Sentuhan Cinta Kasih Buat Bantar Gebang
Jurnalis : Himawan Susanto, Fotografer : Himawan Susanto
|
| ||
Tempat tujuan Stephen Huang dan rombongan adalah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) warga DKI Jakarta dan Bekasi yang berada di tiga kelurahan di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, yakni Kelurahan Cikiwul, Kelurahan Ciketing Udik, dan Kelurahan Sumur Batu. Setelah kurang lebih berkendara 2 jam lamanya dan menikmati sedikit kemacetan di jalan, Stephen Huang pun tiba di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir Bantar Gebang di Kelurahan Cikiwul, Bekasi. Di sana, Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad bersama dengan jajarannya telah menanti kedatangan rombongan. Di lokasi ini, Stephen Huang dan rombongan meninjau kondisi hunian para pemulung. Bau sampah yang menyengat tidak menyurutkan semangat para relawan khususnya relawan mancanegara untuk mengenal lebih dekat kehidupan para pemulung. Selain melihat kondisi hunian para pemulung, para relawan juga dapat melihat gunung-gunung yang menjulang tinggi. Gunung-gunung tinggi tersebut merupakan timbunan sampah, yang kini mulai ditumbuhi rerumputan hijau di atasnya.
Ket : - Stephen Huang bersama dengan relawan Tzu Chi mancanegara lainnya tampak sedang memperhatikan karung-karung yang sudah dikumpulkan pemulung dari hasil memulung di sisa-sisa sampah.(kiri) Semakin sore, awan gelap makin terlihat. Titik-titik kecil air mulai menetes turun dari langit. Hujan akan segera turun, relawan Tzu Chi pun segera bergegas meninjau lokasi TPA yang berada di Kelurahan Sumur Batu. Benar saja, baru saja kendaraan rombongan beranjak meninggalkan TPA Kelurahan Cikiwul hujan turun dengan lebatnya. Namun, hujan itu tidak menghalangi tekad relawan untuk melihat TPA Kelurahan Sumur Batu yang berada di bagian belakang TPA Kelurahan Cikiwul. 10 menit berkendara, relawan tiba di lokasi. Hujan masih saja turun dengan lebatnya, karena kondisi demikian maka hanya beberapa relawan Tzu Chi yang turun dan kemudian berbincang-bincang dengan Walikota Bekasi dan jajarannya. Di sebuah kantor sederhana ini, Stephen Huang mengatakan kepada Walikota Bekasi, H. Mochtar Mohamad bahwa kedatangan mereka adalah untuk melihat secara langsung kehidupan para pemulung. Kunjungan ini Stephen Huang lakukan, lantaran ia sempat menyaksikan tayangan kehidupan anak-anak di TPA yang memakan makanan dari sisa-sisa sampah yang mereka temukan. Dalam kesempatan ini, Walikota Bekasi menyambut baik kedatangan relawan Tzu Chi yang datang mengunjungi TPA Bantar Gebang.
Ket : - Stephen Huang tampak sedang berdiskusi dengan Mansjur Tandiono mengenai kondisi yang ia saksikan di tempat pembuangan sampah akhir di Bantar Gebang ini. (kiri)
| |||
Artikel Terkait
Mengantarkan Nasi Hangat di Tengah Genangan
23 Januari 2026Sebanyak 851 bungkus nasi hangat diantarkan 20 relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari Xie Li Pati untuk warga Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang tengah mengalami musibah banjir pada Minggu, 18 Januari 2026.
Kick off Pencegahan Stunting di Desa Sungai Kelik
21 Juni 2024Relawan Tzu Chi di Xie Li Ketapang 1 meluncurkan Program Pencegahan Stunting di Desa Sungai Kelik, Kec. Nanga Tayap, Kab. Ketapang, Kalimantan Barat. Berdasarkan data pengukuran Mei 2024, di Kecamatan Nanga Tayap terdapat balita 1.153 dengan jumlah stunting 275 anak.
Gempa Palu dan Lombok: Bantuan Bagi Korban Gempa di Palu dan Lombok
05 Oktober 2018Mendengar kabar duka gempa berkekuatan 7,4 skala Richter diikuti tsunami yang melanda Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat petang (28 September 2018), keesokan harinya relawan Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi segera berkoordinasi untuk bergerak memberikan bantuan. Proses pemberian bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada para korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala terus dilakukan sejak keberangkatan relawan kloter pertama (1 Oktober 2018) yang memberikan bantuan di Makassar, Sulawesi Selatan maupun relawan kloter kedua (2 Oktober 2018) di Palu, Sulawesi Tengah.
Tiga bulan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,4 SR juga mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 29 Juli 2018 dan menimbulkan korban jiwa, dan ratusan orang luka-luka, serta merusak ribuan rumah di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara. Atas kejadian tersebut, Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan langsung kepada para korban luka berat gempa Lombok berupa santunan biaya hidup.








Sitemap