Semangat Relawan Tzu Chi Lampung Warnai Donor Darah Triwulanan

Jurnalis : Hilda Rafika (Tzu Chi Lampung), Fotografer : Lanawati (Tzu Chi Lampung)

Tzu Chi Lampung kembali mengadakan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Master Cheng Yen mengingatkan kepada para muridnya agar senantiasa menjalin jodoh baik dengan sesama karena pada hakikatnya tiada manusia yang bisa hidup lebih berarti tanpa bersosialisasi. Cinta kasih, welas asih, dan kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar kehidupan menjadi bermakna.

Berdonor darah merupakan salah satu perwujudan cinta kasih, welas asih, dan kepedulian terhadap sesama dalam tindakan nyata. Setetes darah yang dikumpulkan dari pendonor sangatlah berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Melihat betapa pentingnya kebutuhan darah, Tzu Chi Lampung turut membantu stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kotamadya Bandar Lampung terus terpenuhi dengan menyelenggarakan kegiatan donor darah pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Kegiatan ini selalu diadakan setiap tiga bulan sekali. Dan kali ini digelar di Kantor Tzu Chi Lampung. 

Sebelum kegiatan donor darah dimulai, Hendri Padmasambhava melakukan briefing terlebih dahulu kepada para relawan yang hadir membantu.

Peserta diwajibkan mendaftarkan diri dan mengambil kartu nomor antrean terlebih dahulu.

Mengedepankan keamanan dan ketertiban untuk mewujudkan kenyamanan bersama merupakan prinsip yang selalu diperhatikan relawan Tzu Chi. Dua hari sebelum kegiatan, para relawan sudah melaksanakan rapat koordinasi, dan mempersiapakna bingkisan sembako seperti beras, minyak, mie kuning, dan telur untuk diberikan oleh peserta yang berhasil mendonorkan darahnya sebanyak 200 bingkisan.

Hendri Padmasambhava, selaku koordinator menjelaskan, terdapat beberapa tahapan prosedur yang harus ditempuh oleh para calon donor sebelum diperbolehkan untuk donor darah. Tahap pertama yaitu relawan mengarahkan calon donor untuk melakukan registrasi dan mengambil kartu nomor antrean peserta. Setelah selesai, calon donor diarahkan kembali untuk melengkapi data ke petugas medis PMI.

Tahap selanjutnya yaitu melakukan timbangan berat badan, pengecekan kadar HB (hemoglobin) di dalam darah dan dicek tekanan darah oleh petugas medis PMI. Apabila hasil pengecekan bagus maka calon donor bisa mendonorkan darahnya. Calon donor harus berusia 17 hingga 60 tahun dan memiliki berat badan lebih dari 45 kg untuk pria dan 48 kg untuk wanita. Tekanan darah yang normal yaitu berkisar 100/70 sampai 150/90 mmHg diimbangi dengan kondisi klinis yang sehat. Sedangkan kadar hemoglobin berkisar 13-16 g/dL.

Sebelum mendonorkan darah, calon donor mendaftarkan diri dan diperiksa terlebih dahulu kadar HB dan tensi darahnya.

Para donor saat antre menunggu giliran berdonor darah.

Setiap calon donor yang dinyatakan lolos melalui tiga tahapan tersebut baru diarahkan ke tempat duduk antre dan melaksanakan donor darah yang dibantu oleh beberapa relawan Tzu Chi. Setelah selesai donor, mereka diarahkan untuk duduk dan istirahat sebentar sambil makan. Kemudian bingkisan sembako dibagikan kepada mereka sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.

Kegiatan berlangsung selama 6 jam dari pukul 08.00-13.00 WIB, melibatkan sebanyak 30 relawan dan 10 petugas medis PMI. Dari donor darah ini, PMI berhasil mengumpulkan 185 kantong darah dari 210 peserta yang mendaftar sebagai calon pendonor darah.

“Saya senang karena banyak yang berpartisipasi hingga melampaui ekspektasi,” ujar Hendri. Ia juga kagum akan keseriusan dan semangat dalam bekerja sama dari para relawan dan tim PMI untuk membagikan cinta kasih kepada semua, khususnya kepada pendonor.

Selain warga sekitar, seorang petugas medis PMI, Suster Riska Dwi juga ikut berpartisipasi menyumbangkan darahnya di Tzu Chi.

Salah satu peserta yang lolos Susi Susanti, dari Teluk Betung Utara, yang baru pertama kali ikut donor darah  merasa senang bisa membantu orang yang membutuhkan darah. “Pertama kali donor darah tapi semangat banget rasanya bisa berdonor membantu sesama, semoga darah saya bisa bermanfaat buat yang membutuhkan,” Ucap susi dengan gembira.

Susi mendapatkan informasi donor darah ini dari temannya yang merupakan seorang donor aktif yang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan Tzu Chi. Susi juga memuji pelayanan yang diberikan relawan Tzu Chi. “Pelayanannya bagus, relawannya sangat baik, sehingga kami sebagai pendonor merasa terlayani dan dihargai,” tambahnya.

Dengan senyum bahagia, peserta yang berhasil mendonorkan darah mendapatkan bingkisan dari relawan Tzu Chi.

Dengan bersumbangsih melalui setetes darah dan melayani dengan penuh cinta kasih, welas asih dan kepedulian, maka tanpa kita sadari telah menyelamatkan serta memberikan kebahagiaan kepada orang lain yang menerimanya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Menyumbangkan Darah Untuk Menyelamatkan Hidup

Menyumbangkan Darah Untuk Menyelamatkan Hidup

19 Agustus 2014 Tzu Chi Batam mengadakan donor darah di BCS Mall lantai 3, sejak pagi relawan telahmenyiapkan produk-produk Jing Si untuk memperkenalkan budaya Jing Si melalui buku-buku Master Cheng Yen serta berbagai perlengkapan untuk menunjang donor darah.
Donor Darah Untuk Sesama

Donor Darah Untuk Sesama

06 Agustus 2024

Relawan Tzu Chi Jambi bersinergi kembali dengan PMI Kota Jambi untuk mengadakan donor darah yang rutin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bank darah di Kota Jambi. Kegiatan donor darah ini berhasil mengumpulkan 226 kantung darah dari 246 peserta yang mendaftar.

Setitik Darah Sangat Berarti

Setitik Darah Sangat Berarti

13 Februari 2015

Tzu Chi Bali menggelar kembali donor darah yang diadakan setiap 4 bulan sekali. Sebuah kegiatan yang berhubungan dengan misi penyelamatan bagi manusia. Disaat seseorang membutuhkan transfusi darah untuk kelangsungan hidupnya, maka akan ada persediaan untuk menolong orang itu. 

Mampu melayani orang lain lebih beruntung daripada harus dilayani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -