Semarak Kemerdekaan Bersama Relawan Muda Tzu Chi Bandung

Jurnalis : Rizki Hermadinata (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Muhammad Dayar (Tzu Chi Bandung)

Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Tzu Ching mengadakan tujuh perlombaan di halaman Aula Jing Si Tzu Chi Bandung.

Berbagai cara dilakukan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan bukan sekadar dirayakan, tetapi juga menjadi momen untuk bersyukur atas kebebasan dari penjajah dan mengenang perjuangan para pahlawan bangsa. Rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air perlu dijunjung tinggi, karena perjuangan untuk membebaskan masyarakat dari berbagai penderitaan masih terus berlangsung, salah satunya melalui kerja nyata relawan Tzu Chi yang giat menebar cinta kasih.

Untuk menumbuhkan semangat tersebut, relawan muda Tzu Chi Bandung menyelenggarakan berbagai perlombaan dalam rangka menyambut HUT RI ke-80. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga untuk memperkuat kekompakan dan kebersamaan antar relawan.

“Kami mengadakan lomba 17-an Agustus untuk memperingati HUT RI ke-80. Kami menyelenggarakan tujuh lomba, seperti memasukkan pensil, balap karung, dan lain-lain. Kegiatan ini juga bertujuan membangun kekompakan antar relawan sekaligus menjaga semangat mereka,” ujar Dhimas Rizki Respati, relawan muda Tzu Chi.

Relawan mengikuti lomba makan kerupuk, suasana hangat dan penuh kebahagiaan meramaikan acara.

Cuaca cerah menambah semangat para relawan untuk terus berpartisipasi dalam perlombaan, tanpa merasakan lelah.

Kemeriahan acara ini juga dirasakan oleh Devi, seorang sukarelawan yang baru pertama kali mengikuti kegiatan di Tzu Chi. Meski pendatang baru, ia sangat merasakan kehangatan dan keramahan para relawan yang menyambutnya dengan hangat.

“Baru pertama kali ikut kegiatan ini seru banget ramai dan orang-oranngya juga ramah bisa langsung akrab ya, jadi enak saja ikut acara ini. Tadi ikut beberapa perlombaan dan selanjutnya mau ikut kegiatan lainnya,” cerita Devi.

Menjadi Agen Perubahan di Masyarakat
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar mengenang para pahlawan yang berjuang melawan penjajahan. Perjuangan itu terus berlanjut hingga kini, bukan untuk menaklukkan musuh, tetapi untuk mengalahkan ego diri sendiri. Bagi relawan Tzu Chi di Bandung, hari kemerdekaan memiliki makna yang lebih dalam.

Acara yang diikuti relawan dari berbagai usia menunjukkan kekompakan dan keselarasan dalam setiap perlombaan.

Foto bersama para juara perlombaan, menampilkan kebahagiaan dan semangat yang terus mengiringi setiap peserta.

Nasywa Fhawana, relawan muda Tzu Chi, memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai kebebasan dari penjajahan fisik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat. “Kemerdekaan bukan hanya tentang lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga kebebasan untuk berekspresi, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Nasywa.

Sebagai generasi muda, ia memilih mengisi waktunya dengan kegiatan sosial yang menanamkan nilai kemanusiaan dan keberagaman. Tzu Chi menjadi wadah bagi dirinya untuk terus menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik.

“Aku sebagai anak muda pilih belajar mengisi wawasan dan keterampilan baru, berani menyuarakan pendapat, berkontribusi pada lingkungan sosial, dan menghargai keberagaman yang ada. Membantu acara sosial untuk masyarakat dan menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian di kalangan anak muda,” lanjut Nasywa.

Mimin Karmini relawan Tzu Chi, memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan yang disertai tanggung jawab, mengenali diri sendiri, dan membangun pemikiran positif.

Nasywa memaknai hari kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini bukan hal yang mudah, masa dimana hirup pikuk yang jauh berbading terbalik dengan terdahulu. Kini generasi muda seakan kehilangan jati dirinya dan hanya mengikuti trend semana tanpa melihat budayanya sendiri.

Serupa dengan Nasywa, Mimin Karmini relawan lain memaknai kemerdekaan memiliki kebebasan yang tertanggunga jawab, mengenali diri sendiri dan membangun pemikiran yang positif. “Kemerdekaan itu kebebasan yang bertanggung jawab, lepas dari belenggu,membangun kemandirian selalu berfikir yang positif membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pamrih, waktu dan tenaga mengendalikan emosional, fisik, dan ego sendiri,” kata Mimin.

Merdeka lebih dalam yang dimaknai relawan Tzu Chi tak terhenti dari kebebasan semata, namun bagaimana mereka terus berupaya meneruskan perjuangan ini melalui hadir di tengah masyarakat. Melihat, mendegar dan merasakan apa yang masyarakat hadapi, memberikan kehangatan dan cinta kasih membantu mereka yang membutuhkan dengan uluran tangan penuh welas asih, sukacita dan keseimbangan batin.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Semarak Kemerdekaan Bersama Relawan Muda Tzu Chi Bandung

Semarak Kemerdekaan Bersama Relawan Muda Tzu Chi Bandung

25 Agustus 2025

Relawan muda Tzu Chi Bandung merayakan HUT RI ke-80 dengan lomba kemerdekaan dan kegiatan sosial, menanamkan nilai kemanusiaan, kekompakan, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kendala dalam mengatasi suatu permasalahan biasanya terletak pada "manusianya", bukan pada "masalahnya".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -