Para relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Siliwangi Bogor dengan penuh semangat gotong royong melakukan pemilahan sampah untuk di daur ulang dalam kegiatan pelesetarian lingkungan.
Seringkali kita beranggapan bahwa barang bekas pakai, rusak atau usang adalah sampah, tanpa menyadari bahwa barang-barang tersebut sebenarnya masih bermanfaat dan dapat digunakan kembali atau didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai.
Melalui kegiatan pelestarian lingkungan yang dilaksanakan di Depo Pelestarian Lingkungan, Jl. Siliwangi No. 97, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 26 September 2026, bersama para relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Barat 3 Komunitas Xie Li Siliwangi Bogor. Mereka berupaya membangun kebiasaan hidup sehat dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dimulai dari hal sederhana seperti mengurangi pemakaian barang sekali pakai, memilah sampah dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak digunakan.
Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola sampah rumah tangga, salah satunya dengan memilah dan mendonasikan sampah yang masih memiliki nilai daur ulang. Sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya seperti sampah organik (sisa makanan, sayur, dan buah), sampah anorganik (botol plastik, kardus, kertas, kaleng, dan besi), serta sampah sisa yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Dengan penuh ketelitian, relawan Tzu Chi secara manual memipihkan botol plastil agar menghemat tempat saat dikemas.
Setiawati Tjahjadi, relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Siliwangi Bogor sekaligus koordinator pelestarian lingkungan, bersama relawan lainnya dengan cekatan mengeluarkan barang-barang daur ulang yang telah terkumpul di depo. Barang-barang tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenisnya untuk memudahkan proses pemilahan.
Dengan penuh semangat, para relawan memilah botol plastik bekas minuman atau air mineral, kemudian label dan tutup botol dipisahkan untuk dipipihkan agar lebih mudah dikemas sehingga menghemat tempat.
Sebagian relawan Tzu Chi lainnya juga melakukan pilah dan menyusun kardus bekas berbahan duplex dan kertas yang sudah tidak terpakai agar lebih rapi, sebelum semuanya diserahkan kepada pengepul untuk didaur ulang.
Salah satu relawan Tzu Chi, Budi Dharma Sukhawati juga merasakan maanfaat dari proses belajar dan keterlibatannya dalam kegiatan pelestarian lingkugan. Baginya Peduli terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah sendiri, dengan memilah barang yang masih bisa dimanfaatkan kembali, serta belajar mengelompokkan barang-barang yang dapat didaur ulang, mampu mengurangi jumlah sampah.
“Melakukan kegiatan pelestarian lingkungan bersama relawan dapat mempererat rasa kekeluargaan. Selain itu, kegiatan ini membuat tubuh menjadi lebih aktif dan membantu melatih kemampuan motorik kita,” ucap relawan Tzu Chi, Budi Dharma Sukhawati.
Relawan Tzu Chi memilah kardus bekas dan kertas yang sudah tidak terpakai berdasarkan jenisnya. Pemilahan ini dilakukan agar barang-barang daur ulang tersebut siap diambil oleh pengepul.
Selain itu, hal serupa juga dirasakan oleh relawan Tzu Chi, Setiawati Tjahjadi, menurutnya adanya kegiatan daur ulang, mereka jadi belajar membina batin agar lebih sabar dan semakin peduli terhadap kondisi bumi saat ini. Berbagai bencana yang terjadi juga tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat semakin menyadari pentingnya menjaga lingkungan, dengan menerapkan prinsip 5R (Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
“Ya, contohnya dengan berhemat dalam penggunaan air dan listrik serta memperbaiki barang yang masih dapat digunakan. Dengan begitu, barang tersebut tidak langsung menjadi sampah dan masa pakainya pun dapat diperpanjang,” ujar Setiawati Tjahjadi.
Kegiatan memilah barang daur ulang ini merupakan wujud kepedulian para relawan terhadap lingkungan. Dengan memilah dan memanfaatkan kembali barang bekas secara bijak, para relawan juga turut mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga langkah kebajikan yang dilakukan para relawan Tzu Chi ini terus menyebar dan menginspirasi lebih banyak orang untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari