Satu Hati, Satu Langkah Menuju Kebajikan

Jurnalis : Poppy Juliana Tanaka (He Qi Jakarta Utara 2), Fotografer : Raymond Anthoni (He Qi Jakarta Utara 2)

Alexandra Go selaku MC dengan penuh semangat mengajak para peserta membangkitkan energi dan kebersamaan melalui yel-yel yang menyatukan hati serta menghadirkan suasana hangat dan penuh antusiasme.

Di bawah langit Minggu yang cerah, sebanyak 60 relawan dari Tzu Chi School (TCS), Tzu Chi Hospital (TCH), dan komunitas berkumpul untuk mengikuti Training Abu Putih ke-2. Didukung penuh oleh 26 panitia, pelatihan ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan secara mandiri oleh relawan He Qi Jakarta Utara 2. Sebelumnya, Training Abu Putih selalu dilaksanakan bersama Jakarta Utara 1.

Semangat kemandirian ini lahir dari tekad kuat untuk terus bertumbuh dalam pembinaan relawan. Salah satu sorotan utama adalah keterlibatan aktif relawan dari badan misi Tzu Chi School yang mengambil peran sebagai pembawa materi, MC, hingga PIC. Sebuah drama pendek yang dibawakan oleh Lina Hon, Atika, Dora, Poppy, Yee Con Tong, dan Ali pun sukses menyentuh hati, mengajak peserta mengubah rasa haru menjadi tindakan nyata.

Fera Ho dengan tulus membagikan pemahaman dan keteladanannya tentang Master kepada para peserta training, menyalakan semangat belajar serta menginspirasi mereka untuk menapaki jalan kebajikan dengan lebih mantap.

Con Tong dengan penuh penghayatan memerankan sosok relawan yang baru kembali dari lokasi bencana, menghadirkan gambaran nyata tentang welas asih yang bergerak dan menginspirasi setiap hati untuk turut bertindak.

“Peserta diajak merenung bagaimana mengaplikasikan nilai Gan En (bersyukur), Zun Zhong (menghormati), dan Ai (cinta kasih) dalam setiap langkah,” ungkap Lina Hon, Koordinator Bidang Pelatihan He Qi Jakarta Utara 2.

Inspirasi drama ini berawal dari kisah banjir di Sumatera yang didengar Yee Con Tong dalam Xun Fa Xiang. Ia menekankan bahwa welas asih di Tzu Chi berarti bertindak. Mengutip prinsip Zuo Zhong Xue, Xue Zhong Jue (belajar sambil bekerja, belajar untuk mencapai kesadaran), ia mengingatkan pentingnya transformasi batin dalam setiap tindakan.

“Setelah melihat bencana, perasaan apa yang muncul? Sedih? Lalu apa yang bisa kita lakukan setelah merasa sedih? Di Tzu Chi, welas asih berarti bertindak untuk meringankan penderitaan,” tuturnya.

Dari kiri ke kanan, Lina Hon dan Atika Nirwana Sari dengan penuh penghayatan memerankan sosok penerima manfaat yang merasakan kehangatan makanan dari Dora Tan sebagai relawan Tzu Chi, menghadirkan kisah tentang cinta kasih yang sederhana namun mampu menguatkan dan menyentuh hati.

Tim Shou Yu mempersembahkan lagu “Celengan Bambu” dengan penuh semangat dan keceriaan, menghidupkan suasana serta menanamkan kembali makna berbagi dan kepedulian di hati setiap peserta.

Ia juga mengutip nilai pendidikan yang disampaikan Iing Felicia Joe shijie, yaitu 做中學, 學中覺 (dalam bekerja kita belajar, dalam belajar kita memperoleh kesadaran). “Seperti kata Master Cheng Yen, lakukan saja hal yang benar. Itu berarti kita bertindak. Transformasi batin sangat penting. Dalam kata ‘terima kasih’ ada makna menerima dan memberi; sebuah siklus kebajikan yang indah,” lanjutnya.

Di balik layar, kebersamaan para koordinator bidang menjadi kunci kelancaran acara. Wida Maryani, sang PIC utama, merasakan langsung indahnya budaya membimbing di Tzu Chi. Meski baru pertama kali memegang tanggung jawab besar, dukungan dari Lina Hon dan Fera Ho membuatnya percaya diri.

“Bagi kami, ini bukan sekadar tugas, melainkan ruang untuk saling menguatkan,” ujar Wida.

Yusni mengajak peserta memahami bahwa galang hati adalah langkah awal sebelum galang dana, menyalakan kepedulian yang tumbuh dari ketulusan.

Pelatihan ini ditutup dengan pesan hangat dari Lina Hon yang mengajak relawan untuk konsisten di jalan kebajikan. “Jangan ragu untuk maju. Meski langkah kita pelan, selama berjalan bersama, kita pasti akan sampai ke tujuan.”

Training Abu Putih ke-2 ini pun menjadi ruang pembinaan hati, tempat rasa syukur dipupuk dan cinta kasih diwujudkan dalam tindakan nyata.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Membina Kebijaksanaan Lewat Pelatihan Relawan Abu Putih

Membina Kebijaksanaan Lewat Pelatihan Relawan Abu Putih

08 Juli 2022

Relawan Tzu Chi Medan mengadakan pelatihan relawan Abu Putih ke-2 di tahun 2022. Pelatihan dilakukan untuk mengenalkan Visi dan Misi Tzu Chi kepada relawan, serta membina kebijaksanaan menjadi Bodhisatwa dunia.

Jangan Lupakan Tahun Itu

Jangan Lupakan Tahun Itu

11 Maret 2020

Tzu Chi Medan kembali mengadakan Pelatihan Relawan Abu Putih pertama di tahun 2020 pada tanggal 23 Februari 2020. Pelatihan kali ini diikuti oleh 193 relawan. Topik yang diangkat kali ini adalah Mo Wang Na Yi Nian yang artinya Jangan Lupakan Tahun Itu.

Pelatihan Relawan Biru Putih: Kembali ke Tekad Awal

Pelatihan Relawan Biru Putih: Kembali ke Tekad Awal

12 Oktober 2015 Chia Wen Yu menceritakan pengalamannya menjadi relawan Tzu Chi awal di indonesia saat hari ketiga Kamp Pelatihan dan Pelantikan Relawan Biru Putih pada Minggu, 11 Oktober 2015. Dia membagikan satu kunci utama bertahan menjadi relawan Tzu Chi: kembali ke tekad awal.
Berlombalah demi kebaikan di dalam kehidupan, manfaatkanlah setiap detik dengan sebaik-baiknya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -