Sembilan Bulan Pascabencana, Tzu Chi Kembali Dampingi Warga Karang Baru, Aceh Tamiang

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani, Soit, Wirata (Tzu Chi Medan)
Relawan mendampingi warga untuk pemeriksaan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, tim medis melayani 426 pasien, terdiri atas 333 pasien poli umum, 75 pasien poli kulit, 30 pasien poli THT, dan 7 pasien poli gigi.

Minggu, 13 September 2026, menjadi hari penuh kehangatan bagi warga Karang Baru, Aceh Tamiang. Bertempat di Gedung sekolah SMP Negeri 1 Karang Baru, Yayasan Buddha Tzu Chi Medan bersama Tim Medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) menggelar Bakti Sosial Kesehatan. Sembilan bulan setelah banjir bandang melanda, pemulihan lingkungan, sanitasi, serta kehidupan warga di hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) masih terus berlangsung.

Sebanyak 31 tenaga medis TIMA, 20 tenaga non-TIMA, dan 56 relawan dari Medan serta Kuala Simpang hadir memberikan pelayanan kesehatan. Kegiatan diawali dengan sambutan, doa bersama, penyerahan piagam apresiasi, serta peragaan isyarat tangan “Satu Keluarga” oleh para relawan Tzu Chi.

Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru, Edi Wahyudi, S.Pd., M.M., mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi baksos. Menurutnya, aktivitas belajar-mengajar telah kembali berjalan normal setelah bencana banjir bandang, tetapi sekolah masih membutuhkan dukungan, salah satunya adalah meja dan kursi untuk menunjang kenyamanan siswa.

“Mudah-mudahan ini menjadi rasa kebersamaan dalam membangkitkan dan menumbuhkan kembali semangat, khususnya kami, keluarga besar SMP Negeri 1 Karang Baru,” ujar Edi Wahyudi.

Warga dan siswa yang ikut baksos kesehatan mendaftar ulang di bagian pendaftaran. Pelayanan kesehatan berfokus pada kondisi pascabencana. Kali ini perhatian diberikan pada penyakit degeneratif pada lansia dan orang dewasa.

Relawan membantu warga lansia yang mengalami kesulitan berjalan dengan menggunakan kursi roda. Warga yang tidak dapat berjalan akan dibantu oleh relawan untuk konsultasi dengan dokter dengan menggunakan kursi roda.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar. Ia mengenal Tzu Chi sejak 2023 dan tersentuh oleh pelayanan yang diberikan tanpa membedakan suku, agama, maupun ras. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk ikut menjadi relawan Tzu Chi.

“Hari ini saya mewakili Bupati Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan pelayanan dengan tulus sehingga kesehatan warga kami menjadi lebih baik pascabencana,” ucap Drs. Syuibun Anwar.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP juga mengapresiasi konsistensi Tzu Chi yang mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.

“Hari ini Yayasan Buddha Tzu Chi hadir di SMP Negeri 1 Karang Baru untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan umum dan penyuluhan gigi, dengan skrining serta kegiatan upaya kesehatan. Ini juga sudah dilakukan pada masyarakat saat tanggap darurat maupun saat ini. Tentu saja ini merupakan hal yang positif,” jelas dr. Mustakim.

Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Aceh Tamiang akan terus memberikan dukungan, termasuk dalam penggerakan masyarakat.

Pelayanan Kesehatan dan Edukasi Sejak Dini
Pelayanan dirancang dengan alur pemeriksaan mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, skrining, konsultasi poli spesialis, hingga pemberian obat.

Ketua TIMA Sumut, dr. Willey Elliot menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari bakti sosial yang sebelumnya digelar dari Desember 2025 hingga Februari 2026. Jika sebelumnya pelayanan berfokus pada kondisi pascabencana, kali ini perhatian diarahkan pada penyakit degeneratif pada orang dewasa serta pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gigi bagi anak-anak.

“Kita, tim medis TIMA Tzu Chi, memberikan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan kesehatan, khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Harapannya, setelah dilakukan baksos kesehatan ini, masyarakat semakin mengerti untuk menjaga kesehatan, khususnya anak-anak semakin mengerti menjaga kesehatan gigi, dan orang dewasa semakin mengerti pentingnya mengobati penyakit degeneratif,” tutur dr. Willey Elliot.

Mereka yang telah berobat diberikan obat dan vitamin dan dijelaskan cara mengonsumsi obat yang benar. Selain pengobatan, sebanyak 76 siswa SMP Negeri 1 Karang Baru mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.

Anggota TIMA pada bagian farmasi sedang menyiapkan obat yang diresepkan oleh dokter untuk diberikan kepada pasien yang telah menjalani pemeriksaan.

Relawan Pembina Tzu Chi di Aceh, Shu Tjeng, mengatakan kupon pelayanan telah dibagikan pada bulan sebelumnya dengan target 500 pasien yang berasal dari siswa, warga perumahan Tzu Chi Aceh Tamiang, relawan, dan masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, tim medis melayani 426 pasien, terdiri atas 333 pasien poli umum, 75 pasien poli kulit, 30 pasien poli THT, dan 7 pasien poli gigi.

Selain pengobatan, sebanyak 76 siswa SMP Negeri 1 Karang Baru mengikuti penyuluhan kesehatan gigi dan mulut yang dibagi dalam dua sesi, yakni 50 siswa pada sesi pertama dan 26 siswa pada sesi kedua. Lima dokter gigi memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, menjaga kebersihan mulut, pola makan, serta langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami masalah atau kondisi darurat gigi.

“Semoga bakti sosial ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa yang membutuhkan pelayanan kesehatan gigi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dan membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh,” imbuh drg. Mellisa Sim.

Warga usia 40 tahun ke atas juga mendapatkan skrining penyakit degeneratif. Relawan turut membagikan obat cacing dan multivitamin serta memperkenalkan Tzu Chi dan sejarah Celengan Bambu.

Shu Tjeng menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengawal pemulihan kesehatan masyarakat setelah banjir bandang. “Semoga kehidupan dan kesehatan mereka semakin membaik,” ungkapnya.

Ketika Pengobatan Membawa Harapan
Manfaat pelayanan dirasakan langsung oleh warga. Tiara Aulia Putri (14), siswi kelas IX B SMP Negeri 1 Karang Baru, senang mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan gigi sekaligus berkonsultasi mengenai kesehatan kulit.

“Saya sangat senang hari ini mendapat banyak ilmu. Kita diajari cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi, dan menjaga pola makan untuk merawat gigi dengan baik. Saya juga diberikan vitamin dan obat cacing,” ungkap Tiara.

Relawan Tzu Chi memperagakan bahasa isyarat tangan dengan lagu Satu Keluarga yang dibawakan di awal kegiatan baksos kesehatan.

Bagi Alamsyah AR (46), pelayanan hari itu menjadi kesempatan untuk kembali memeriksakan kondisi kesehatannya. Datang menggunakan tongkat, pekerja elektronik ini mendapati tekanan darahnya mencapai 189/100 dan gula darah 283. Ia kemudian mendapatkan obat hipertensi, obat untuk gula darah, serta vitamin.

“Terima kasih kepada tim medis dan relawan yang terus mendampingi saya dari awal hingga pengobatan selesai. Obat yang diberikan cukup baik. Semoga terus memberikan pengobatan kepada warga Aceh Tamiang yang belum pulih pascabencana,” harap Alamsyah.

Rasa syukur juga dirasakan Samuddin, seorang pengemudi becak barang yang datang bersama keluarganya. Istrinya, Salbiyah, mendapatkan penanganan pembersihan telinga dari dokter spesialis THT, sementara Samuddin mendapat pengobatan untuk tekanan darah tinggi dan asam urat.

“Saya sangat tersentuh dengan pelayanan dari relawan dan tim medis Tzu Chi. Saya yang sudah lama tidak berobat akhirnya dapat mengikuti baksos kesehatan gratis ini. Dengan konsultasi ini, saya mengetahui kondisi kesehatan saya yang perlu dirawat dengan baik karena tensi saya sudah tinggi sekali. Semoga semuanya sehat selalu,” ungkapnya.

Bagi warga Karang Baru, kehadiran Tzu Chi pada hari itu bukan sekadar menghadirkan pengobatan gratis. Di tengah proses panjang pemulihan pascabanjir bandang, pelayanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan menjadi bentuk kepedulian yang ikut menumbuhkan kembali harapan warga untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih sehat.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Kebahagiaan yang Tak Ternilai

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111: Kebahagiaan yang Tak Ternilai

31 Maret 2016

Enang bahagia setelah anaknya berhasil menjalani operasi hernia dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-111 di RSUD Cianjur pada 18-20 Maret 2016.

Tindakan Sederhana Membawa Kebahagiaan

Tindakan Sederhana Membawa Kebahagiaan

30 September 2015

Relawan Tzu Chi membagikan suvenir kepada para anggota TNI yang bertugas, relawan, dan para orang tua pasien yang sedang menunggu anak-anak mereka menjalani operasi bibir sumbing pada Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-108 di Krakatau Medika Hospital, Cilegon, Serang, Banten pada tanggal 19 September 2015. Sebanyak 14 pasien anak bibir sumbing, 153 pasien operasi katarak berhasil ditangani.

Rayakan Kemerdekaan dengan Peduli Kesehatan Warga Nanga Sejirak, Sintang

Rayakan Kemerdekaan dengan Peduli Kesehatan Warga Nanga Sejirak, Sintang

01 September 2026
Relawan Xie Li Kalimantan Barat dari PT Finnantara Intiga menggelar Bakti Sosial Kesehatan di Desa Nanga Sejirak, Sintang. Sebanyak 345 warga mendapat layanan kesehatan.
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -