Sehari Berbuat Kebajikan dengan Donor Darah
Jurnalis : Hilda Rafika (Tzu Chi Lampung), Fotografer : Hilda Rafika, Ali Sanjaya Sugianto (Tzu Chi Lampung)
Pada Sabtu, 11 Juli 2026, relawan Tzu Chi Lampung kembali menggelar kegiatan donor darah rutin yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali.
Relawan Tzu Chi Lampung kembali bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan donor darah pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Tzu Chi Lampung ini berhasil menghimpun 79 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi para pasien.
Sehari sebelum kegiatan berlangsung, para relawan bergotong royong mempersiapkan seluruh kebutuhan. Mereka menata kursi dan meja untuk area pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, serta menyiapkan taplak meja dan berbagai perlengkapan lainnya agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Pada hari pelaksanaan, sebanyak 32 relawan bersama petugas PMI sudah bersiap sejak pagi dan menempati pos tugas masing-masing sesuai pembagian. Ada yang bertugas di bagian pendaftaran, pemerhati, konsumsi, hingga mendampingi para pendonor selama proses berlangsung.
Sebelum pukul 09.00 WIB, para pendonor sudah mulai berdatangan ke Kantor Tzu Chi Lampung untuk melakukan registrasi. Setelah mendaftar, mereka menjalani pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin (HB). Bagi yang memenuhi syarat, mereka kemudian diarahkan menuju tempat donor darah. Setelah selesai mendonorkan darah, setiap pendonor juga mendapatkan makanan dan minuman untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.

Sebelum mendonorkan darah, setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin (HB), untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi syarat donor.
Salah satu pendonor yang baru pertama kali mengikuti donor darah adalah Dwi Ovalia (22), mahasiswi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Lampung yang tinggal di kawasan Way Halim. Di sela-sela kesibukannya kuliah, Dwi juga menjalankan usaha kecil dengan berjualan pempek di kampus dan berkeliling di sekitar tempat kosnya.
Awalnya, Dwi datang ke lokasi bukan untuk mendonorkan darah. Ia hanya berniat menawarkan dagangannya kepada para peserta dan relawan. Namun, ajakan salah seorang relawan membuatnya memberanikan diri mencoba donor darah untuk pertama kalinya.
"Saya pertama kali mendonorkan darah di Tzu Chi. Bersyukur sekali bisa lolos karena HB dan tensi saya bagus, jadi bisa mendonorkan darah untuk orang yang membutuhkan," ujarnya.
Kesempatan Dwi untuk berdonor pun menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Dari total 87 orang yang mendaftarkan diri, terdapat delapan calon pendonor yang belum dapat mendonorkan darahnya karena belum memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan PMI. Hal ini menunjukkan bahwa niat baik untuk berbagi juga perlu didukung kondisi tubuh yang sehat. Bagi Dwi, kesempatan untuk menolong sesama adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Lita Jonathan dan Lis Linggar Ningsih bertugas membagikan Buletin Tzu Chi sekaligus memperkenalkan Celengan Bambu kepada para peserta donor darah.
Koordinator kegiatan, Giokky Irawati, bersyukur seluruh rangkaian donor darah dapat berjalan dengan lancar berkat kerja sama para relawan dan dukungan dari relawan senior, seperti Lis Linggar Ningsih dan Lita Jonathan.
"Hari ini kegiatan donor darah telah berjalan lancar. Berkat dukungan para relawan, terutama relawan senior seperti Lis Linggar Ningsih dan Lita Jonathan. Memasuki masa liburan, jumlah calon pendonor memang sedikit berkurang. Harapannya, ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut berdonor sehingga kita dapat saling membantu dan semuanya tetap sehat," tuturnya.
Tidak hanya masyarakat umum, para relawan Tzu Chi juga turut menjadi pendonor. Salah satunya adalah Djoni, yang akrab disapa Akwet. Setiap kali Tzu Chi Lampung menyelenggarakan donor darah, ia selalu menyempatkan diri untuk hadir dan mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
"Donor darah bagus untuk kesehatan. Senang bisa menyisihkan darah sekaligus berbuat baik," ungkap Djoni.
Apresiasi juga datang dari Dokter Shilvia Adita Putri, M.Kes., salah seorang dokter PMI yang bertugas pada kegiatan tersebut. Menurutnya, para relawan Tzu Chi memberikan perhatian yang begitu hangat kepada setiap pendonor sehingga mereka merasa nyaman selama mengikuti proses donor darah.
"Semua pendonor mendapatkan perhatian, termasuk disediakan makanan sehingga yang belum sempat makan bisa makan terlebih dahulu sebelum ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya," ujarnya.
Perhatian para relawan tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga menyediakan selimut bagi pendonor yang membutuhkan serta mendampingi selama proses donor berlangsung. Kehadiran relawan di sisi para pendonor membuat suasana terasa lebih hangat dan membantu mengurangi rasa cemas maupun jenuh saat menunggu proses pengambilan darah. Dari kepedulian-kepedulian sederhana inilah, semangat berbagi kasih terus tumbuh, menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang memberi maupun yang kelak menerima manfaat dari setiap tetes darah yang didonorkan.
Editor: Metta Wulandari
Artikel Terkait
Setetes Darah yang Bermakna
22 Oktober 2021Tzu Chi Palembang, Xie Li Tamken Palembang mengadakan kegiatan donor darah di Sekolah Kusuma Bangsa, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang pada Minggu, 17 Oktober 2021. Dari 162 peserta yang mendaftar, sebanyak 147 orang yang bisa mendonorkan darahnya.
Menanam Benih Kasih dari Donor Darah
24 April 2018Sabtu, 21 April 2018, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2, Hu Ai Tangerang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini adalah satu hal sederhana yang bisa dilakukan diri sendiri namun bisa memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan orang lain.







Sitemap