Sehat dengan Pengobatan Alternatif

Jurnalis : Ronny Suyoto (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Jimmy (Tzu Chi Surabaya)
 

fotoPara pasien baksos kesehatan mendaftarkan diri di meja pendaftaran.

Pada tanggal 7 Maret 2010, bertempat di kantor yayasan, Tzu Chi Surabaya mengadakan Bakti Sosial Kesehatan Akupunktur, Refleksi, dan Gigi untuk para penerima bantuan Tzu Chi dan masyarakat sekitar kantor. Ketua Tzu Chi Medical Association (TIMA) Surabaya Dr. Arya Tjahjadi, SpA mengemukakan alasan mengapa baksos di selenggarakan di kantor yayasan, “Selain karena kita ingin memperkenalkan keberadaan yayasan kita ke masyarakat luas juga karena pasien tidak harus dicari ke daerah pelosok yang jauh, tapi juga di lingkungan kita sendiri masih banyak yang membutuhkan bantuan.”

 

Dalam baksos ini, Tzu Chi juga mengajak para praktisi pengobatan akupunktur dan refleksi yang tergabung dalam Ikatan Naturopatis Indonesia (IKNI) Jawa Timur untuk menunjukkan bakti mereka kepada masyarakat. Dengan bersemangat, para praktisi ini melayani setiap pasien yang berobat. ”Baksos seperti ini sejalan dengan misi IKNI selain memberikan pelayanan pengobatan, juga membantu masyarakat yang tidak mampu” kata Hutomo Wijaya, Ketua IKNI DPD Jatim. Dalam baksos ini, klinik Yu Sheng Tang, sebuah klinik pengobatan herbal tradisional Tiongkok juga turut mengirimkan dokter dan praktisi medis mereka.


foto  foto

Ket : - Relawan Tzu Chi, Tang Sux Chen membantu tim dokter gigi memeriksa kondisi kesehatan gigi seorang              pasien anak. (kiri).
          -Bapak Panut, seorang pasien kasus yang menderita penyakit lumpuh tekanan darahnya sedang diperiksa             oleh relawan. (kanan)

Beberapa pasien dalam baksos langsung merasakan manfaat pengobatan ini, seperti yang dituturkan oleh Wiwin, seorang warga dari Kalimas Perak, Surabaya. “Rasa sakit di persendian dan pegal-pegal terasa membaik setelah ikut refleksi” katanya di sela-sela terapi. Para pasien lain pun rata-rata mengemukakan hal yang senada dan merasakan manfaat kegiatan ini. Mereka pun berharap semoga kegiatan seperti ini rutin diselenggarakan oleh Tzu Chi sehingga semakin banyak warga tidak mampu yang dapat memperoleh pelayanan kesehatan.

 
 

Artikel Terkait

Bersyukur atas Beasiswa Pendidikan Tzu Chi dan Menjadi Anggota Tzu Ching

Bersyukur atas Beasiswa Pendidikan Tzu Chi dan Menjadi Anggota Tzu Ching

25 Juni 2024

Karina sangat bersyukur berkat beasiswa pendidikan Tzu Chi, ia dapat berkuliah di jurusan farmasi. Ia juga bersyukur menjadi anggota Tzu Ching yang memberi banyak pengalaman.

Menjadi Satu dari Ribuan Potong Puzzle

Menjadi Satu dari Ribuan Potong Puzzle

13 Mei 2016
Dalam peringatan hari besar Tzu Chi, relawan Tzu Chi kerap kali membagi kelompok menjadi beberapa bagian dan menggarap “ladang” (tugas) yang berbeda-beda. Di antaranya ada sepasang suami istri, yaitu Sudarman Koh dan Lim Jeniliwaty.
Baksos NTT: Cinta kasih yang tak pernah habis

Baksos NTT: Cinta kasih yang tak pernah habis

21 Desember 2011 Sebagai bentuk wujud toleransi beragama, relawan Tzu Chi pun tidak melakukan pembagian beras pada hari itu.Kegiatan pembagian beras mulai dilanjutkan pada hari Senin, 19 Desember 2011 dengan sasaran 7 kelurahan di Kecamatan Waingapu.
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -