Semua Karena Cinta
Jurnalis : Hendra Gunawan (He Qi Barat), Fotografer : Hendra Gunawan (He Qi Barat)
|
| ||
Memang keenggananku untuk bangun pagi sulit terhapus dari diriku ini, terbersit niat untuk tidak mengikuti acara pada hari ini demi melanjutkan tidur kembali. Tapi niat itu langsung terhapus ketika aku terbayang wajah para opa dan oma di Panti Jompo Cendrawasih yang terletak di bilangan Cengkareng Jakarta Barat. Wajah yang penuh senyum dan rona bahagia dari mereka bak pengusir rasa malas yang paling ampuh. Maka aku pun segera bergegas mandi dan bersiap ke RSKB Cinta Kasih, tempat kumpul kami. Senyum dan Keceriaan Kompleks panti jompo terlihat rindang karena banyaknya tanaman yang tumbuh di sana, Mungkin sekilas memang terlihat nyaman, tapi anganku melayang membayangkan perasaan opa dan oma yang tinggal di sini, mungkin tidak senyaman yang aku lihat sekarang. Setelah menurunkan barang-barang, segera saja beberapa anak kecil dan relawan lainnya menuntun opa dan oma untuk mengikuti acara yang akan berlangsung di ruangan aula. Opa dan oma terlihat senang ketika mereka dituntun oleh para relawan. Sebuah ungkapan perasaan cinta dan kasih sayang dari orang lain.
Ket : - Setitik perhatian menjadi penyejuk batin dan mewarnai hari-hari para oma dan opa di Panti Jompo Cenderawasih ini. (kiri) Kisah Oma Jumila Singkat cerita aku pun diberikan kesempatan untuk ngobrol lebih banyak lagi dengan Oma Jumila. Dari obrolan itu aku mengetahui bahwa oma Jumila sekarang sudah berumur 75 tahun. Walaupun sudah berusia begitu senja, tetapi Oma Jumila tampak sangat sehat, tidak seperti beberapa oma dan opa di sana yang mulai menurun kesehatannya. Oma dahulu adalah istri dari seorang tentara, memiliki dua anak yang telah berkeluarga dan sekarang sedang menetap di luar negeri. Makin lama obrolan ku dengan Oma Jumila semakin hangat, ia pun mulai menceritakan banyak hal mulai dari keluarganya sampai dengan kehidupannya di sana.
Ket: - Opa dan oma sering memerlukan bantuan dan perhatian dari orang lain dalam merawat diri mereka, salah satunya dalam hal menggunting kuku. (kiri). Berbakti Kepada Orang Tua Setelah itu Oma Jumila pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar. Dan aku pun kembali ke aula, yang ternyata sedang berlangsung pembagian baju dan sandal baru kepada opa dan oma. Mereka terlihat senang menerima pemberian itu. Akhirnya kami pulang kembali ke rumah sambil membawa kenangan indah bersama opa dan oma, sambil terus mengingat semua karena cinta. | |||
Artikel Terkait
Berbagi Kasih untuk Nenek Dalia
18 Oktober 2022Cerahnya matahari pagi mengiringi semangat langkah para relawan Tzu Chi dan para anggota Dharma Wanita Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Indragiri menuju ke sebuah rumah sederhana di Jalan Pasar KM 5, Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok. Rumah ini milik nenek Dalia, seorang nenek yang sudah berusia 83 tahun.
Doa Cinta Kasih yang Khidmat dalam Perayaan Waisak Bersama
18 Juni 2026Relawan Tzu Chi Padang mengadakan doa bersama untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak bersama di Hotel Mercure, Padang. Sebanyak 205 tamu undangan dan donatur ikut hadir dalam doa cinta kasih Waisak ini.
Bantuan Tzu Chi Menguatkan Langkah Supriatna dan Keluarga
06 Mei 2026Kehilangan penglihatan akibat Sindrom Stevens-Johnson tidak menghentikan langkah Supriatna. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia terus berjuang demi anak-anaknya, sementara bantuan dari Tzu Chi menjadi penguat harapan dalam hidupnya.








Sitemap