Semangat Donor Darah Tzu Chi di Bulan Ramadan

Jurnalis : Wadyo Pandapotan Pasaribu (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Wadyo Pandapotan Pasaribu, Michelle (He Qi Jakarta Pusat)

Suasana lokasi donor dari yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi Xie Li Selatan di Poins Mall, Lebak Bulus.

Pada Minggu, 22 Februari, suasana hangat dan penuh cinta kasih terasa begitu kental dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi Xie Li Selatan bersama PMI di Poins Mall, Lebak Bulus. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin kemanusiaan, melainkan juga ruang perjumpaan hati, dan pengorbanan kecil bertemu demi kehidupan yang lebih besar.

Riken, relawan Tzu Chi yang sekaligus menjadi koordinator pelaksana, mengungkapkan bahwa mengadakan donor darah di bulan Ramadan ini, khususnya menjelang waktu berbuka, memiliki tantangan tersendiri bagi dirinya dan para relawan lainnya. Dari sekitar 100 pendaftar daring, sebanyak 70 orang yang hadir secara langsung. Target 150 kantong darah pun belum tercapai, bukan karena kurangnya antusiasme, melainkan karena banyak calon pendonor yang tidak lolos tahap skrining kesehatan. Namun, di tengah keterbatasan itu semangat tetap terjaga pelayanan terbaik terus diupayakan, dan harapan agar masyarakat semakin mempersiapkan kondisi tubuh sebelum donor menjadi pesan penting untuk kegiatan berikutnya.

Relawan bersama petugas PMI Menyusun fasilitas untuk kegiatan donor darah. Fasilitas yang nyaman dan aman menjadi perhatian relawan, agar para pendonor bisa nyaman saat kegiatan berlangsung.

Semangat kemanusiaan itu juga tercermin dalam sosok Anton, relawan kembang Tzu Chi yang berusia 67 tahun, dengan setia hadir dari Depok dengan bersepeda menempuh jarak hampir 70 km. Perjalanannya bukan sekadar perpindahan ruang, melainkan tentang ketulusan untuk melayani. Sejak pengalaman pertamanya mendonor di lokasi tersebut, ia berkomitmen untuk terus hadir. Bahkan nilai-nilai cinta kasih yang ia hayati bersama Tzu Chi akan dilanjutkan dengan mendirikan rumah kemanusiaan di kampung halamannya di Cikidang, yaitu tempat ia membimbing anak-anak belajar dan menanamkan kepedulian lingkungan. Baginya, pelayanan adalah jalan hidup yang tidak dibatasi usia maupun jarak.

Salah satu relawan, Anton, bersepeda menempuh jarak hampir 70 km untuk datang bersumbangsih pada kegiatan donor darah.

Salah satu pendonor, Adila Rahman, yang sebentar lagi memasuki usia 50 tahun, mengaku kehadirannya di lokasi donor darah tidak direncanakan sebelumnya. "Saya sebenarnya hanya sedang berjalan-jalan, lalu melihat ada kegiatan donor darah. Tiba-tiba tergerak untuk mendaftar. Ini pengalaman pertama saya donor darah,” ujarnya.

Ia juga sempat mengalami kendala teknis saat proses pengambilan darah. “Tadi sempat dicoba di tangan kiri, tapi alirannya kurang lancar. Puji Tuhan, setelah pindah ke tangan kanan akhirnya berhasil. Saya bersyukur sekali bisa menyelesaikan donor pertama ini.” tambahnya.

Tak lupa Adila Rahman memberikan apresiasi terkait pelayanan donor dari dari Tzu Chi dan PMI.

“Petugas PMI dan relawan Tzu Chi sangat perhatian dan peduli. Pendampingannya terasa sekali. Menurut saya, pelayanan seperti ini sangat baik dan semoga bisa menjadi standar di banyak tempat.”

Salah satu relawan dengan penuh cinta kasih mendamping pendonor saat kegiatan donor darah dilakukan.

Semangat berbagi juga disampaikan oleh Afifah Irbah (29 tahun) yang tetap mendonor meskipun sedang menjalani ibadah puasa. “Ini sudah keenam kalinya saya donor. Selama kondisi tubuh sehat dan HB normal, menurut saya donor saat puasa tidak masalah,” tuturnya.

Bagi Afifah, donor darah adalah bentuk tanggung jawab sosial yang sederhana namun bermakna. Ia juga merasa terkesan dengan sistem pelaksanaan di lokasi tersebut. “Di sini lebih terorganisir. Relawannya aktif membantu dan memberi edukasi. Itu membuat pendonor merasa lebih nyaman dibandingkan beberapa tempat lain yang hanya ditangani petugas saja.” Tambahnya.

Dari kisah panitia, relawan, hingga para pendonor, terjalin satu benang merah yaitu cinta kasih yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Kegiatan donor darah ini menjadi pengingat bahwa welas asih bukan hanya konsep, melainkan praktik hidup. Semoga semangat cinta kasih ini terus bertumbuh dan mengalir, sebagaimana darah yang didonorkan untuk menghidupkan harapan bagi sesama.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Mengawali 2019 dengan Berbuat Kebajikan

Mengawali 2019 dengan Berbuat Kebajikan

07 Januari 2019

Mengawali tahun 2019, Minggu, 6 Januari, Tzu Ching Unpri (Universitas Prima Indonesia) mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk berbuat kebajikan dalam kegiatan Donor Darah. Kegiatan ini adalah kegiatan pertama yang meraka adakan dan bertempat di RSU Royal Prima, Jl. Ayahanda No. 68 A, Medan


Donor Darah Tzu Chi Pekanbaru Himpun 132 Kantong Darah untuk Sesama

Donor Darah Tzu Chi Pekanbaru Himpun 132 Kantong Darah untuk Sesama

29 Juni 2026

Yayasan Buddha Tzu Chi Pekanbaru kembali menggelar kegiatan donor darah di Kantor Tzu Chi Pekanbaru dan The Central Plaza Pekanbaru. Sebanyak 132 kantong darah berhasil terkumpul.

Langkah Pertama Menuju New Normal

Langkah Pertama Menuju New Normal

23 Juli 2020

Setelah vakum selama 5 bulan, Tzu Chi Batam kembali bekerja sama dengan PMI Cabang Batam untuk mengadakaan Bakti Sosial Donor Darah. Kegiatan skala besar pertama Tzu Chi Batam di masa pandemi ini diselenggarakan pada 19 Juli 2020 di Aula Jing Si Batam.

Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki potensi yang tidak terhingga.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -