Relawan Tzu Chi Batam dari Misi Pendidikan membagikan makanan dan minuman ringan kepada para orang tua yang menhadiri seminar Parenting yang berlangsung di Gedung Aula Jing Si Batam.
Minggu, 12 April 2025, tim relawan Pendidikan Tzu Chi Batam mengundang narasumber dari Jakarta. Materi yang diberikan bertemakan tentang Parenting From The Heart guna membekali para orang tua dari murid kelas budi pekerti. Seminar parenting ini berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB yang dihadiri 26 orang tua murid dan 29 orang relawan komunitas.
Tim JM (Jalan Maju) Akademi yang terdiri dari empat orang, pembicara pertama diisi oleh A. Ricky Suroso yang menjelaskan materi dengan tema Parenting From The Heart. Pengalaman 20 tahun sebagai coach (pelatih/trainer) A. Ricky terlihat nyata melalui cara merespons keadaan tidak terduga, seperti minimnya peserta, kendala teknis pada sound system, serta membawakan materi dengan gaya yang antusias dan bersemangat sehingga peserta sangat menikmati materi yang dibawakan.
“Saya tidak pakai mikrofon. Saya akan berusaha mengeraskan suara saya. Sesungguhnya saya lebih nyaman tanpa mikrofon,” respons Ricky saat suara gema sound system menyebabkan peserta tidak menangkap jelas kata-kata.

Elsa pemandu acara seminar Parenting memperkenalkan tim JM (Jalan Maju) Akademi yang salah satu pembicaranya Coach Ricky Suroso.

Willy Jekson (baju putih) bersama istri sedang menyimak penjelasan dari Coach Ricky tentang mendidik anak yang baik salahsatunya adalah dengan meluangkan waktu untuk anak.
Di awal materi, Ricky memperkenalkan latar belakang keluarga, pendidikan, serta kariernya sebagai coach. Dengan rendah hati, Ricky meruntuhkan tembok keraguan para peserta melalui kisah yang menghibur namun juga mengharukan. Ricky memberikan edukasi cara mendidik anak (pola asuh) kepada para orang tua yang hadir dan membekali mereka dengan persoalan-persoalan yang mungkin belum diketahui.
Willy Jekson dan istri, salah satu pasangan orang tua yang mengikuti seminar, telah membeli buku-buku tentang parenting dan juga melihat banyak video lewat YouTube maupun TikTok, namun tetap merasa ada yang kurang. Walaupun sudah berupaya mendidik anaknya, didikan tersebut belum membawa perubahan positif bagi sang anak. Oleh sebab itu, Willy dan istri memutuskan untuk mengikuti seminar parenting ini.
“Selama ini kita anggap yang kita ajarkan itu sudah benar. Cara kita sudah benar, namun setelah mengikuti sesi ini baru terbuka pikiran kita, ternyata ada poin-poin yang justru salah. Kenapa anak kita jadi seperti itu? Bisa saja kita yang salah mengajari mereka,” ungkap Willy.
“Ternyata setiap anak punya love language (bahasa cinta) yang berbeda. Bahkan kita sebagai orang tua masing-masing juga punya love language yang berbeda. Dari situ baru membuka pikiran kita. Kita harus mengerti dulu love language anak kita itu apa, baru bisa membuat anak merasa mereka dicintai,” lanjut Willy dengan antusias.

Coach Ricky Suroso sedang mengklarifikasi tipe-tipe parenting. Coach Ricky menjelaskan bahwa untuk mempelajari love language tidak ada rumus patennya. Orang tua harus meluangkan waktu dengan anak untuk mengetahui love language-nya.
Coach Ricky menjelaskan mengapa anak tidak selalu jujur kepada orang tua, sementara orang tua tidak mau mendengar, tetapi justru menghakimi.
“Hanya satu alasan mengapa anak jarang jujur ataupun mau berkomunikasi dengan orang tua. Saat anak mengutarakan pikirannya, sebagai orang tua bukannya mendengarkan malah menghakimi. Sikap orang tua yang otoriter (kamu harus dengar dan ikuti saya) mungkin cukup efektif bagi generasi sebelumnya, namun untuk anak zaman sekarang sudah tidak bisa,” tutur Coach Ricky.
Salah satu orang tua juga menanyakan bagaimana cara mengetahui love language sang anak. Coach Ricky menjelaskan bahwa untuk mempelajari love language tidak ada rumus patennya. Orang tua harus meluangkan waktu dengan anak untuk mengetahui love language-nya, apakah sentuhan, kata-kata, tindakan pelayanan, waktu bersama, atau hadiah.
Para orang tua yang mengikuti seminar parenting melakukan latihan untuk memanfaatkan otak kiri-kanan secara efektif. Latihan ini dilakukan dengan hati gembira yang dibawakan oleh Coach Ricky Suroso.
“Orang tualah yang harus mengisi ‘botol kasih sayang’ anak setiap hari. Jika botol tersebut tidak diisi oleh orang tua, maka anak akan mencari kasih sayang dari orang lain, yang belum tentu memberi pengaruh positif dan pandangan yang benar,” jelas Coach Ricky.
Dalam Kata Perenungan Master Cheng Yen terkait seminar parenting ini disebutkan, “Nilai kebenaran bukan terletak pada banyaknya hal yang didengar, tetapi pada seberapa banyak yang mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.” Coach Ricky berharap para orang tua yang hadir dapat menyerap materi, walaupun hanya 1%, dan mempraktikkannya dalam kehidupan bersama anak.
Editor: Anans Yahya