rusak dimakan usia.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, setiap hari Ila berjualan kopi keliling karena suami dari pernikahan keduanya bekerja menjadi tenaga sekuriti di Jakarta dan jarang pulang. “Jadi saya bantu-bantu suami juga berjualan kopi keliling di Balai Kota Sukabumi dari setelah maghrib pulangnya jam 12 malam. Lumayan dari hasil dagang kopi bisa bantu buat masak sehari-hari,” ungkapnya.

Ditengah kondisi yang serba sulit, keinginan untuk memiliki hunian yang layak hanya menjadi mimpi bagi Ila. "Pengen banget (direnovasi), tapi kendala ya ekonomi. Bisa makan aja udah alhamdulillah. Pengennya anak-anak biar bisa punya kamar nanti, cuma apa daya kita nggak mampu" ujar Ila lirih. Setelah bertanya, melihat langsung kondisi rumah, dan mencatat data-data, relawan pun segera berpamitan untuk menuju rumah para calon penerima manfaat lainnya.

Kehadiran relawan Tzu Chi yang hari itu mensurvei rumahnya seakan menjadi secercah harapan dan jawaban dari doa-doa yang kerap kali Ila langitkan setelah sholat. “Mudah-mudahan, rejeki nggak ada yang tau. Sudah beberapa kali disurvei tetapi belum ada realisasi. Semoga aja yang sekarang ini ada rejeki ibu dan keluarga. Ya Allah semoga ada rejeki dari berbagai arah yang nggak diduga-duga,” ungkap Ila.

Walaupun harus naik turun, para relawan Tzu Chi yang melakuan survei sosial di Kota Sukabumi tetap bersemangat menuju rumah-rumah warga calon penerima manfaat.

Sinergi Mewujudkan Rumah Layak Huni
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerja sama Tzu Chi Indonesia dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI hadir di Kota Sukabumi (80 rumah) dan Kota Cianjur (20 rumah), Jawa Barat. Kegiatan ini diawali dengan proses survei ke rumah-rumah calon penerima bantuan renovasi rumah di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada Minggu, 14 Juni 2026.

Kota Sukabumi sendiri terletak di bagian barat daya Provinsi Jawa Barat serta diapit kaki Gunung Gede dan Pangrango. Berada di ketinggian 584 mdpl (meter diatas permukaan laut), Kota Sukabumi memiliki topografi berbukit hingga dataran rendah. Kondisi geografis ini pun tidak menyurutkan semangat para relawan Tzu Chi walaupun harus berjalan naik turun untuk mensurvei rumah-rumah warga calon penerima manfaat.

Sekretaris Kelurahan Cisarua, Entang Darmadi, S.IP sedang berdiskusi dengan salah satu relawan Tzu Chi tentang kondisi warga calon penerima manfaat Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kegiatan survei ini, dilakukan oleh relawan Tzu Chi Sukabumi dan didukung oleh relawan Tzu Chi Jakarta. Setelah dibagi ke dalam 12 kelompok, para relawan segera melakukan kunjungan ke 40 rumah calon penerima manfaat program renovasi RTLH ke 18 RW yang berada di wilayah Kelurahan Cisarua. Sekretaris Kelurahan Cisarua, Entang Darmadi, S.IP yang ikut mendampingi relawan juga sangat mendukung program renovasi yang akan dilakukan Tzu Chi.

“Harapannya agar rumah-rumah tersebut nantinya dapat dibangun dan di huni. Dengan adanya progam ini sangat membantu warga yang tidak mampu yang rumahnya rusak atau sudah usang. Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya program dari Yayasan Tzu Chi ini di Kelurahan Cisarua ini,” kata Entang Darmadi, S.IP.

Yudi Galiansyah (rompi) sedang mencatat data warga calon penerima manfaat Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan dipandu oleh relawan Tzu Chi.

Selain dukungan dari relawan Tzu Chi Jakarta, para sukarelawan dari Kota Sukabumi yang ikut dalam kegiatan survei ini juga tampak antusias. Beberapa dari mereka yang sudah mengenal Tzu Chi, dengan penuh ketulusan ikut bersama relawan melihat dan mendata rumah-rumah warga calon penerima manfaat. Seperti yang dilakukan oleh Yudhi Galiansyah (56).

Ia pun menanggapi bahwa program renovasi rumah yang dilaksanakan Tzu Chi di Kota Sukabumi sangat bermanfaat terutama untuk warga yang kurang mampu. “Tentu manfaat untuk masyarakat luar biasa, karena di Sukabumi ini masih banyak warga yang memiliki rumah tidak layak huni. Program ini sangat membantu warga,” ungkap Yudhi Galiansyah.

Saat berada di rumah Ila Rosnawati, Ketua Tzu Chi Sukabumi, Benardy juga mengecek langsung dan memegang tembok rumah yang sudah mulai rapuh.

Ketua Tzu Chi Sukabumi, Benardy yang ikut langsung ke rumah-rumah warga juga menjelaskan bahwa rumah-rumah yang disurvei harus rumah milik sendiri, ditempati bersama keluarga, sudah tidak layak huni, dan kondisi kehidupannya masuk dalam kategori miskin. “Target utama kita yang paling penting itu merenovasi atap, lantai, dan dinding rumah,” kata Benardy.

Terkait Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Kota Sukabumi ini, Benardy pun berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk relawan Tzu Chi di Sukabumi agar lebih giat menggenggam berkah dan membantu warga-warga Sukabumi yang membutuhkan bantuan. “Tentunya dengan kegiatan renovasi rumah ini bisa memperbaiki taraf hidup warga yang tidak mampu. Karena dengan keadaan rumah yang lebih layak, warga bisa bisa bekerja lebih baik, beristirahat dengan nyaman, dan kualitas kehidupan perlahan jadi meningkat,” ungkap Benardy disela-sela kegiatan survei.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi: Secercah Harapan Bagi Warga Cisarua

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Sukabumi: Secercah Harapan Bagi Warga Cisarua

15 Juni 2026

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerja sama Tzu Chi Indonesia dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI hadir di Kota Sukabumi dan Cianjur.

Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -